Be Patient Any Longer …
Hal yang paling aku ingat ketika ngobrol dengan Dr. Pramitha adalah saat dia bilang ke orang tua pasien lainnya "kalau mau belajar sabar silahkan tanya ke Mami-nya Sonia bagaimana caranya…". Saat itu aku cuma senyum aja mendengarnya. 
2 minggu terakhir ini kesabaran aku kaya’nya lagi diuji kembali sama Yang Diatas. Sonia sakit lagi dan walau ketika check-up terakhir ke Dr. ALi Umar beliau bilang ada masalah dibalik kulit (eks colostomy hole) di sisi perut sebelah kanan Sonia. Harus dilakukan operasi bila memang nantinya akan membahayakan. Bukan operasi besar, tapi sejenis plastic surgery untuk menguras luka & kotoran dibalik permukaan kulit Sonia agar semua infeksi yang dikhawatirkan sedang menyerang dia bisa hilang… Tapi 2 hari terakhir aku ngerasa ada yang ‘lain’. Aku bisa mencium ada sedikit ‘bahaya’ yang mengintai & setiap perasaan itu ingin aku buang, biasanya aku cuma bisa nangis diam-diam didalam kamarku. Aku hindari sebisa mungkin Sonia melihat aku nangis & tertekan…. 
Kemarin sambil menangis saat curhat dengan sahabatku Amel aku berkata "gue capek banget deh mak, gue nyaris gak tahan harus hidup dalam kondisi was-was seperti ini terus…" Tapi di mobil sepanjang jalan pulang kerumah aku menyesali kata-kata tersebut. Tidak seharusnya sebagai seorang Ibu aku berkata seperti itu, sungguh tidak pantas kata-kata itu keluar dari mulutku … 
Anak adalah pemberian dan anugerah terindah dari Tuhan. Dan kita sebagai manusia harus menerima itu semua secara bulat 100% apapun bentuk pemberian Tuhan tersebut kepada kita. Amanah yang harus kita jaga baik-baik sampai ajal menjemput kita. Mau dia sehat, sakit-sakitan, bandel, nyusahin, atau apapun, kita harus terima kenyataan dia adalah belahan jiwa kita… 
Menambah panjang waktu untuk belajar bersabar aku rasa nggak ada salahnya, tokh selama ini mungkin aku terlampau mengumbar emosi… gak sabaran menghadapi pekerjaan dan cenderung gampang ngamuk kalau ada yang nggak beres dikantor atau dirumah…
Walau jauh didasar hati aku sering bertanya kepada-Nya "kenapa sih harus anakku terus yang engkau beri rasa sakit ini ? kenapa Engkau tidak menghukum aku saja ? kenapa bukan aku yang Engkau beri penyakit ini ?"
Tapi sahabatku Benny bilang "Piek, elo merasakan sakit seperti ini aja sudah merupakan cobaan berat. Bahkan dimata gue, rasa sakit yang elo rasakan jauuh lebih mendalam sakitnya dibandingkan apa yang Nia rasakan saat divonis sakit. Jangan pernah anggap itu suatu hukuman dari Tuhan, anggap aja itu ujian supaya disaat ‘Lulus’ nanti elo bener-bener jadi orang yang hebat …" 
Benny mungkin bener juga. Kaya’nya jauh lebih menyakitkan apa yang aku rasakan karena secara fisik & psikis aku jauh lebih menderita mendapat cobaan seperti ini. Menyaksikan belahan jiwa kita, orang yang paling kita cintai didunia menderita, adalah bentuk cobaan paling berat yang harus kita lalui.
Dulu aku bisa menjadi orang paling tabah seperti Dr. Mitha katakan… kenapa sekarang tidak ?? Come On Milla… you CAN through this …. 