(Akhirnya… ) Caleg Berdasar Suara Terbanyak !! Thank You MK …

December 24th, 2008 by amillavtr
- Putusan Mahkamah Konstitusi tak akan ganggu tahapan pemilu -

MAHKAMAH Konstitusi (MK) memutuskan penentuan calon legislatif (caleg) seperti diatur dalam UU No.10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) yang berdasarkan mekanisme nomor urut, inkonstitusional dan bertentangan dengan kedaulatan rakyat. Karena itu, MK membatalkan Pasal 214 huruf a, b, c, d, dan e UU tersebut.

“Menimbang bahwa dalil pemohon beralasan sepanjang mengenai pasal 214 huruf a, b, c, d, e UU 10/2008 maka permohonan pemohon dikabulkan,” kata Ketua MK Mohammad Mahfud MD saat membacakan putusan sidang di Gedung MK, Jakarta kemarin (23/12).

Hakim konstitusi menilai, pasal tersebut dibatalkan lantaran diskriminatif terhadap caleg yang menepati nomor urut terbawah, dan hanya menguntungkan para caleg yang berada di nomor urut jadi yakni 1, 2, dan 3. Meski memperoleh suara terbanyak, dengan mekanisme nomor urut, caleg yang berada di nomor urut terbawah terpaksa mengalihkan perolehan suaranya ke caleg nomor urut jadi.

Menurut Hakim Konstitusi Asyad Sanusi, Pasal 214 huruf a, b, c, d, dan e yang menentukan caleg yang memiliki suara di atas 30 persen dan menduduki nomor urut lebih kecil adalah inkonstitusional. “Bertentangan dengan kedaulatan rakyat sebagaimana diatur dalam UUD 1945,” ujar Arsyad.

Mahfud menyatakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat langsung menetapkan calon terpilih berdasarkan putusan MK dalam perkara ini. Dia meyakini putusan MK tersebut tidak akan menimbulkan hambatan besar bagi penyelenggara Pemilu tersebut.

Apalagi, kata dia, KPU sudah menyatakan siap melaksanakan putusan MK jika memutuskan anggota legislatif bedasarkan suara terbanyak, meski tanpa harus merevisi UU atau pembentukan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang.

Uji Materi UU No 10 Tahun 2008 tentang Pemilu DPR, DPD, dan DPRD diajukan Mohammad Sholeh (calon anggota DPRD Jawa Timur periode 2009-2014) dari PDI Perjuangan, Sutjipto (calon anggota DPR dari Partai Demokrat), Septi Notariana (Calon DPR Partai Demokrat), serta Jose Dima Sastria (calon pemilih Pemilu 2009).

Para pemohon sebelumnya mempertanyakan tidak konsistennya pemerintah dalam menerapkan peraturan antara suara terbanyak dengan nomor urut dalam penentuan anggota legislatif.

Dalam persidangan tersebut, MK juga menolak uji materi pasal 55 Ayat (2) UU No 10 Tahun 2008 yang diajukan Muhammad Sholeh-yang memperkarakan keistimewaan perempuan untuk duduk di lembaga legislatif seperti diatur dalam Pasal 55 ayat (2) UU No 10 Tahun 2008. MK menilai, pasal tersebut tidak bertentangan dengan Pasal 28H Ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan setiap orang berhak mendapat perlakuan khusus. “Kuota 30 persen bagi calon perempuan dari setiap tiga caleg, menurut Mahkamah sudah memenuhi perlakuan khusus tersebut,” kata Mahfud.

- KPU SIAP -

Komisi Pemilihan Umum (KPU) siap menindaklanjuti putusan MK tersebut. KPU akan segera melakukan penyesuaian peraturan tentang penetapan calon terpilih berdasarkan suara terbanyak sesuai putusan MK. Dan, pemberlakuan putusan MK ini tidak harus menunggu dilakukannya revisi UU Nomor 10 Tahun 2008 oleh DPR ataupun menunggu dikeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) seperti yang diamanahkan MK dalam pertimbangan putusannya.

“Prinsipnya KPU sebagai penyelenggara harus melaksanakan putusan MK, dan putusan MK itu berlaku sejak ditetapkan,” kata Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Andi Nurpati kepada Jurnal Nasional, kemarin.

Secara terpisah, Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyambut baik putusan MK tentang penetapan calon terpilih berdasarkan suara terbanyak tersebut. Putusan MK itu tentu semakin memperkuat penggunaan aturan suara terbanyak dalam Pemilu 2009 seperti yang konsisten diperjuangkan Partai Demokrat selama ini. Aturan suara terbanyak jelas lebih adil baik dalam konteks sesama caleg maupun adil terhadap suara rakyat.

“Demokrat termasuk konsisten mendukung penetapan calon terpilih dengan model suara terbanyak, bahkan kebijakan internal memang sudah memakai suara terbanyak,” imbuhnya.
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR, Bambang Wuryanto menyatakan diputuskannya suara terbanyak berarti partai politik telah kiamat. “Hari ini merupakan hari kiamatnya partai politik. Karena partai politik tidak ada gunanya lagi. Perjuangan politik bersifat indivual yang sangat liberal,’ kata Bambang Wuryanto ketika dihubungi Jurnal Nasional, tadi malam.

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR, Lukman Hakim Saifuddin menilai bagaimanapun putusan MK harus dipatuhi,ditaati dan dilaksanakan. “Tidak ada kata lain, suka atau tidak suka, ya harus dilaksanakan sebab dalam konstitusi sangat jelas mengatur bahwa putusan MK itu bersifat final dan mengikat,” kata Lukman.

Pengamat Hukum Tata Negara Irman Putra Siddin memberikan apreasiasi atas keputusan MK tersebut karena sejak proses pembahasan UU Pemilu, mekanisme penentuan caleg lewat nomor urut sangat tidak demokratis dan tidak konstitusional. “Yang konstitusional itu suara terbanyak, bukan nomor urut. Saya memberikan apresiasi terhadap putusan MK itu,” katanya.

Irman juga menilai, putusan MK tersebut dapat dilaksanakan oleh KPU. Dia tidak melihat bakal ada implikasi yang dapat menghambat KPU dalam melaksanakan putusan MK itu.

“KPU harus bisa langsung melaksanakan putusan itu, lewat putusan MK itu, KPU dapat menjabarkan bahwa penentuan caleg berdasarkan suara terbanyak.”

Kita semua berharap agar tentunya keputusan ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kehidupan ber-Demokrasi di Indonesia.

Let’s Vote in April 9th 2009 !!!    :-)

Primadona itu bernama PNS…

December 2nd, 2008 by amillavtr

Sudah 5 bulan terakhir saya sering mendapat SMS dari beberapa rekan atau kenalan yang awalnya cuma sekedar basa-basi menanyakan kabar tapi di-ujungnya selalu ada pertanyaan “ada Lowongan PNS gak dikantor loe ?”  :)
Saya jadi berfikir sejak mulai terjadinya krisis ekonomi dimasyarakat terhitung sejak tahun 2004 lalu, memang tampak jelas setiap pembukaan lowongan CPNS di berbagai Lembaga atau Pemerintah Daerah manapun di-seantero Indonesia  terjadi antrean yang membludak dan selalu dipenuhi oleh puluhan ribu pendaftar.  Padahal formasi yang tersedia biasanya hanya sejumlah ratusan posisi saja.  Namun begitu, tetap saja masyarakat yang ingin ikut serta dalam test masuk CPNS jumlahnya sangat banyak.  Ibarat main judi, mereka berprinsip “diterima ya syukur, kalau tidak ya coba lagi tahun-tahun berikutnya…”  :)

antri-2

Mengapa Rekruitmen CPNS masih tetap menjadi primadona para pencari kerja ? Salah satu alasannya karena posisi PNS dianggap posisi aman untuk masa depan. Selain ‘Bebas’ PHK… para PNS juga mendapatkan jaminan pensiunan.  Untuk PNS didaerah memang gajinya tidak terlalu besar. Tetapi kalau jadi PNS berarti aman. Tidak perlu takut sewaktu-waktu dipecat asalkan kita bekerja dengan baik.

Apalagi ditambah dengan situasi kondisi ekonomi global yang tidak kondusif saat ini, dimana ancaman terjadinya PHK massal terjadi dimana-mana pada setiap perusahaan Swasta.  Hal ini menjadi semacam ‘triggery factor’ bagi para pencari kerja baik yang masih fresh graduate atau ingin pindah suasana kerja untuk mencoba ‘peruntungan’ menjadi PNS. Terbukti kok akibat krisis moneter global yang tengah melanda dunia, banyak perusahaan  mengalami masalah sehingga untuk sementara waktu berhenti produksi yang salah satu efek berantainya adalah PHK massal.

