Anak UI, anyone ???
Dapet info dari Mas Adhie M. Massardi. Is it true ?? Atau mungkin mereka ‘kapok’ dengan Reformasi ? alias takut disalahin lagi oleh masyarakat karena ‘berkat’ mahasiswa menjatuhkan Rezim Orba kondisi Indonesia sekarang malahan makin terpuruk ?? Cuma mereka yang bisa menjawab ….
‘SKANDAL’ 100 TAHUN PERAYAAN HARKITNAS Perayaan 100 Tahun Kebangkitan Nasional di Stadion Senayan, Selasa malam, 20 Mei 2008 sebenarnya bisa dibilang spektakuler. Maklum, dibiayai dengan belasan milyar rupiah. Tapi sebagian (besar) masyarakat menontonnya dengan perasaan yang hambar. Karena digelar di tengah kepanikan rakyat menghadapi mahalnya harga kebutuhan hidup dan ancaman dinaikkannya harga BBM oleh SBY. Apalagi pada hari yang sama, seorang suami yang didera kemiskinan membunuh istrinya hanya gara-gara sepotong ayam goreng. Puluhan ribu mahasiswa yang diboyong ke stadion dibayar 100 ribu per orang, via rektor masing-masing universitas. Mahasiswa Universitas Indonesia yang selama ini dipandang steril dari bayar-bayaran, untuk acara 20 Mei yang dihadiri Presiden dan Wapres, ternyata (5 ribu mahasiswanya) bisa digiring rektornya, dengan ongkos dari panitia, konon, 100 ribu rupiah per kepala. Ini aneh… ! Kalau berita ini benar-benar begitu, ini akan menjadi bencana besar bagi UI yang bergengsi itu. Semoga hari ini bukan merupakan hari kejatuhan pamor UI.
kok gue jadi ‘ngenes’ membacanya (apabila memang benar begitu kejadiannya… ). No wonder mahasiswa sekarang nyaris gak ada riaknya ditengah keterpurukan kondisi ekonomi saat ini. Apakah karena zaman sekarang hanya anak-anak orang mampu saja yang bisa kuliah ? sehingga para Mahasiswa tidak merasa mengalami yang namanya kondisi perekonomian sekarang yang sedang sulit ? Wallahu Alam…. 

