It’s Not Over Yet …

   

   

         

 

Day 9 @ RS. MHT
Minggu / 10 Dec 2006

 

                  

 

Hari
ini aku lalui tanpa ada firasat apapun. Janjian sama semua kakak dan
adik mau Rapat keluarga di Cafetaria RS ngebahas soal pembiayaan
pengobatan Sonia yang minta ampun membengkak hingga ratusan juta rupiah
serta cara penanggulangannya.
Juga dibahas khusus sifat
uring-uringanku yang cenderung memojokkan si Papi kalau kami terkena
masalah yang rada gede model gini. Entah kenapa kalau aku sudah anggap
dia lambat, lelet dan gak sigap mengambil keputusan, aku bisanya cuma
ngomel abis-abisan yang ujung-ujungnya benci sama si Papi setengah
mati. :-(
Kakak-kakak
mengingatkan bahwa ini adalah masalah bersama kita sebagai satu
keluarga besar, maka kita-pun harus menanggulanginya secara kompak.
Khususnya aku sebagai mami dan papi-nya Sonia haruslah satu suara untuk
menyelesaikan masalah dan jangan sampai menggunakan emosi melebihi
nalar.
Setelah aku berhasil di calm-down oleh mereka, kami-pun makan
malam bersama di Resto Mas Miskun. Dasar Sain’s Family, mau kondisi
kaya’ apapun juga yang namanya Wisata Kuliner gak bakalan ada matinye
!! :-D

Sesampainya
di RS. MHT aku mau menemui Sonia di R.PICU namun oleh suster dilarang
dengan alasan "sedang ada tindakan terhadap Sonia". Aku kaget luar
biasa, karena tadi Sonia aku tinggalkan dalam keadaan biasa-biasa aja.
Sempat aku lihat dia sedang dipakein masker oksigen berujuran besar dan
dadanya tampak turun-naik tidak karuan.
Aku stress berat, para
suster kutanya gak ada yang berani jawab detail hanya bilang "Nia sesak
nafas Bu, biar dokter Mita nanti yang nerangin, bukan kapasitas saya…"
Mondar mandir aku menunggu di ruang tunggu dengan was-was… what’s going on ??
Tak
lama kemudian muncul Dokter Mita… masih ber-kebaya ria. Ternyata dia
langsung kabur dari kondangan begitu di-telphone suster mengenai
keadaan Sonia.
Aku tunggu 10 menitan lagi, baru kemudian aku - papi
dan Bapak Mertuaku dipanggil kedalam Ruang PICU. Dokter Mia menerangkan
bahwa sesak yang terjadi tadi akibat paru-paru Sonia tampaknya juga
sudah ikutan terinfeksi.  :-(   secara
kemarin ketika dibawa ke RS. MHT kondisi bagian dalam perut dan darah
Nia sudah terinfeksi total oleh kotorannya sendiri akibat usus yang
bocor disana-sini.

Good Lord !! belum pernah seumur hidupku aku
merasa sepasrah ini kepada NYA. Aku sudah nggak tau harus bicara
apa-apa. Aku cuma bisa diam, tenang. Seolah-olah nyawaku saat itu telah
pergi ninggalin tubuhku. Aku melayang sejauh mungkin akibat rasa sedih
yang rasanya gak sanggup aku hadapi. Aku serasa melayang seringan balon
yang diisi penuh Hidrogen.  :-(

