Politisiana….
Mudah-mudahan joke berikut bisa menjadi "pembeLajaran" dan jadi pemikiran mendalam bagi para Anggota-Anggota Dewan YTH. yang lagi pada sibuk menyusun RUU Pemilu DPR, DPD, DPRD & Pilpres yang baru…..
Mbok yha suruh itu calon Presiden mendatang lulusan paling tidak S1, biar bisa jadi pemicu anak-anak kita supaya mau sekolah & kuliah sampai lulus Sarjana. Yang bilang nggak ada relevansinya lulus S1 merupakan keharusan seseorang untuk bisa menjadi Presiden khan cuma segelintir orang-orang Partai yang pengen Ketua Partainya jadi Presiden (lagi)
, yang bilang jadi pemimpin itu adalah bakat alami sehingga gak perlu lulus Sarjana dan bla bla lainnya…
Ya ada relevansinya duonk, orang yang menyepelekan pendidikan hingga lulus Sarjana aja dia ogah (padahal ekonomi keluarganya mampu… ) bagaimana diharapkan bisa jadi Presiden yang mau berpihak pada pendidikan & mampu mengambil keputusan tingkat tinggi ??? Ntar ujung-ujungnya cuma bisa jual asset negara dowank…
Pilihlah Pemimpin-mu yang sama-sama ‘anak sekolahan’ biar mereka mau terbuka mata hatinya untuk menyisihkan 20% APBN buat pendidikan anak-anak kita….
Perbedaan Yoi, Ya Dan Ya Begitulah
Turis amerika yang sedang belajar Bahasa Indonesia sedang bingung,
Mengapa orang Indonesia, jika menjawab pertanyaan itu beda-beda
Seperti yoi, ya, Dan ya begitulah.
Lalu, Ia bertanya kepada seorang pejabat, "Bagaimana cara membedakan Yoi, ya, Dan ya begitulah?"
Kemudian, pejabat itu menjawab,
"Kalau yoi, orang tersebut tidak Punya pendidikan,
Kalo iya, orang itu tamatan SMA,
Dan kalau begitulah, Berarti ia sarjana."
"Oh, gitu, ya?", kata turis.
"Yoi!!", kata pejabat…
Hubungan Antara Pendidikan Dan Pekerjaan di Indonesia
Seorang pemuda baru lulus dari SMU. Karena tidak punya biaya
akhirnya dia memutuskan untuk bekerja. Oleh karena itu dia
mendatangi pamannya yang salah seorang pengurus partai politik
untuk dicarikan kerja.
"Paman, tolong carikan saya pekerjaan dong" pinta pemuda itu.
"Wah lulusan SMU ya. Kalo gitu kamu jadi pegurus partai aja." Kata pamannya.
"Enak jadi pengurus partai, nanti kamu bisa jadi anggota DPR, trus jadi ketua DPR/MPR, bahkan jadi wakil presiden ato presiden sekalipun juga bisa" tambah pamannya semangat.
"Wah paman saya gak mau muluk-muluk, saya minta yang sederhana aja, kaya guru SD misalnya" jawab pemuda itu.
Pamannya berfikir sebentar kemudian berkata :
"Maaf kalo jadi guru SD kamu harus sarjana…"