Saya sendiri punya pengalaman pribadi yang cukup unik menyangkut pekerjaan saya sebagai PNS.  Sejak masih kuliah semester 3, saya sudah bekerja sebagai sekretaris.  Kebetulan saya tipe orang yang menyukai ‘tantangan hidup’ , saya tidak betah hanya menjadi Mahasiswi yang berangkat pagi untuk kuliah dan pulang sore sepulang kuliah.   Lalu kebetulan saya berkenalan dengan seorang laki-laki yang (awalnya) berniat ingin menempelkan pengumuman Lowongan Kerja di Kampus saya untuk menawarkan posisi sebagai Sekretaris Junior.  Namun setelah bertemu dan mengobrol dengan saya, dia membatalkan niat menempelkan pengumuman itu di Papan pengumuman kampus.  Malahan langsung meminta saya untuk datang besok siang kekantornya untuk menjalani test dan wawancara kerja, hehehe.

Sejak saat itu-lah saya sudah langsung menjalani profesi di siang hari sebagai pegawai kantor swasta dan malamnya menjalani kehidupan sebagai anak kuliahan.  Sebab Ibunda dan Papa saya selalu berpesan “apapun yang terjadi, sesibuk apapun kamu bekerja, Kuliah harus selesai dan kamu harus jadi Sarjana!”   Namanya juga anak yang baik  :)   saya turuti permintaan mereka, walau jadinya butuh waktu 6 tahun (yang seharusnya 5 tahun saja) untuk mencapai gelar Sarjana ilmu Komputer .   :)
Selama nyaris 8 tahun saya gonta-ganti pekerjaaan terus, semuanya di perusahaan asing yang mengelola Listrik swasta atau pertambangan.   Sebab sekali lagi, saya orang yang sangat suka tantangan.  Kalau pekerjaan saya sudah tidak menantang atau tidak menarik lagi, saya akan langsung resign dan mencari pekerjaan baru yang lebih menantang adrenalin  :)
Sampai akhirnya sekitar 5 tahun lalu Ibu saya marah-marah dan meminta saya untuk berhenti “bertualang” dan mulai “bekerja beneran” disebuah tempat dimana saya tidak akan pindah-pindah lagi.  Wadduhh ??  aku menolak sambil bilang “kalau aku mendadak bosan gimana mom ?” :)
Akhirnya, Ibunda memakai cara rada ‘licik’  (hehehe)  dengan memakai Kakak saya sebagai ‘Kaki Tangan’-nya   :)   Kakak saya meminta saya agar kali ini bekerja disatu tempat untuk selama-lamanya.  Kakak saya menawarkan “ada Lembaga baru yang baru terbentuk lho di Senayan, kamu masuk kesana saja ya ?”  . Awalnya saya menolak karena setelah dijelaskan  status saya ‘akan bekerja untuk Pemerintah’.    Bukan apa-apa… akibat informasi yang baca atau dengar dari mana-mana, bahwa PNS itu gajinya kecil… hidupnya susah… menyambung hidup dengan ‘gali lobang - tutup lobang’ … dan aneka kisah-kisah seram lainnya  (yg belakangan hari terbukti salah besar..)  maka saya menjawab  “waduh, nggak deh Kak.  Makasih atas tawarannya.” :)
Kali ini Ibu saya memakai cara otoriter-nya untuk memaksa saya bekerja di Senayan “Awass ya kalau kamu tolak tawaran kakak kamu untuk bekerja disana.  Ibu & Papa menyekolahkan kamu tinggi-tinggi untuk menjadi orang sukses, bukan buat gonta-ganti pekerjaan nggak karuan, mengerti ?” Ooopsss…. I did it again.   Once more, I surrender with my dearest mom.  I can’t say NO to her.

So, saya ingat pada awal tahun 2004 saya mengikuti test penerimaan Pegawai di sebuah Lembaga baru bernama DPD-RI.  Diadakannya di Fakultas Psikologi UI.  Soal-soal ujiannya *amit-amit* sulitnya… namun teteup saya kok yakin bisa mengerjakan semuanya ?  hahaha.  :)
Terbukti saya akhirnya diterima bekerja di Setjen DPD-RI  (waktu itu masih bergabung dengan MPR-RI).  Dari awal bekerja saya sudah ditempatkan di Sekretariat Provinsi DKI Jakarta.  Mendampingi orang-orang hebat yang selama ini hanya saya kenal mereka di layar kaca atau surat kabar saja seperti Pak Sarwono Kusumaatmadja,  Ibu Mooryati Soedibyo, Pak Marwan Batubara & Bpk. Biem Benyamin. S.   :)    Sampai sekarang dalam hati kadang saya masih mbatin “hey, my mother always right.  This job is really suites for me…”   hehe. ( Thank’s Mom for your support… Luv you !! )

Kembali ke soal tampilnya profesi PNS sebagai Primadona di Indonesia, pertanyaan besar sekarang adalah: sampai kapankah PNS menjadi primadona ? Pemicu awal mulai meliriknya kaum muda Indonesia untuk menjadi PNS adalah mandegnya sektor iklim ekonomi riil (padahal di sektor inilah yang paling banyak menyerap tenaga kerja).  Kalau usaha kecil dan menengah bergerak dengan semangat dan didukung oleh iklim usaha yang kondusif sehingga mampu menyerap jutaan tenaga kerja baru lagi, saya percaya pelan-pelan kaum muda kita akan kembali melupakan lapangan pekerjaan sebagai PNS.  Sudah pasti, para pencari kerja baru itu tidak mau bertarung merebut status pegawai negeri, bukan karena pegawai negeri itu jelek. Sebaliknya, bagi mereka PNS kalah pamor dan kurang menjanjikan dibandingkan dengan profesi swasta.   :)

antri-1

Status Pegawai Negeri Sipil (PNS)  di daerah kita masih merupakan status sosial yang sangat membanggakan.  Status sosial yang membanggakan ini merupakan pilihan pekerjaan yang istimewa, bahkan sebagai primadona. Sebagai sebuah pekerjaan yang primadona maka setiap waktu kehadirannya sangat ditunggu-tunggu.  Masa penerimaan PNS dielu-elukan layaknya seorang aktor dan aktris terkenal yang sedang show dan jumpa fans. Para penggemar yang mengidolakannya membludak berdatangan dari segala penjuru. Hal ini terbukti dengan  jumlah peserta yang mendaftar untuk mengikuti PNS bertambah setiap tahun. Semua bidang kerja yang ditawarkan pemerintah diminati pelamar.

Beberapa variabel yang menjadi penyebab mengapa PNS masih menjadi sektor yang sangat menjanjikan karena: memberi kepastian akan kesejahteraan dan jaminan hari tua. Oleh karena itulah, masuk akal kalau musim penerimaan CPNS ibaratnya adalah ‘musim semi’ yang paling dinanti-nantikan oleh para jutaan pencari kerja  :)

Kita harus sepakat bahwa pandangan terhadap dan memposisikan PNS sebagai sektor primadona harus segera ditinggalkan. Pemerintah, kita harapkan lebih giat lagi mendesain program di sektor ekonomi kecil sehingga akan terjadi penyerapan jutaan tenaga kerja di masyarakat.   Dan… biar APBN kita gak kelebihan beban karena maoritas harus menghabiskan anggarannya untuk belanja pegawai seperti membayar gaji PNS, pejabat dan para pensiun.

Buat para rekans PNS, SELAMAT HARI KORPRI KE - 37 !!!!   :)

Setuju masuk Sekolah pukul 06.30 ??

November 28th, 2008 by amillavtr

Sudah seminggu ini orang-orang yang berkantor @ Komplek Parlemen Senayan berisik nian membahas soal yang sama :  Yaitu kebijakan Pemda DKI yang akan mulai berlaku pada 1 Januari 2009 bahwa semua anak sekolah masuk mulai pukul 06.30 pagi !!

Rekan-rekan (yang kebetulan mayoritas) dan  punya anak dibangku TK atau SD tentunya yang paling banyak protes dan ‘mengutuk’ Keputusan pemda DKI tersebut.  Celakanya lagi, saya sebagai Staff Sekretariat DPD Provinsi DKI termasuk yang ikutan ‘dicari untuk dititipkan’ hujatan kepada Gubernur.. haha  :)
Adapun beberapa komentar yang saya (ingat) dan saya catat sejauh ini sbb :

Sitha : “Emangnya dengan memindahkan jam sekolah jadi jam 6.30 sudah bisa diyakini untuk mengatasi kesemrawutan dan kemacetan Ibu Kota ?  Mana dulu janjinya “Serahkan Pada Ahlinya ?”  Klo bikin kebijakan gini mah gue gak harus sekolah jauh2 ke Jerman…”   (sambil emosi tentunya).

