‘BERDAMAI’ dengan TUHAN : PART- 2

Day 5 - 8 @ RS. MHT

Rabu - Sabtu/ 6 - 9 Dec 2006

Paginya
pasca operasi, pukul 07.00 pagi aku sudah diizinkan masuk ke ruang
perawatan Sonia. Dia tampak begitu tak berdaya, matanya tidak
memancarkan sinar sedikitpun. Walau hatiku sedih, tapi aku tetap
tersenyum dan menyapanya sambiL masang muka bahagia.

"Hallo sayang… apa khabar Princess mami hari ini ?"
Dia nggak menjawab apa-apa.  Cuma suara serak banget yang keluar dari tenggorokannya.
"suara-ku hiLang mam… dan aku nggak ngerasain apa-apa"
Aku
jelasin aja kalau dia masih dibawah pengaruh obat bius total, sehingga
dari pinggang ke bawah rasanya lumpuh total dan tidak bisa menggerakkan
apa-apa.

"sabar yha sayang" kataku …  "kalau
Sonia kuat dan bisa menahan segalanya selama bertahun-tahun ini,
tandanya Kakak juga akan kuat menahan sakit yang akan terjadi nanti
khan ?"
 
Wajahnya rada
bingung, lalu aku mulai menjelaskan padanya sejujur mungkin tanpa ada
nada menakut-nakuti. Mulai dari proses menggigilnya badan bila efek
obat bius mulai menghilang… lalu diiringi mati rasa perlahan-lahan
yang akan semakin menurun menuju jari kaki… hingga akhirnya tinggal
rasa perih akibat luka operasi.
:-(
Dengan
mata hampa Nia cuma menganggukkan kepalanya. Aku juga nggak yakin dia
menyimak semua kata-kataku tadi. Tapi aku yakin di alam bawah sadarnya
dia mencerna dan merekam semua kata-kataku tadi.

Miris
rasanya melihat ada begitu banyak selang yang dipasang ditubuhnya untuk
menunjang-nya bertahan hidup. Ada selang oksigen… ada selang NGT …
ada selang infus … ada selang pendeteksi detak jantung… selang
pendeteksi O2. Di badan sekecil itu ada begitu banyak penunjang
kehidupan buatan manusia. Aku terlalu ngeri ngebayangin Jika salah satu
selang itu dicabut, nanti akan terjadi efek apa. Hiyyyy…   
:-(

Hari
demi hari berlalu … teman-teman … sahabat … saudara-saudara
jauh… guru-guru … teman-teman sekelas Sonia… para orang tua
siswa… silih berganti datang membezoek. Tapi aku kok jadinya stress
yha kalau ada yang mem-bezoek ?? ;-(
Bukan apa-apa, aku jadi stress & menggigil aja karena terpaksa
harus mengulang kronologis kasus Sonia sampai harus berakhir dimeja
di-operasi seperti ini.

Dan jangan dikira keadaan sudah aman …
Sonia masih masuk masa kritis selama 72 jam kedepan. Infeksi di ususnya
dikhawatirkan bisa merebak sewaktu-waktu walaupun Prof. Ali sudah
memotong tuntas segala jenis usus yang koyak & membusuk itu. Namun
masih amat sangat perlu dijaga agar jangan sampai infeksi itu meruyak
keseluruh pembuluh darah. Secara ketika dibawa ke RS. MHT kondisi bagian
dalam tubuhnya sudah dipenuh infeksi melalui darah dan kotoran sisa
makanannya. :-(

Dan selama berhari-hari … setiap malam
khususnya… aku selalu membaca Al-Quran didepan ranjangnya dan kuminta
dia untuk mengikuti dalam hati. Aku baca semua jenis doa-doa
penyembuhan sakit yang kudapat dari internet, seperti petunjuk
kronologis bagi pengobatan Islami. Brubung gue awam, aku cuma punya
satu keyakinan : bila sesuatu doa dipanjatkan dari hati yang paling
dalam, Insya Allah akan dikabulkan Tuhan. Aneka doa-doa yang sebelumnya
gak pernah kukenal aku bacakan buat Sonia.

Seperti doa Ketika Rasullulloh sakit maka  Malaikat        Jibril kemudian membacakan salah satu doa sambil ditiupkan ketubuh Nabi, doanya

BismiIlahi arqiika minkulli syai-in yu’dziika minsyarri kulli nafsin
au-ainiasadin Alloohu yasyfiika bismIllahi arqiika".

Lalu doa lainnya yang selalu aku bacakan sebelum Sonia tidur berdasarkan Dalam satu riwayat bahwasanya Nabi Muhammmad        SAW apabila beliau sakit maka membaca “Al-muawwidzat” yaitu tiga        surat Al Qur’an yang diawali dengan kata “ A’udzu ”
Yaitu :
       surat An Nas, Al Falaq dan Al Ikhlas.

Ada lagi yang menurutku Doa lumayan penting, membaca :
“Basmalah 3x dan …
"A’udzu        bi-izzatillah waqudrotihi minsyarrima ajidu wa uhajiru" sebanyak 7x
 
Aku
selalu berharap Allah akan mendengar doa-doaku diatas. Dan selalu juga
aku berdoa agar Tuhan memberi kekuatan terus kepada Sonia seperti yang
lalu-lalu.
:-)

Kaya’nya
lucu … aku yang selama ini tidak perduli pada-NYA … yang selama ini
merasa diperlakukan tidak adil oleh-NYA… mendadak jadi begitu merasa
sangat penting untuk selalu mendekatkan diri pada-NYA. Karena misi-ku
hanya satu : Sonia sembuh and back to normal again. Selain itu aku
bener-benar butuh "sesuatu" untuk bersandar… aku tidak butuh
seseorang, karena aku tau yang namanya manusia pasti kemampuannya-pun
terbatas. Jadi aku hanya bisa bersandar pada-NYA. Bisa merasakan aman
setiap habis "curhat" pada-NYA. Betapa galaunya hatiku menanti 24×3 jam
berlalunya masa kritis Sonia.

Setiap hari resume yang kudapat
dari Dr. Mitha atau Prof. Ali selalu berubah-ubah. Hari ini baik…
hari esok agak mengkhawatirkan. Jiwaku dibuat ibarat yoyo, selalu naik
turun nggak karuan.. Seandainya aku wanita yang punya lemah jantung,
aku yakin aku bakalan dirawat inap juga karena tekanan psikis yang
kualami jauh lebih hebat & mengerikan melebihi putaran-putaran
Roller Coaster di Millenium Force - Ceddar Point, Ohio. :-(
Tapi sekarang kondisinya sudah lain… ‘teman’ku mengadu hanyalah DIA dan diatas sajadah hijau Musholla R. PICU Lt. 3

Ya
Allah ya Robbi … berilah kekuatan pada Sonia untuk melewati masa-masa
kritisnya dan berilah kekuatan yang amat sangat padanya untuk
mengabaikan rasa sakit luar biasa yang berasal dari Luka bedah yang
begitu besar diperutnya. Aku ingin menukar tempat, namun itu nggak
mungkin karena semua sudah terjadi dan digariskan oleh-NYA.

Aku cuma
bisa terus menerus berdoa agar Sonia bisa tegar dan perkasa menghadapi
cobaan seberat ini. Aku hanya ingin melihat dia berumur panjang dan
bisa tertawa kencang-kencang lagi.

Please God I beg you ….   

Leave a Reply