What’s Wrong With Tihs Country ???

Sejak Pemilihan Presiden & Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat pada tahun 2004, believe it or not… Negeri tercinta kita ini tak putus dirundung bencana. “Pertanda” awal (menurut teman gue sang penyuka mistis ) ketika baru beberapa hari SBY dilantik menjadi Presiden RI, Rombongan kendaraan-nya dari Cikeas menuju Istana menimbulkan kecelakaan lalu lintas di jalan tol yang mengakibatkan sejumlah nyawa melayang. Lalu kemudian dalam hitungan bulan datanglah Bencana dahsyat pertama : tsunami di Aceh & gempa di Nias… disusul munculnya kawah lumpur dari dasar bumi di Sidoarjo akibat proses pengeboran yang nggak benar yg dilakukan PT. Lapindo Brantas… pemboman & pembantaian manusia di Poso yang nggak brenti… perang antar suku di Papua yg nggak berhenti juga… Lalu tsunami di Bantul & Jogya … terus menerus gak berhenti. Grrr_2

Awal tahun 2007 bahkan lebih dahsyat lagi… baru lonceng Tahun Baru dibunyikan bangsa ini langsung ‘disuguhi’ oleh hilangnya pesawat Boeing milik armada Adam Air berikut penumpangnya yang berjumlah ratusan orang. Benar-benar hilang bak ditelan bumi. Sebagian besar meyakini pesawat itu tenggelam dikedalaman dibawah 2000 meter perairan Laut Majene Sul-Bar, sebagian lagi meyakini pesawat itu meledak berkeping-keping di udara sampai gak bersisa… dan sebagian keciiil lainnya, para penyuka kisah Sci-Fi (Like me… Grin_2 ) jauh lebih menyukai versi ‘ala’ The X-Files… bahwa pesawat itu hilang akibat di-abductee oleh para Alien yang mengincar Planet Bumi. Itu teori paling goblox… tapi paling seru dan menegangkan dibandingkan versi lainnya yang terlalu ‘Real’… Belizking_2

Lalu kapal KMP Senopati Nusantara juga tenggelam & mengakibatkan lebih dari 200 nyawa melayang sia-sia akibat kecerobohan (yang disengaja) Pihak Perhubungan Laut maupun Awak Kapal tersebut, dan semuanya hanya gara-gara satu nama yaitu “Duit” … Malapetaka transportasi publik pun selayaknya dipandang sebagai kesalahan dan kelalaian manusia. Hampir di semua moda transportasi publik itu, keselamatan penumpang sama sekali nggak menjadi prioritas utama. Kelebihan muatan dalam moda angkutan, regulasi yang gak dipatuhi, pengawasan yang lemah dan sejenisnya, hanyalah sebagian fakta yang memperlihatkan betapa bobrok-nya sistem transportasi publik di negeri ini. Argg

Lalu di Bulan yang sama menyusul terjadinya Banjir besar di seantero Jakarta. Bikin kondisi perekonomian Ibukota Republik ini jadi acakaduL, dan antara Pemerintah Pusat & Daerah saling tuduh mencari kambing hitam penyebab banjir itu. Sedang Rakyat yang jadi korban ?? tetap kelaparan… kedinginan … karena hingga (detik ini) dana PPMK buat para korban banjir gak kunjung dicairkan oleh pemda DKI. Blablabla_1

Lalu susul menyusul ibarat Lomba sprint test, bencana alam terjadi seperti terpaan angin puting beliung di Yogya… Gempa di NTT… Kapal Levina I terbakar & tenggelam …. Pesawat Adam Air hard landing & menjadi patah 2… Gempa & longsor di Kampuang halaman ambo Sumatera Barat … semuanya mengakibatkan nyawa melayang bila ditotal sampai ratusan jumlahnya. Dan yang terakhir dan masih “hangat” kemarin pagi Pesawat Boeing - 737 milik Garuda Indonesia Airways mengalami hard landing dan langsung terbakar & meledak di Bandara Adi Sucipto saat itu juga. Akibatnya My Eldest Brother Kak Boy sebagai salah satu Panggawa Safety Department di GIA, sejak Rabu ‘menetap’ di Jogya hingga detik blog ini dibuat untuk ‘clean-up the mess’ … mencari Fakta penyebab kecelakaan itu… Keringet_2