Nina : ” Kebijakan yang bagus tau ?? anak saya jadi bisa dibangunin pagi2 untuk sholat subuh karena biasanya sulit sekali membangunkan dia dibawah jam 6 pagi.  Kalo sudah terbiasa, aku yakin itu menjadi hal yg positif kok”    (typikal Ibu Alim)

Hendra : “Kebijakan yang ngawur nih, mengorbankan anak-anak, Komnas HAM ANAK seharusnya turun tangan buat ngebela hak & kepentingan anak. Bang Foke itu seharusnya bikin aturan yang harus masuk
lebih awal adalah para PNS, supaya bisa memberikan pelayanan yang lebih baik !!!   (ngomongnya sambil melotot ke arah saya, karena saya adalah PNS…  )   :)

Rini : “Mil, kamu khan tau saya tinggal di Bekasi.  Anak saya sekolah di SMP Negeri @ Jakarta, sekarang aja belum ada aturan baru itu dia harus berangkat jam 5 dari rumah karena ikutan mobil antar-jemput.  Dia harus ‘keliling’ dulu jemput temannya yang lain2 sebelum sampai disekolah jam 07.00 pagi.  Kalau begini caranya tandanya dia harus berangkat jam 4 pagi dong ??? Bagaimana ini nasib anakku ??”  (dengan wajah sedih seorang Ibu yg gak rela anaknya disakiti…. )

Angga : “Gimana sih Pemda DKI bikin aturan kok mengorbankan harkat hidup seorang anak ??  Kalau mereka gak becus ngurusin tyransportasi di Jakarta ya akui saja, lantas buatlah kebijakan yang pro publik.  Kok beraninya sama anak kecil (anak sekolahan) yang belom bisa ngelawan klo di-dzolimi ??”   (sambil cemberut ke arah saya, seolah2 saya adalah bagian dari Lingkaran Terdekat Bang Foke… )

Astin : “Apakah nggak ada solusi lain bagi pemda DKI ? Anak-anak perlu banyak waktu istirahat lhoo jeng, supaya bisa berpikir jernih di saat KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) berlangsung. Lha, kalo capek duluan, mana sempet mikir. Jadinya ntar malah asal-asalan ngerjain tugasnya.  Mau jadi apa Bangsa ini kalau anak-anak sekolahnya saja sekolah sudah gak becus akibat jam pelajaran mereka di-forsir pihak Pemda ?”   (bicara dengan nada halus tapi sambil  celingak-celinguk seolah2 takut didengar orang lain…. )

Sony ( ngomong santai sambil mengebulkan asap rokok )  : Kita tahu laah makin pagi makin kosong jalanan dan makin cepat kita bisa mencapai jarak yang sama.  Sudahlah, sekali-sekali bersuara agak positif sama pemerintah napa ? Niatnya OK tuh.  Saya sendiri ngerasain klo lagi hari Libur anak sekolah jalanan jadi rada sepi dikit, gak semacet biasanya.  Masa’ sih tidur lebih cepat 30 menit dan bagun pagi lebih cepat 30 menit gak mau ??  pengorbanan yg gak terlalu besar kok…”    (dalam hati saya membatin : dulu waktu Perda larangan merokok di-umumkan kok reaksi ente gak kaya’ gini ?? )

Maya : “mana suara para Anggota DPD Provinsi DKI terhadap masalah kebijakan ini ?  Kok gak pernah saya baca di surat khabar ??  Kritik dong Bang Foke, emang takut ? Bosan gue cuma bisa curhat sama elo tanpa dapat tanggapan yg pantas ?@@!#@!”    ( Ooops…..   saya-pun cuma ikutan nyengir mendengarnya ).

Oke… Oke…. that’s it !  8 orang aja yang saya catat komentarnya disini, karena selain paling saya ingat, juga mereka adalah teman-teman dekat saya.   Tercatat 6 kontra dan yang pro cuma 2 orang saja.   :)
Kalau ditanya dan (dipaksa) menjawab secara pribadi saya sendiri terus terang agak keberatan dengan kebijakan yang akan diterapkan oleh Pemda DKI ini.  Bukan karena saya malas bangun pagi, atau kasihan dan tak tega membangunkan anak-anak saya untuk bangun dipagi subuh… bukan itu.   Yang paling saya fikirkan malahan nasib para guru-guru anak saya.  :)
Mayoritas guru disekolah anak-anak saya tinggal di perumahan Lingkar luar kota Jakarta seperti Bekasi, Pondok Gede atau Cibubur.   Tanpa aturan ini mereka sudah terbiasa berangkat dari rumah pukul 5 pagi.  Karena guru tidak ada kendaraan antar jemput dan mayoritas tidak punya kendaraan (mobil atau motor), maka mereka berangkat naik Bis Umum.  Tidak terbayang oleh saya, sang Ibu guru… wanita baik hati berusia 48 tahun…   (orang yang ’mengambil alih’ tugas yg seharusnya saya jalani sebagai pendidik anak ), orang yang memberikan ilmu kepada anak saya setiap hari…  jadi harus naik Bis Umum setiap jam 04.00 pagi dengan adanya aturan ini.   :(
Kalau anak-anak saya sih saya tidak terlalu ambil pusing, tokh sekolah mereka dekat dari rumah.  Tinggal dibangunkan lebih pagi 15 menit, problem solved !

Hal krusial lain yang merupakan ‘chain reaction’ dari Kebijakan ini adalah terpotongnya waktu para orang tua untuk bersama dengan anak-anak mereka.  Saya saja yang sampai rumah antara jam 19.00-20.00 malam,  kadang merasa sangat kurang bisa membagi waktu dengan anak.   Bayangkan bila anak dipaksa masuk lebih pagi, tandanya mereka harus tidur lebih dini bukan ?  misalnya anak saya yang biasanya tidur pukul 21.00 WIB, dengan adanya kebijakan ini… supaya tidurnya cukup, maka dia harus memajukan jam tidurnya menjadi pukul 20.00 WIB.  Lantas kapan dia ada waktu bertemu ibunya ini disaat malam ?  :(
Kita semua tau, maksud dan tujuan Pemda DKI ini baik… namun, terkesan emosional dan emoh mengambil keputusan jangka panjang yang bisa memuaskan semua pihak.  Yang tidak tersentuh oleh kebijakan memajukan jam sekolah ini justru inti permasalahan kemacetan lalu-lintas di Jakarta : rasio kapasitas tampung jalan dan jumlah kendaraan yang ada di DKI, serta tidak adanya pembatasan usia kendaraan yang tentunya semakin membuat padat & semrawutnya jalan raya.

school-bus

Chain reaction lainnya saya sempat dengar dari rekan saya Wahyu  “perubahan pola hidup yang sudah menjadi kebiasaan setiap hari ini dapat  mempengaruhi mental anak saya lhoo Mil.  Dia jadi stress karena harus berangkat kepagian dan tidur juga kesorean.   Belum lagi jika jam sekolah dimajukan berarti saya juga harus berangkat lebih awal karena saya khan nge-drop anak saya disekolah setiap hari dan jadinya tiba di  kantor lebih awal deh.  Waktu saya menjadi tidak efektif dan ini juga dapat  berdampak bagi pemborosan listrik di kantor karena jika saya datang lebih cepat dan menggunakan komputer, berarti penggunaan  listrik menjadi bertambah.”     (benar juga …. make sense to me. Sampai sejauh itu-kah ternyata efek berantainya ???  )

“Kebijakan mengurangi kemacetan ini akibat Pemprov DKI tidak mampu mengurus kotanya,  jangan dibebankan kepada anak sekolah duonk. ”  Kurang lebih itulah yang mereka katakan pada saya.  :)
Apa kata Pihak Pemda DKI mengenai hal ini ?  Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengungkapkan memajukan jam sekolah adalah salah satu cara cepat mengatasi kemacetan.   “Untuk mengatasi macet dapat dilakukan dengan menambah jalan dan bus, namun hal itu tidak dapat dilakukan dengan cepat,” kata beliau.

Pak Prijanto mengatakan, tidak tepat bila kebijakan dikatakan tidak efektif.  Bagaimana mungkin dikatakan tidak efektif, karena kebijakannya saja belum  dilaksanakan.  Menurutnya, komentar negatif masyarakat mengenai kebijakan ini adalah  kasuistis dan pribadi.  “Misalnya komentar soal lokasi rumah yang jauh dari sekolah,” ucap beliau.

Prijanto juga tidak setuju bila kebijakan ini dikatakan memperkosa hak asasi anak. “Kalau dalam Islam, anak-anak sudah dididik untuk bangun pagi dan sholat subuh pada pukul 4 pagi,” kata dia.    :)
Ia berkilah bila dicek ke sekolah-sekolah, sekarang pukul 06.30 WIB sudah ramai dengan para siswa.

So, jadi mana yang benar ?  waktu-lah yang akan membuktikan.  Dan kita semua para orang tua tentunya berharap, bila dikemudian hari TERBUKTI KEBIJAKAN INI TIDAK EFEKTIV, mohon Bapak Gubernur dengan berbesar hati membatalkan kebijakan ini demi kebaikan semua pihak.