Sungguh
ini perasaan Pasrah Luar biasa yang pernah aku alami dalam hidupku. Aku
nggak sempat untuk terguncang lagi. Hati-ku perih sekali, membayangkan
ada begitu banyak infeksi yang mengaliri sekujur tubuh anak gadisku.
Selesai
Dokter Mita memberi penjelasan aku langsung pergi meninggalkan Ruang
PICU dan menuju musholla untuk duduk termenung sendiri. Apa salahku Ya
Tuhan ? kok masih belum berhenti penderitaan yang harus dilalui
Sonia-ku yang tidak berdosa itu…
Hingga akhirnya pada satu titik
tertentu aku nggak tahan juga dan aku hanya bisa menangis tersedu-sedu
sendirian. Menyesali ‘kepayahan’-ku sebagai Ibu yang terlambat
menangani sakit anak-nya… kepayahan-ku menemukan dokter yang Paling
Payah dan Rumah sakit yang paliiing payah banget yaitu RS. Bunda
sehingga anakku terlambat ditangani. I hate myseLf !!!
Lalu
mendadak Gabe muncul dan duduk disampingku. Dia nanya dengan lugu "mam
kok nangis ? mami lagi sedihin apaan ?" Aku nggak menjawab
pertanyaannya, aku langsung memeluk tubuh endut-nya erat-erat dan
dia-pun (yang biasanya berontak kalau dipeluk…) diam aja. Mungkin dia
tau mami-nya lagi butuh ‘a shoulder to cry on’. Kucium pipi gembuLnya
dan bilang "mami nangis karena mami lagi sakit kepala Dek…"

Lalu pembantu-ku muncul dan bilang "Bu, dipanggil sama kakak buat nemenin dia".
Aku
langsung buru-buru melompat dan pergi kekamar mandi. Aku cuci mukaku
lalu langsung memakai bedak untuk menutupi wajah bekas menangisku. Aku
nggak mau Sonia melihatku menangis, karena takutnya nanti dia ikutan
sedih. Begitu sampai dikamarnya di R. PICU gadis kecilku tampak sedang
terkapar ditempat tidur, memakai master oksigen berukuran besar untuk
mengimbangi napasnya yang lagi sesak luar biasa. Sonia melambaikan
tangannya dan berbisik "mam… bobo disini ya malam ini. Temanin aku.
AKu takut sendirian"
Aku mengangguk menyanggupi da Dokter Mita-pun
langsung mengeluarkan perintah "mulai saat ini Sonia bebas dikunjungi
& ditemani mami-papinya kapam saja, gak perlu sesuai jam bezoek"

Walhasil…
malam itu aku menemani Nia tidur dikamarnya (yang tanpa extra bed bo!
cuma ada kursi doank..). Yang ada aku nyaris gak bisa tidur semaleman.
Perut kram… punggung pegal… pinggang encok… nasiiib-nasiiib. Tapi
demi membahagiakan anak : What the heck deh !! :-D
Paginya Sonia kelihatan seneng banget karena akhirnya ditemenin mami
dikamar (seandainya dia tau betapa menderitanya sang mami… hehehe)

Lalu
beberapa hari kedepan kulalui dengan perasaan was-was. Obat-obatan
untuk mematikan infeksi Sonia terus diberikan. Aku cuma berdoa semoga
khasiat obat-obat patent ini ’sehebat’ harganya… :-)

Day 15 @ RS. MHT
Jumat / 15 Dec 2006

Pagi-pagi
aku sudah dimintai tanda-tangan untuk menyetujui tindakan USG terhadap
Sonia. Aku tanya kenapa harus di-USG lagi ? Suster bilang perintah
Dokter Mita karena ketika diperiksa semalam pergerakan usus Sonia
terdengar lambat lagi dan cairan yang keluar dari tubuhnya masih jauuh
lebih banyak dibandingkan cairan infus yang masuk.
Walhasil jam
06.30 pagi … aku yang masih kusut-masai … harus ready di R. PICU
menemani Sonia di USG. Hasil USG tidak menggembirakan. Jelas pergerakan
usus sangat lambat, lalu tampak ada penumpukkan cairan dalam lambung .
Tapi ada yang lebih mengerikan dibandingkan ke-2 hasil USG tersebut.
Luka operasi diperut sebelah kanan Nia tampak robek dan merekah !! Aku
bener-bener ngeri dibuatnya. Kenapa sampai bisa begitu ??

Lalu
jam 13.30 Dr. Mita datang dan menyatakan bahwa "mom… she’s still in
unstable conditions. So please be patience." Persoalannya Dok : sampai
kapan ???