“Lucunya” … aku dan kakak-kakak malam minggu lalu saat kumpul di Ridi baru aja ngebahas betapa tidak amannya armada penerbangan di Indonesia KECUALI Garuda Indonesia. Dan berdasarkan kenyataan itulah maka warga Indonesia (bahkan warga Asing) yang sering bepergian ke Luar Kota lebih memilih naik Garuda (including me… ). Tapi emang dasar ajaL sudah mengincar… nyaris mirip fiLm “Final Destination”… itulah yang terjadi pada wartawan Australia bernama Morgan Mellis. Maksud hati pengen selamat, malah kematian didapat. Padahal dia sudah mendapatkan ticket Adam Air menuju Jogya di hari yang sama, namun karena keburu ‘Parno’ dengan konsidi keselamatan penumpang bila naik Adam Air, maka dia buru-buru ganti penerbangan dengan Garuda. Eeehh… yang ada malahan terjadi sebaliknya. Ignoreme_1

Konon, karena dinegeri ini bencana bak arisan datangnya silih berganti, maka perlu intropeksi dari seluruh komponen bangsa mulai dari Presiden sampai rakyat jelata. Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih melalui pemilihan lansung 2004, harus intropeksi apakah janji-janjinya dulu harap diingat dan dikaji ulang? Apakah sudah ditepati, karena janji adalah utang. Begitu juga karena DKI akan memasuki masa PILKADA 2007, dihimbau kepada Calon Gubernur untuk tidak memakai uang panas dari hasil KORUPSI untuk membuat KOALISI dengan cara POLITIK DAGANG SAPI untuk merebut kekuasaan karena hal ini akan mengundang BENCANA. Laksanakan PILKADA DKI dengan jujur dan bersih tanpa melakukan MONEY POLITIK yang uangnya ditilep dari uang rakyat, nanti ALAM akan berbicara dalam bentuk BENCANA seperti BANJIR BESAR 2002, 2007 yang baru saja dirasakan dikarenakan PEMIMPINNYA TIDAK AMANAH.
Confused

Bencana alam di Tanah Air memang datang ibarat air bah, meluncur deraaas tanpa ada batas. Rentetan bencana alam itu kian menyadarkan kita bahwa ada sesuatu yang tidak beres di negeri ini. Semestinya, rentetan bencana itu membangkitkan kesadaran bahwa itulah cermin kemarahan alam. Alam marah karena keseimbangannya telah terganggu. Dan, gangguan itu datangnya dari ulah manusia juga. Harus diakui, masih teramat banyak anak bangsa ini yang kurang dan tidak peduli lingkungan. Hutan dan lahan kerap dirusak ‘atas nama pembangunan.’ Dan, itu terus-menerus dilakukan tanpa upaya bagaimana memperbaikinya sehingga tercipta lagi keseimbangan. Bencana dan malapetaka itu mestinya lebih dari cukup untuk menggugah kesadaran baru. Yaitu, sebagian tragedi itu terjadi lantaran ketololan, kecerobohan, dan juga ketamakan anak bangsa ini. Alam diciptakan untuk manusia, ada interaksi antara alam dan manusia.Akan tetapi sekarang akibat keserakahan manusia ALAM jadi berbicara melalui BENCANA melalui tangan MAHA PENCIPTA. Manusia pada akhir jaman ini banyak memperlihatkan sifat yang tidak amanah terhadap ALAM. Sehingga mengundang murka PENGUASA ALAM yaitu ALLAH SWT. Kalau ingin ALAM bersahabat dengan MANUSIA, maka manusia harus bersih HATI dan JIWA sehingga tidak ada kesombongan dan kecongkakkan yang diperlihatkan manusia untuk merusak alam seperti ILEGAL LOGING, ILEGAL FISHING, KORUPSI, KOLUSI DLL. MANUSIA harus tahu diri tanpa ALAM manusia tidak DAPAT HIDUP. Smash

Lalu yang menurut gue menggelikan… Pemerintah langsung ngadain acara Dzikir Bersama usai Sholat Jumat siang ini di masjid Istiqlal. Menurut gue, nggak penting dehh harus sampai begitu. Ngapain keliatan komat-kamit didepan TV seolah khusyuk memohon bantuan Tuhan agar bencana tak terjadi lagi di negeri ini, eehhh namun ternyata setelah semua prosesi itu selesai para pemimpin bangsa ini langsung melanjutkan kebiasaan lamanya meng-korup uang negara… memanipuLasi Anggaran… nilep pajak rakyat… dLL sebagainya. Please dehhh, dzikir & taubatnya cuma saat ada bencana. Sebab sebagai manusia biasa-pun gue kadang melakukan haL yang sama. Saat diberi cobaan yang beraaat banget oleh Allah baru deh gue sholat & dzikir setiap saat. Tapi begitu badai berlalu… langsung blang-bentonk lagi. Oh GoD! please forgive us as Orang Indonesia… Nangis_2

Leave a Reply