Buat para Ayah & Ibu diluar sana….. sabar yhaaaaaaaaaaa ???   :)

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa itu …

November 25th, 2008 by amillavtr

Terpujilah wahai engkau Ibu Bapak guru //  Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku // Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku // Bagai prasasti trima kasihku tuk pengabdianmu // Engkau bagai pelita dalam kegelapan // Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan // Engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa //

Hellow…. anyone ??  masih ada yang ingat lagu itu ?   :)  saya sendiri (terus terang nihh) harus menelphone teman dulu saat menuliskan teks lagu diatas, buat nanya tentunya “ehh, elo hafal gak lagu Pahlawan tanpa tanda jasa ?  nyanyiin buat gue donk.  Buat refresh my memory..”   :)
Pagi-pagi hal pertama yang saya lakukan ketika melompat dari tempat tidur adalah mengirim SMS buat kedua Kakak saya,  kedua-duanya sudah menjadi guru SMA selama lebih dari 20 tahun.   Hanya saja,  kakak atau Uni saya yang paling tua menjadi seorang guru PNS.  Sedangkan Uni saya yang kedua menjadi guru sekolah swasta Islam yang terkenal paling elit di Jakarta.  Isi SMS singkat saja “Uni-Uniku chayank… SELAMAT MERAYAKAN HARI GURU NASIONAL yhaaaa”.  :)
Uni nomor satu membalas “busyet… aku gak tau kalau hari ini hari Guru, hehe.  Tks anyway sis”

Uni nomor dua membalas “terima kasih muridku…..”

Uni-uniku,  20  tahun lebih mereka menjadi guru, kalau kami kumpul setiap malam minggu dirumah Ibunda.. pasti ada saja cerita mereka soal tingkah polah murid-muridnya.  Uni saya yang menjadi guru PNS tentunya bercerita tentang murud-muridnya yang bersekolah di sekolah Negeri.  Mayoritas berasal dari keluarga miskin, namun itu bukan halangan bagi Uni saya untuk tetap memperlakukan mereka sebagai anak-anak muda yang punya masa depan,  walaupun nyaris lebih dari separoh murid Uni saya itu tidak akan mampu melanjutkan ke jenjang Universitas karena kemiskinan yang mendera orang tua mereka.

Ada cerita lucu, kadang menyedihkan tentang murid-murid Uni saya yang disekolah Negeri itu.  Tapi dari situ kadang saya mendapat masukan “ooh, begini tokh kondisi anak-anak kalangan menengah bawah.  Ada yang bekerja menjaga toko sepulang sekolah, ada yang membantu ibunya menjual gorengan dan bahkan ada yang menjadi tukang cuci baju tetangganya yang lebih mampu untuk mendapat uang jajan tambahan karena orang tuanya cuma mampu membiayai SPP dia setiap bulan saja.   Sedih rasanya mendengar kisah potret buram  dunia anak-anak remaja dari kalangan tidak mampu itu, yang memang nyata terjadi, di Ibukota Negara ini pula yang kita anggap sudah sedemikian maju  !!   :(
Uni saya yang nomor dua & mengajar disekolah Swasta Elit berbeda lagi kisahnya.  Banyak cerita aneh bin ajaib tapi nyata yang dilakukan murid-muridnya.    Nyaris separoh lebih murid Uni saya itu adalah anak orang kaya atau terpandang di Indonesia.  Maka tingkah mereka dirumah-pun seringkali dipraktekkan juga disekolah, dan kadang suka membuat sejumlah guru lainnya merasa tidak berdaya.  Untung Uni saya tidak begitu, hehe.  Kami sudah terbiasa diajari dalam Budaya Minang oleh Ibunda bahwa “wanita adalah sendi negara (dan) penguasa tunggal dirumah”, hahahaa.     Maka pengaruh budaya itu terbawa terus oleh kami anak-anak wanitanya ketika sudah memasuki dunia kerja dan berumah-tangga, hehe.

Diantara ‘keajaiban’ anak-anak orang kaya itu disekolah misalnya ada seorang anak wanita yang mogok tidak mau bersekolah selama berhari-hari.  Ibu bapaknya yang pengusaha batubara nasional pusing bukan kepalang.  Mereka pikir anak mereka menjadi korban bullying teman-temannya disekolah.  Namun usut punya usut, setelah ditanya lebih jauh & mendalam oleh Uni saya (yang kebetulan menjabat Guru BP disekolah tersebut) anak itu mengaku bahwa dia malu sama teman-teman se-Gank-nya disekolah karena dia tak kunjung dibelikan cincin berlian berkarat besar oleh Bapaknya.   What ????    :)
Ada lagi yang Bapaknya seorang pengusaha Nasional yang masuk daftar 100 orang terkaya di Indonesia.  Kalau dia telat bangun pagi, maka dia akan diantar kesekolah naik Helikopter milik Bapaknya, hahaha.  OMG !!!   Belum lagi banyak kisah betapa mereka seringkali sungguh tidak menghargai barang-barang mahal yang mereka miliki.  Taroh HP mahal semacam Nokia N96, E90, Blackberry Bold atau SE Xperia sembarangan diseantero kelas.  Mungkin karena mereka sejak kecil tidak pernah merasakan betapa susahnya mencari uang, makanya mereka anggap gadget2 mahal pemberian orang tua mereka sama nilainya dengan mainan-mainan plastik yang bisa dibeli didepan Gedung SD negeri.

doris-day-teachers

Kembali ke soal guru, saya jadi teringat pada guru-guru saya semenjak saya kecil.  Sambil makan siang dimeja kerja tadi saya sempat membayangkan berusaha mengingat-ingat wajah mereka.   Guru saya waktu TK… guru pertama dalam hidup saya… namanya Ibu Dati dan Ibu Evi.  Ibu Evi galaknya minta ampun, dan karena kebetulan ketika TK saya adalah ‘jagoan’ disekolah   :D     saya seringkali diomelin beliau karena kerjaan saya kalau tidak berantem yhaa ngobrol dikelas, hehe.   Bu Dati beda, beliau sungguh halus dan baik hati, nyaris tidak pernah bisa marah kepada kami.

Guru SD yang saya ingat ??? uhmmm… hanya Pak Nurdin dan Pak Darto.  Itu-pun saya masih ingat wajah keduanya, karena dua-duanya galak dan  tak segan menjewer, menyentil atau mencubit kalau kami nakal, hahaha.    Selebihnya saya tak ingat nama-nama guru lainnya  *hiks*

Apalagi nama-nama Dosen ketika kuliah dulu.  Jangan-jangan yang namanya manusia itu semakin meningkat umurnya, semakin berkurang daya ingatnya terhadap nama-nama gurunya sendiri (atau semakin tidak perduli ?? ).    Dan gak kusangka, saya ternyata mengalaminya sendiri, hehe.

27 tahun sudah usia hymne buat guru ini. Selama itu pula gelar ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ selalu disandangkan kepada guru. Di satu sisi gelar ini amat menyanjung, namun di sisi yang lain justru kurang menguntungkan bagi profesi guru. Pasalnya, seringkali penghargaan yang mereka terima tak lebih dari sekadar pemanis bibir, sloganistis, dan bernuansa verbalisme.   Nah, akibat verbalisme dan sloganisme itulah dunia pendidikan di Indonesia tak kunjung membaik, bahkan terpuruk. Termasuk di dalamnya adalah keterpurukan nasib mayoritas guru itu sendiri. Guru dikesankan sebagai kelompok masyarakat yang melakukan pekerjaan tulus tanpa boleh menuntut hak dan kesejahteraan yang semestinya.   Padahal Guru juga manusia….  yang punya kehidupan,  yang harus dia biayai sehari-hari.   :(
Guru memang bukan satu-satunya elemen penentu keberhasilan pendidikan, namun tidak berlebihan apabila dikatakan guru adalah kunci utama pendidikan. Perubahan kurikulum dengan beragam julukannya — CBSA, KBK, KTSP, atau apa pun sebutannya — tidak akan membawa perbaikan yang signifikan manakala manusia dewasa yang bernama guru itu tidak memahami dan menjalankan profesinya secara kreatif dan bertanggung jawab.    Guru adalah ujung tombak pendidikan, sementara birokrasi pendidikan hanyalah motivator untuk melejitkan kecerdasan dan kreatifitas mereka.

Oleh sebab itu, tak berlebihan rasanya bila hari ini kita luangkan waktu untuk merenungkan nasib guru-guru kita dahulu  (bagaimana khabar mereka semua ya ? ), nasib guru anak-anak kita dan nasib jutaan guru bantu di seluruh Indonesia.  Biarlah Pemerintah tidak memperhatikan mereka, tapi kita sebagai masyarakat wajib untuk memperhatikan nasib para guru.  Paling tidak guru dari anak kita, atau tetangga kita yang menjadi guru, dan atau-atau lainnya.

SELAMAT HARI GURU NASIONAL BAPAK DAN IBU GURU TERCINTA….. :)

teacher1

Teachers…
Paint their minds
And guide their thoughts
Share their achievements
and advise their faults

Inspire a Love
Of knowledge and truth
As you light the path
Which leads our youth

For our future brightens
With each lesson you teach
Each smile you lengthen
Each goal you help reach

For the dawn of each poet
Each philosopher and king
Begins with a Teacher
And the wisdom they bring.