Lalu jam 16.00 Prof. Ali datang memeriksa Sonia dan
begitu melihat kondisi lukanya yang robek sedemikian parah beliau
menyatakan "Sonia harus di-operasi lagi malam ini juga".
Ampuuuuuuuuuuuuunnnn…
Aku
langsung menghubungi kakak-kakak dan adikku, mengabarkan mereka tentang
re-posisition operation ini. Bayangin betapa stress dan terguncang-nya
semua orang. Kasihan Nia, luka kemarin belum sembuh sekarang sudah
harus di-operasi lagi. Aku sendiri ?? for no reason why, I can’t cry
hard enough… nyesek bangeth rasanya, more than words can say.

Operasi
dimulai jam 19.30 WIB dan sebelum operasi dimulai aku & papi
dipanggil prof. Ali. Beliau menyatakan bahwa Sonia harus dioperasi
karena ternyata usus Nia yang ditaris keluar melesak kedalam luka dan
menimbulkan sedikit radang & infeksi dimana-mana. Gosh !!
Aku
cuma bisa pasrah saja dan menanti di luar Ruang operasi. Kira-kira 2.5
jam kemudian operasi selesai, tepat disaat aku sedang sholat Isya
sambil menangis-nangis memohon keselamatan & kesembuhan Sonia.
Please God, don’t stop your miracle rightnow… I still need your
miracle to Sonia…


Begitu
aku balik ke OR, kakak-kakakku bilang operasinya sudah selesai dan
Insya Allah Sonia nggak akan terkena ekses apapun. Aku masih penasaran
pengen tau detilnya, tapi Kak Luki lalu bilang "kalau saya mendingan
nggak usah tanya-tanya lagi deh, serahkan saja pada ahlinya yaitu
Dokter. Seandainya kita tau tokh kita tak akan bisa berbuat apa-apa.
Malahan bikin nggak bisa tidur karena kepikiran sama penjelasan dokter".
Bener juga sih… akhirnya amu memutuskan tekad bulat :  I DON’T WANNA KNOW !!
Yang aku tau adalah Sonia akan kelihatan sehat… bugar dan kembali seperti dulu…   

Malam
itu aku relatif lebih tenang dan tidak mau memikirkan hal-hal yang
terburuk. Yang ada dibenakku cuma pasrah… pasrah… dan pasrah.
Tugasku sebagai Ibu hanyalah mengirimkan Sonia doa sebanyak
banyak-banyaknya. Dan akupun membaca Al-Quran semalaman itu untuk
menenangkan hatiku yang sebenarnya galau tapi tak bisa kukeluarkan atau
ungkapkan pada siapapun….

 


Day 16 @ RS. MHT
Sabtu / 16 Dec 2006

Pagi-pagi aku sudah dipanggil kekamar Sonia, and believe it or not… SHE LOOKS MUCH BETTER !!     Thank’s GOD… for everything you’ve done to her …
Apakah
ini yang namanya berkah tersembunyi ?? dibalik cobaan ada mukjizat
dibaliknya ?? Ternyata ketika di-operasi semalam ketahuan ternyata
seluruh jahitan operasi Sonia rapuh & bocor akibat melesak-nya sang
Usus. God ! seandainya jahitan kanan tidak sobek dan merekah, belum
tentu kebocoran itu akan ketahuan oleh Dokter karena letaknya didalam
perut. Fiuuhhh….

Sonia
udah mulai bawel lagi… jutek lagi… ngomel-ngomel lagi.. And this is
a good signs for me. Karena memang begitulah dia biasanya, he he.
Siangnya
aku tinggal dia pulang sebentar, gantian biar ditemenin papi-nya. Aku
tidur seharian (in my bed… finaLLy). Sore aku balik lagi ke Hospital,
dan malam Dr. Mita datang. Dia bilang kondisi tubuh Sonia cenderung
membaik dan menuju kearah positif alias penyembuhan.
Thank’s GOD…
I don’t know what to do without YOU… Plaing tidak aku jadi bisa
tersenyum lagi sekarang. Senyum yang benar-benar senyum dari hati,
bukan basa-basi….

Leave a Reply