By Kevin William Huff

MINDSET

November 22nd, 2008 by amillavtr

Dua hari terakhir kemarin sungguh menyenangkan, karena hari-hari saya diisi dengan perbincangan menarik dan berkualitas dengan sejumlah orang-orang cukup pintar dimata saya.  Gosh!  I can’t help my self from smart men…   :)
Entah kenapa, dalam 2 hari itu ada satu nama yang disebut oleh oleh kedua orang berbeda yang ngobrol dengan saya.  Yang satu adalah Pegawai dilingkungan Setjen MK-RI, he’s a good friend of mine & waktu rasanya berhenti berjalan kalau sudah ngobrol dengan dia membahas konstitusi.   :)
Yang satu lagi, seorang presenter & mantan wartawan Tempo yang kalau sudah bicara dengan dia waktu-pun juga rasanya mendadak berhenti (sakin’ menariknya isi pembicaraan beliau).  Kebetulan obrolan dengan beliau kemarin membahas soal DPD dimasa mendatang & apa-apa saja kelemahan DPD di periode sekarang (2004 - 2009) dimata beliau (yang ngakunya sebagai ‘Orang Luar’ DPD ).  :)   Khususnya menyangkut Aspirasi Masyarakat yang selama ini tersumbat dan gak pernah jelas pertanggung jawabannya.  Karena DPD adalah Lembaga Negara yang kinerjanya dibiayai oleh uang pajak masyarakat Indonesia, maka rasanya patut dimintakan ‘pertanggung-jawaban’ kepada para Anggotanya, kenapa ada begitu banyak Aspirasi Masyarakat yang mampet dan tidak tersalurkan sebagaimana mestinya ?

Entah serius atau tidak, rekan yang bekerja di MK itu berkata “you tau nggak Mil, sekarang ada wacana yang sedang dicoba di-realisasikan dikalangan para petinggi negara ini.  Mencoba menukar Sesjen MKRi dengan Sesjen DPD-RI…  Karena semua orang sudah tau Pak Djanedri (Sesjen MK-RI) adalah pekerja keras yang handal & beliau terkenal dengan julukan “a man who CAN FIX ANYTHING”      Maka untuk memperbaiki kinerja Pegawai Setjen & Anggota DPD-RI periode berikutnya (2009 - 2014), beliau akan ditempatkan di Senayan.”

Aku cuma mengangkat alis & memasang ekspresi “sumpe loe ???” .  Rekan-ku itu tetap keukeuh masang wajah serius dan bilang “eeh, aku serius jeng!  Kok kamu malah anggap bercanda sih.  Dan menurut kamu sendiri, kinerja Lembaga tempat kamu kerja itu perlu diperbaiki gak ??”

Saya jawab “iya gw mengaku dehh klo Lembaga tempat gw bekerja itu amat sangat butuh perbaikan, khususnya dalam hal pelayanan kepada masyarakat yaitu penyaluran & penyelesaian aspirasi masyarakat-nya.  Tapi apa perlu sampai harus berganti Sesjen ?? I think Bu Siti CAN HANDLE ANYTHING AS WELL AS YOUR BOSS.. camkan itu !”.

Temenku itu nyengir dan bilang “halah… jangan emosi napa jeng!”  :)
Back to Topic : kedua pria diatas membahas satu nama yang sama yaitu JOHN NAISBITT.  Khususnya mengenai pandangan-padangannya tentang teknologi dan masa depan.  Kedua rekan tersebut kalau saya saring pembicaraan mereka memiliki inti yang sama : selama DPD masih mempertahankan pola kinerja yang tidak ‘akrab teknologi’ seperti sekarang, maka DPD akan ditinggal oleh masyarakat dan bahkan bisa-bisa dilupakan dan lebih baik dibubarkan saja seperti DPA.  Waduhh !  :)
Saya jadi ingat sama buku John Naisbitt yang berjudul MIND SET : RESET YOUR THINKING AND SEE THE FUTURE. Kayanya saya sempat dipinjami Pak eSKa  & saya baca sekitar akhir tahun 2007 lalu (Thank You so much Sir !! ) .  As we know, Naisbitt’s a remarkably prescient futurist.   Dan kaya’nya sulit untuk menyanggah isi bukunya, karena nyaris seluruhnya benar & tidak mustahil akan terjadi di akhir abad ini nanti.

mindset

Dibuku ini Naisbitt menuliskan 11 jenis Polapikir (MINDSET) yang harus diterapkan untuk tercapainya masa depan yang lebih baik di bumi kita ini.

  1. While many things change, most things remain constant :  (Sementara banyak hal berubah, kebanyakan hal tetap konstan).  Bahwasanya perubahan itu tidak akan terjadi dengan sendirinya, melainkan tergantung dari cara kita melakukannya. How we do it changes often - and in big ways.
  2. The future is embedded in the present : Bahwa masa depan itu sebenarnya sudah tertanam sejak sekarang.  Mungkin kita sekarang belum “ngeh” … tapi suatu hari nanti kita baru sadar.  Inti dari pemikiran ini adalah untuk memberikan perhatian pada apa yang terjadi sekarang untuk membangun secara keseluruhan dimasa depan. Naisbitt menyarankan membaca koran sebagai cara terbaik untuk melakukannya.  (hehe, IMHO zaman sekarang tentunya yang kita baca adalah “Online Newspaper dan Blog yang up to date” ).  Let’s go to paperless era !!  :)
  3. Focus on the score of the game :  Maksud yang saya tangkap di point ke-3 ini bahwa kita harus fokus dengan tujuan kita, abaikan segala ocehan & pendapat orang yang bisa membuyarkan tujuan kita.  Perhatikan apa yang benar-benar terjadi.  Ibarat main sepak bola, yang penting itu skor akhir, dan jadikanlah itu sebagai pegangan kita untuk terus fokus.
  4. Understanding how powerful it is not to have to be right :   bahwa kita terkadang harus sadar diri, bahwa bersikap salah-pun kadang bisa menambah kekuatan pada diri kita.  Gak perlu selalu dengerin segala omongan orang.  Fokus saja pada apa yang kita anggap benar.
  5. See the future as a picture puzzle : Don’t try to build your picture of the future as a linear, logical sequence of events.  As with a puzzle, put the easy parts together first, then add other pieces as you see how they fit.  Jadi kita melakukannya tidak grasa-grusu dan tentunya lebih terarah dan lebih bisa dijamin keberhasilannya.   :)
  6. Don’t get so far ahead of the parade that people don’t know you’re in it :  Istilah yang saya anggap pantas untuk point ini kaya’nya JANGAN KEBABLASAN.  People can only comprehend so much change at once - don’t push them so far that you leave them behind.  Karena kaya’nya gak mungkin perubahan itu akan terjadi kalau kita hanya berjalan sendirian…
  7. Resistance to change falls if benefits are real :  Orang perlu memahami manfaat dari perubahan. Setelah mereka lakukan, dan jika manfaat yang ada cukup nyata, mereka pasti akan merangkul perubahan itu.  When people resist change, find out why.  And then address those real concerns.
  8. Things that we expect to happen always happen more slowly :  sama aja laah kalau kita menanti janji temu dengan someone special, nunggu hari H itu datang kaya’nya waktu kok berjalan lambat bangeeet, haha.  :)
  9. You don’t get results by solving problems but by exploiting opportunities :  Cam-kan saja quotation berikut, “Problems are the past.  Opportunities are the future.” Kalau kita hanya berkutat pada masalah-masalah dimasa lalu (seperti yang terjadi pada Bangsa ini berulang-ulang kali…  pantesan saja Bangsa-ku ini tidak kunjung maju, gosh !! ) dan tidak berfikir untuk mengambil peluang untuk menjadi maju dimasa depan, mendingan kita jadi orang mati aja sekalian.  :)
  10. Don’t add unless you subtract :  it’s all about focusing on the few things that are vital, and ignoring the rest.  Don’t add new products without dropping old ones.  Don’t add more people (for the same amount of work) without dropping some lower performers.  Nothing but Agree with it !!
  11. Don’t forget the ecology of technology : bukan hanya makhluk hidup yang memiliki ekologi, teknologi-pun memiliknya.  Every technology has unintended consequences.  Dan tentunya untuk memncapai semua itu kita harus memikirkan apakah dampaknya nanti akan berakibat pada kehidupan manusia.

Naisbitt juga menyadur quotes-nya Lao Tzu :  “To attain knowledge, add things every day.  To attain wisdom, remove things every day.”

Saya pribadi paling suka dengan point No. 10.  Apabila kita melihat ada sesuatu yang tidak berjalan dengan semestinya ditempat kita bekerja, rasanya tangan ini “gatal” pengen membereskan.  Di zaman serba canggih ini, kalau bekerja dengan orang-orang yang (sebenarnya) gagap teknologi, tapi sok pintar-nya minta ampun… itu benar-benar paling menyakitkan.  :)    ( hey, I told Uda Elpris about this matter… dan dia langsung ketawa  + berduka cita dengarnya).  At least I felt so relieved after I told someone about the situation I’m dealing with almost everyday… hehe.  :)

Aneka “Manfaat” Soft drink …

August 12th, 2008 by amillavtr

Berikut beberapa "kegunaan" Soft Drink buat kita …. 

                            

1. Untuk membersihkan toilet :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam toilet.
Tunggu sejam, kemudian siram sampai bersih.
Asam sitric dalam Coca-Cola menghilangkan noda-noda dari keramik .

2. Untuk membersihkan radiator mobil :
Campur sekaleng Coca-Cola ke dalam radiator.
Panaskan mesin 15-30 menit.
Dinginkan mesin, setelah itu buang air radiator.
Anda akan melihat karat yang rontok bersama air tersebut.

3. Untuk menghilangkan titik-titik karat dari bumper / chrome mobil:
Gosok bumper dengan gumpalan alumunium foil yang direndam dalam Coca-Cola .

4. Untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola di atas terminal aki untuk membersihkan korosi.

5. Untuk melonggarkan baut yang berkarat :
Gosokkan kain yang direndam dalam Coca-Cola pada baut yang berkarat.

6. Untuk menghilangkan noda-noda lemak pada pakaian :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam tumpukan cucian yang bernoda lemak, tambahkan detergent,  dan putar dengan putaran normal.
Coca-cola/Pepsi akan menolong menghilangkan noda lemak.

For Ur Attention : 


PH rata-rata dari soft drink  =

Coca-Cola & Pepsi adalah 3.4
Tingkat keasaman ini cukup kuat untuk melarutkan gigi dan tulang !   
Tubuh kita berhenti menumbuhkan tulang pada usia sekitar 30th. 

Setelah itu tulang akan larut setiap tahun melalui urine tergantung dari tingkat
keasaman makanan yang masuk.
Semua Calcium yg larut berkumpul di dalam arteri, urat nadi, kulit, urat daging dan
organ, yang mempengaruhi fungsi ginjal dalam membantu pembentukan batu ginjal.

                         

Soft drinks tidak punya nilai gizi (dalam hal vitamin dan mineral).
Mereka punya kandungan gula lebih tinggi, lebih asam, dan banyak zat aditif seperti
pengawet dan pewarna.   

Sementara orang suka meminum soft drink dingin setelah makan, coba tebak apa akibatnya? Akibatnya ???
Tubuh kita mempunyai suhu optimum 37 supaya enzim pencernaan berfungsi.
Suhu dari soft drink dingin jauh di bawah 37,terkadang mendekati 0.
Hal ini mengurangi keefektivan dari enzim dan memberi tekanan pada sistem pencernaan kita, mencerna lebih sedikit makanan.

Bahkan makanan tersebut difermentasi !! 
Makanan yang difermentasi menghasilkan bau, gas, sisa busuk dan racun, yang diserap oleh usus, diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.
Penyebaran racun ini mengakibatkan pembentukan macam-macam penyakit.

Beberapa Contoh :
Beberapa bulan lalu, ada sebuah kompetisi di Universitas Delhi :
Siapa dapat minum Coca-Cola paling banyak ??
Pemenangnya meminum 8 botol dan mati seketika karena kelebihan Karbondioksida dalam darah dan kekurangan oksigen..   
Setelah itu, Rektor melarang semua soft drink di semua kantin universitas.

Seseorang menaruh gigi patah di dalam botol pepsi, dan dalam 10 hari gigi tersebut melarut !  Gigi dan tulang adalah satu-satunya organ manusia tetap utuh selama tahunan  setelah manusia mati…   

Bayangkan apa yang dilakukan minuman tersebut pada usus dan lapisan perut kita yang  halus !   Anak saya harus diangkat TOTAL usus besar-nya dan hanya bisa  diselamatkan sekitar 17 cm saja oleh Dokter Bedahnya akibat terlalu sering minum Soft Drink secara diam-diam disekolahnya.    Sayangnya penelitian ini dibuat setelah hal tersebut terjadi, semuanya sudah terlambat .

Semoga bisa jadi pelajaran buat kita semuanya yha ….  Sayangi anak / adik / keponakan / anak tetangga kek    khususnya yang masih usia sekolah dengan ‘menegur’ mereka kalau terlalu banyak minum sof drink.   

Ladies !! WASPADALAH … WASPADALAH ….

August 9th, 2008 by amillavtr

Tanda-Tanda Lelaki Ber-alibi

Kaum Adam makin pintar saja ‘main di belakang’.   Maksudnya, mereka makin pintar mencari celah dan alasan untuk menutupi perselingkuhan. Apalagi, terkadang kita tak sadar karena kebaikan Si Dia (yang meski tiba-tiba), kita langsung merasa senang, tersanjung dan terbuai. Alhasil, kita lupa buka mata, pasang telinga (alias tak menaruh curiga)… 

Padahal, bisa saja di balik kebaikannya itu tersimpan sebuah pengkhianatan. Ia sengaja menjadikan kebaikan itu sebagai alibi untuk menutupi ‘rasa berdosanya’ pada Anda. Wah, ini artinya kita perlu selalu waspada. Sebelum dibohongi, yuk cari tahu kebaikan apa saja sih yang bisa ia jadikan alibi.   

                              

1. Wangi sepanjang hari
Dulu, paling susah memintanya rapi. Sekarang, dia tiba-tiba senang memakai parfum, meng-up grade tatanan rambutnya dan senang berkemeja baru. Alasannya, sejak dulu Anda yang meminta. Anda pasti senang dia berubah. Namun, jangan sepenuhnya percaya. Coba cari tahu, jangan-jangan dia sedang ‘dekat’ dengan seorang rekan kerja di kantor.   

2. Rajin olah tubuh
Mendadak dia rajin fitness dan jadi anggota sebuah klub kebugaran. Alasannya, ingin melangsingkan perutnya yang mulai buncit dan ingin selalu fit seperti saran Anda. Duh, pasti Anda senang dan membayangkan akhirnya si dia bakal memiliki bentuk perut six pack. Ehm, jangan buru-buru percaya. Bisa jadi perempuan selingkuhannya juga anggota klub itu.   

3. Bayar tagihan sendiri
Dalam dua bulan terakhir, dia selalu ingin membayar tagihan telepon dan kartu kredit sendiri. Alasannya, tak ingin merepotkan Anda. Di saat yang sama, lembar tagihan telepon dan kartu kredit pun tak lagi terlihat di sembarang tempat. Bahkan Anda agak sulit menemukannya. Sepertinya, dia tak ingin Anda tahu siapa saja yang ia telepon dan untuk apa saja kartu kredit ia gunakan.   

4. Kelewat ‘manis’
Tanpa alasan jelas, dia bersikap sangat manis pada Anda. Bahkan lebih manis dari biasanya. Sikap manis ini bisa saja hanya kedok untuk menutupi ‘dosa’ yang dilakukannya di belakang Anda. Apalagi kalau Anda tanya mengenai perubahan sikap itu, ia menjawab, “Aku kangen sama kamu, Sayang. Kamu enggak senang kalau aku selalu bersikap manis seperti ini ?”    ( kita patut  —->     )

5. Hujan hadiah   
Suatu ketika Anda menemukan sebuah parfum perempuan di mobilnya. Belum sempat Anda tanya, dia sudah mengatakan itu adalah hadiah kejutan buat Anda. Coba cek lagi. Kalau jenisnya berbeda dari yang biasa Anda gunakan, bisa jadi parfum itu bukan sebenarnya untuk Anda. Berhubung Anda menemukannya lebih dulu, ya akhirnya jadi hadiah tak terduga buat Anda.

                            

6. Mau diajak belanja dan banyak tanya
Lelaki mana sih, yang betah diajak belanja? Namun, belakangan dia tak keberatan menemani Anda belanja berjam-jam. Dia juga banyak bertanya dan ingin tahu kesukaan Anda dan perempuan pada umumnya. Mungkin Anda akan mengira akhirnya dia mulai peduli lagi pada Anda. Padahal, sebenarnya dia sedang mengorek apa yang disukai para perempuan sebagai hadiah.   

7. Baik tapi sok misterius
Yang ini sedikit pengecualian. Seberapa pun baiknya dia, jika punya gejala misterius seperti ini, hati-hati. Pertama, dia memberikan alasan yang aneh dan tak ingin datang ke tempat tertentu. Kedua, dia terlihat sangat suka membayar segala sesuatu dengan uang tunai dan menghindari pembayaran dengan kartu kredit (padahal kartu kredit berderet).

Ketiga, dia hampir tak pernah punya waktu untuk Anda di hari Sabtu atau Minggu. Keempat, dia terlihat sangat tenang dan percaya diri, tak seperti umumnya pria yang sedang jatuh cinta. Terakhir, dia tak pernah mau memberitahukan nomor telepon rumah. Nah, kalau gejalanya seperti ini kemungkinan besar Anda sedang berkencan dengan lelaki beristri….   

* Just another Copy - Paste from Jeung Erma Dwi Kusumastuti *      

KENALI 11 GEJALA PSIKOPAT !!!

July 26th, 2008 by amillavtr

Di media massa, akhir-akhir diramaikan dengan berita penangkapan seorang pembunuh dan pelaku mutilasi. Orang ini diyakini sudah membunuh banyak orang, dan semua dilakukan dalam rentang waktu tak begitu lama. Ditengarai, tersangka pelaku ini Verry Idham Henyaksyah a.k.a Ryan adalah seorang psikopat… 

                                 

Tetapi apakah psikopat itu ? Neh gw kutip dari Wikipedia :

Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Pengidapnya juga sering disebut sebagai Sosiopat karena prilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.

Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/ psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut "orang gila tanpa gangguan mental".

Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau dirumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan [1].

Seorang ahli psikopati dunia yang menjadi guru besar di Universitas British Columbia, Vancouver, Kanada bernama Robert D. Hare telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun. Ia berpendapat bahwa seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.

Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan…   

Psikopat memiliki 20 ciri-ciri umum. Namun ciri-ciri ini diharapkan tidak membuat orang-orang mudah mengecap seseorang psikopat karena diagnosis gejala ini membutuhkan pelatihan ketat dan hak menggunakan pedoman penilaian formal, lagipula dibutuhkan wawancara mendalam dan pengamatan-pengamat an lainnya.

Mengecap seseorang dengan psikopat dengan sembarangan beresiko buruk, dan setidaknya membuat nama seseorang itu menjadi jelek. 

         Berikut 11 Gejala-gejala Psikopat :

1. Sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.

2. Egosentris dan menganggap dirinya hebat.

3. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.

4. Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.

5. Sikap antisosial di usia dewasa.

6. Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya.   

7. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.

8. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.

9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.

10. Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar — bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin".

11. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.

Lima tahap mendiagnosis psikopat :

A. Mencocokan kepribadian pasien dengan 20 kriteria yang ditetapkan Prof. Hare. Pencocokkan ini dilakukan dengan cara mewawancara keluarga dan orang-orang terdekat pasien, pengaduan korban, atau pengamatan prilaku pasien dari waktu ke waktu.

B. Memeriksa kesehatan otak dan tubuh lewan pemindaian menggunakan elektroensefalogram , MRI, dan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut penelitian gambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orang normal, pembunuh spontan, dan pembunuh terencana berdarah dingin menunjukkan perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang rendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya sebagai bagian yang membentuk kepribadian [3] [4].

C. Wawancara menggunakan metode DSM IV (The American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV) yang dianggap berhasil untuk menentukan kepribadian antisosial.

D. Memperhatikan gejala kepribadian pasien. Biasanya sejak usia pasien 15 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.

E. Melakukan psikotes. Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi  (ingat Hannibal Lecter ??? Hiyyyy ….  )   

                           

Harapan gw cuma … semoga Ryan di vonis mati !!  

20 JULI : MATIKAN TELEVISI ANDA !!

July 14th, 2008 by amillavtr

                           

Apa rasanya hari tanpa televisi (TV)? Kalau ingin tahu rasanya, silakan ikuti ajakan Koalisi Nasional Hari Tanpa Televisi (HTT) berikut ini : Turn off TV, Turn on Live! Matikan TV dalam Sehari pada tanggal 20 Juli mendatang.   

Koalisi Nasional HTT menetapkan tanggal itu sebagai hari tanpa TV untuk tahun 2008 ini. HTT pada tahun ini merupakan yang ketiga-kalinya dilaksanakan, setelah digagas pada tahun 2006 lalu.

Peneliti dari Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA), Nina Mutmainnah Armando, mengatakan, HTT bukan bermaksud untuk memusuhi televisi. Melainkan, sebagai gerakan untuk membangun sikap bijak terhadap penggunaan TV. 

"Kadang kita lupa, tombol on pada televisi tidak harus selalu menyala. Jadi, gerakan ini bukan untuk memusuhi TV. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan anak pada TV dan pernyataan keprihatinan masyarakat terhadap isi acara TV yang tidak sehat dan tidak aman untuk anak-anak," papar Nina, pada jumpa pers di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jakarta, Senin (14/7) siang tadi.

Target gerakan HTT adalah mengajak 1 juta keluarga di seluruh Indonesia untuk mematikan TV dalam sehari penuh pada tanggal 20 Juli itu. Khususnya, keluarga yang memiliki anak usia prasekolah dan sekolah dasar. 

Beberapa alternatif yang diberikan YPMA, keuarga bisa melakukan kegiatan bersama yang menciptakan interaksi antara anak dengan keluarga dan lingkungan sosialnya. Jam menonton TV yang sangat tinggi pada anak, membuat mereka tercerabut dari komunitas sosialnya.

                              

Penelitian YPMA tahun 2006 menunjukkan, jumlah jam menonton TV pada anak-anak usia sekolah dasar berkisar 30-35 jam dalam satu minggu. Jumlah ini, dinilai terlalu besar untuk hiburan yang kurang sehat bagi anak dan remaja.

Jika dikalkulasi, maka jumlah jam menonton TV mencapai lebih dari 1600 jam dalam satu tahun.    Bandingkan dengan jumlah jam belajar di sekolah dasar negeri yang hanya sekitar 740 jam setahun. "Padahal, menurut para ahli, anak menonton televisi maksimal 2 jam dalam sehari," kata Nina.

Rangkaian kegiatan lainnya yang akan dilakukan pada gerakan HTT ini adalah aksi damai di Bundaran Hotel Indonesia pada tanggal 18 Juli 2008. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Fetty Fajriati Miftach, menyatakan dukungannya terhadap gerakan HTT. Kata dia, keluarga bisa memberikan alternatif lain kepada anak selain menonton TV.

"Kami mendukung sepenuhnya Hari Tanpa TV, bisa memberikan alternatif lain bagi anak. Mengajarkan pada mereka (anak-anak) bahwa banyak kegiatan yang bisa dilakukan selain menonton TV," kata Fetty.   

                         

Persoalannya :  Tangal 20 Juli itu ada F1 Race di Belanda, bow!   Weleh… mana sanggup gue mematikan televisi & menderita ’sakaw’ luar biasa tidak melihat penampilan Yayank Kimi di Arena F1 tersebut ???   

Ferrari Hitam dan Sontoloyo !!

June 30th, 2008 by amillavtr

KATA sontoloyo kini top habis !    —>  thank’s to Mr. SS, Kepala BIN kita yang kelakuannya sungguh jauh panggang dari api (dibandingin dgn James Bond), hahaha. 

Berikut ada tulisan sungguh menarik menyangkut Kosakata SONTOLOYO yang mendadak nge-trend lagi ini.  Penulisnya ??  siapa lagi kalau bukan penulis Favorite saya sepanjang masa, Bang Iwan Piliang     Enjoy !!

———————————————————————————-

Adalah Syamsir Siregar, Kepala Badan Intelijen Nagara (BIN) yang mempopulerkannya. Saya melihat di berita Jumat malam TV One, bagaimana kesalnya Syamsir kepada seorang Menteri Kabinet SBY, yang di rapat kabinet, sesuai penuturan Syamsir, mendukung kenaikan BBM, tapi di DPR berkata lain, menentang. Di televisi pula saya melihat Menteri Koperasi dan UKM, menyatakan ketersinggungan. Suryadharma Ali, bahkan menjelaskan beda diksi tersinggung dan disindir.

Sudah beberapa kali saya menyoroti laku komunikasi politik pejabat publik di Tajuk Rayat Presstalk.info ini. Mulai dari cara Aburizal Bakrie menanggapi warga kebanjiran, yang disebutnya bisa tertawa-tawa, dan yang paling gress ya, ihwal kata sontoloyo itu.

Saya tanya-tanya ke kawan via email di beberapa negara modern, apakah ada kepala intelijen negara bersangkutan bertutur kepada media, publik, macam itu ? Hampir semua email yang saya kirimkan menjawab tidak ada. Mereka malah balik berkata. 

“Ngarang kamu, masa kepala BIN begitu ?” 

Saya membuka kamus Bahasa Indonesia. Kata Sontoloyo berarti: konyol, tidak beres, bodoh (dipakai sebagai kata makian).

SABTU, 28 Juni 2008 malam pukul 19.40, saya mengalami kejadian yang memang tepat disebut sontoloyo. Untuk yang ini saya ingin menunjukkan, terlebih kepada Syamsir Siregar, semoga pula ia membaca Tajuk Rakyat ini, bahwa diksi sontoloyo tepat dipakai untuk yang mana.

Kami sekeluarga menumpang taksi Blue Bird dari arah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menuju rumah di bilangan Malabar, Guntur, Jakarta Selatan. Dari sejak di bundaran Senayan, Jakarta Selatan, jalanan macet. Sebuah sedan Ferrari Hitam B 430 FS - - F 430 menunjukkan tipe Ferrari, S agaknya menyatakan jenisnya, tepat berada di belakang kami.

Dari literatur saya baca F 430 ada beberepa jenis; Spider, Pista, GT2, GT3 dan Scuderia. Top speed mobil ini mencapai 320 km/jam. Di AS mobil ini dijual di kisaran US $ 168 ribu hingga US $ 227 ribu. Jika yang di belakang kami itu tipe Spider, bukan Scuderia, di AS berharga US $ 201 ribu. Sehingga jika masuk ke Indonesia, F 430 Spider, yang bermesin 4.300 cc itu, terkena pajak barang mewah, maka dijual mendekati Rp 6 miliar.

Di dunia ada tipe Ferrari Enzo, menjadi mobil termahal yang pernah dikeluarkan perusahaan otomotif itu, bahkan untuk membelinya pun seseorang harus pernah memiliki Ferarri tipe lain terlebih dulu. Ada pula tipe Ferrari 599 GTB Forano, Ferrari Superamerica, Ferrarri 612 Scagleti, Ferrari F430, F 450, Ferrari 360 Modena, dan Ferrari 355.

Sejak di depan Gedung Diknas, Jl. Sudirman, Jakarta Pusat, Ferarri berpelat nomor B 430 FS itu membunyikan klakson.

Di malam hari mengklakson terus menerus.

Jalanan padat, tersendat.

Kendaraan di depan kami belum bergerak.

Klakson bertubi-tubi.   

Saya membuka kaca jendela depan, dan melongokkan kepala ke belakang. Klakson tetap dibunyikan pengemudi. Saya tak paham entah untuk apa dia begitu. Entah kebelet buang hajat, atau memang supaya dilihat orang bahwa yang bersangkutan naik Ferarri ?

Saya perhatikan di kiri kami mobil-mobil lain, para pengemudi dan penumpangnya juga memalingkan pandang ke Ferarri itu.

Karena di bangku belakang ada anak dan isteri, saya menyabarkan hati sendiri: kepada keluarga, saya katakan Ferari Hitam B 430 FS, itu pengemudinya sontoloyo!

Nah, diksi sontoloyo untuk pengemudi yang demikian, tepatlah nian.

Bagaimana tidak ?

Alasan pertama, hari sudah malam. Alasan kedua, pastilah yang mengemudikan mobil mewah itu orang yang matanya melihat, bukan cacad macam mata Gus Dur. Ketiga, yang dikendarai bukan sembarang mobil, keluaran terbaru berharga sangat mahal, sangat modern, cuma disetir macam supir angkot yang hendak mengejar setoran.

Kesontoloyoan pengemudi itu kian paripurna, begitu ada celah menyusul ia meng-gas kencang, mobil melesat cepat, lalu begitu mendadak ia hendak mengambil jalur lambat di depan Gedung BRI, mau tak mau me-rem mobil sontak, tarikan gas yang semula kencang menjadi sia-sia.

Cara membawa kendaran macam begitu, memang tambah sontoloyo, memboroskan bensin, sekaligus MPO (Menarik Perhatian Orang!).

Saya heran, entah mengapa pula saya seakan dipertontonkan laku-lakon orang-orang berkendaraan mewah di depan hidung saya. Nah jika ada pembaca Tajuk Rakyat Presstalk.info ini yang mengenal pengendara Ferarri B 430 FS, silakan diteruskan tulisan ini kepadanya. Inilah ucapan terima kasih kepadanya, sehingga saya bisa menunjukkan kepada khalayak dengan jernih, diksi mana yang layak disebut sontoloyo dan mana tidak pantas. 

Pengemudi Ferrari layak disebut sontoloyo. Tetapi seorang pejabat publik, lebih pula seorang kepala intelijen negara, menuding Menteri Kabinet di kabinet di mana dia sama-sama menjabat, amatlah tidak pas. Keadaan demikian, menunjukkan kaparipurnaan pah-poh-nya komunikasi politik pejabat publik kita. Bila diteruskan kalimat ini, jika sesama pejabat saja mereka bisa berkata demikian, apalah lagi kepada rakyatnya.

Ampun! Ambo rakyat Pak!

Mengharap kebijakan kepada pemimpin untuk berpihak kepada rakyat, jika berlogika kata saja demikian, memupuskan harapan, memang.

Bisa jadi saya menuliskan ini, kalangan intel juga tidak senang dan merasa dikuliahi. Tapi biarlah, karena secara tak sengaja saya seakan diberi “mandat” menuliskan. Pemberi mandat pun saya tak paham, tulisan ini mengalir dari kejernihan hati dan momen di mana saya mendapatkan padanan mendeskripsikan.

IHWAL padanan, agar tak terjebak dengan interpretasi pembaca yang mengatakan cemburu - macam ada pembaca tulisan saya yang berkomentar ketika menulis Range Rover Sport - karena tak mampu membeli mobil super mewah, lalu beraninya menulis macam di atas ?

Tentulah tak demikian!

Saya memberi pembanding, beberapa kata sontoloyo lain yang paling layak ditudingkan, menyangkut fakta yang masih urusan di jalanan.

Tiga pekan lalu, saya menumpang mobil seorang kawan, setelah usai makan malam dan ngobrol ngalor ngidul di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pukul 01.30, saya berhenti di seberang terminal bis Manggarai, Jakarta Selatan. Kawan saya yang mukim di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, saya minta lurus saja di Jl. Saharjo. Saya akan naik ojek, agar tak merepotkan, toh sudah dekat rumah.

Baru turun mobil saya melihat ke arah kanan, ada satu motor bebek yang dipacu kencang. Dalam hitungan detik, motor itu nyelenong macam peluru, garis lurus, hanya empat langkah di depan saya. Angin dingin malam mengibas kepala saya berambut cepak. Motor menabrak trotoar yang tinggi, lalu melompat ke dinding toko orang. Seketika saya lihat bagian depan motor patah. Ban dan velg bergulung. Pengemudi lunglai.

Saya tak melihat darah. Tetapi ketika polisi kemudian mengangkat dan membawa ke Rumah Sakit Sultan Agung, dekat dari lokasi kejadian, tangan pengendara itu sudah seperti terlipat-lipat, patah-patah. 

Nah kepada pengendara motor yang saya saksikan di depan hidung saya itu, diksi sontoloyo tepatlah diucapkan. Apapun latarnya, entah mabuk, entah sakit ayan, tetapi cara mengemudi motor demikian, jelas sontoloyo.

Jadi, tampak jelas, kan, ya, di mana kata sontoloyo tepat digunakan! 

Agar lebih jelas lagi, ini fakta berikutnya.

Hingga hari ini jika mengantarkan anak berangkat pagi ke sekolah, saban hari saya perhatikan, selalu ada orang tua membonceng anak naik motor ke sekolah di perempatan Halimun, ke arah Menteng, Jakarat Pusat. Orang tua yang demikian tentulah sosok yang baik.

Akan tetapi bila di belakangnya ada anak berseragam sekolah, apakah itu seragam putih merah (SD), juga seragam putih biru (SMP), dan si orang tua itu menabrak saja lampu merah, maka perilaku orang tua demikian, saya sebut sontoloyo. Ini julukan sontoloyo berikutnya.

Hingga hari ini, laku orang tua membonceng anak berseragam sekolah menabrak lampu lalu lintas itu, masih sering dan tampak terlihat di Jakarta. Begitulah kebanyakan orang Jakarta bermotor di jalanan - - ihwal motor di Tajuk Rakyat ini sudah masuk bagian lima - - suka sontoloyo.

Nah, jika Anda rajin mengamati, termasuk perilaku pengemudi mobil di jalan tol, kata-kata sontoloyo, memang paling layak dihamburkan kepada mereka. Laku, saling menyerobot, tidak menjaga jarak, tidak melihat kondisi mobil untuk dipacu ; mobil kelas angkutan barang, yang di Indonesia banyak “disulap” jadi mobil penumpang, memang garang berlari kencang.

Tetapi sangat tidak laik darat.

Mobil-mobil yang tak laik darat itulah sering kali berjumpalitan di tol. Dua pekan lalu ketika hendak menuju Serang, Banten, saya menyaksikan sebuah minibus ditabrak sedan dari belakang, senggolan sedikit saja, karena mobil kencang tidak stabil, membuat minibus itu berguling-guling.

Saya kok sangat yakin, kata sontoloyo hanya layak berpanjang-panjang layak ditujukan kepada adab kita berlalu lintas, bukan kata yang harus muncul dari mulut seorang pejabat publik, apalagi jika hal itu ditujukan kepada sesama pejabat di pemerintahan yang sah.

Saya jadi teringat kenyataan, jika jari teluntuk menunjuk ke depan, empat jari lain tertuju kepada diri sendiri.

Jika saya menuding pengemudi Ferrari hitam sontoloyo, semoga empat jari mengingatkan, agar jangan bersontoloyo, apalagi kian loyo, di tengah kesulitan ekonomi kini. Gairah hidup harus ditambah, gas semangat harus ditancap. Tapi bukan meng-gas macam mengemudikan Ferrari hitam, tentu !

Minggu, 29 Juni 2008 -  Iwan Piliang, presstalk.info