Final kepagian (for me… )


Bagi Anda pencinta rekor, yang melihat sepak bola sebagai konsistensi dan tradisi kejayaan, peganglah Jerman.
Dan Anda yang menggilai sepak bola menyerang tapi juga indah, jagokanlah Portugal. 
Pertandingan perdana perempat final Piala Eropa, Jumat dini hari nanti antara Jerman dan Portugal di St Jakob Park, Basel, Swiss, memang merupakan pertempuran berkarakter dunia. Jerman dengan tradisi kejayaannya, dikenal sebagai wakil sah Eropa. Sementara Portugal, yang pernah menjajah Brasil, secara kultur sepak bola memang "sangat Brasil". Apalagi, Portugal kini ditukangi Luiz-Felippe Scolari yang Brasil tulen.
Der Panzer Jerman dikenal sudah sangat tahu uratnya bola. Untuk Piala Eropa, Jerman telah tiga kali juara, tahun 1972, 1980, dan 1996 dengan dua kali menjadi runner-up tahun 1976 dan 1992.
Rekor itu menunjukkan, Jerman merupakan penguasa di Piala Eropa yang baru digelar 12 kali. Sementara Portugal paling tinggi hanya menjadi runner-up, di tahun 2004. Itu terjadi di kandang sendiri. Di final, Portugal ditekuk Yunani 0-1.
Secara statistik, Portugal memang tidak lebih baik dibanding Jerman. Pertemuan keduanya juga lebih banyak dimenangi Jerman. Dari 15 kali pertemuan, Jerman menang 7 kali, seri 5 kali, dan 3 kali kalah.
Pertemuan terakhir mereka di Piala Eropa adalah ketika Portugal menekuk Jerman 3-0 di tahap grup pada tahun 2000, namun Jerman membalas dengan kemenangan 3-1 dalam pertandingan memperebutkan tempat-ketiga di Piala Dunia 2006.
Tapi, lupakanlah statistik dulu. Menurut sejumlah analis, Portugal berada dalam grafik yang positif. Tim ini terus menunjukkan peningkatan prestasi. Empat tahun lalu, Portugal menjadi juara dua Piala Eropa, dua tahun kemudian Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan berhasil menjadi juara empat Piala Dunia meski harus kalah dari Jerman.
Selain grafik yang meningkat, Portugal juga semakin memperlihatkan sebagai kekuatan yang berbahaya. Dua kemenangan mereka, 2-0 saat melawan Turki dan 3-1 atas Rep Chek memperlihatkan agresivitas Portugal yang tinggi. Sementara kekalahan 0-2 dari Swiss pada pertandingan ketiga, dianggap tidak penting karena tidak memengaruhi posisi Portugal. Apalagi waktu itu Scolari menurunkan pemain lapis dua.
Kelebihan sekaligus kelemahan Portugal adalah faktor si bintang Ronaldo. Ketika Ronaldo diturunkan, maka inspirasi serangan akan lahir dari kakinya. Semantara saat pemain Manchester United ini diistirahatkan, maka pincanglah kekuatan Portugal. Kekalahan dari Swiss adalah contohnya.

Melihat kekuatan keduanya, pertandingan antara Jerman dan Portugal, dipastikan menarik dan berpotensi menjadi pertarungan terbaik selama Euro kali ini. Banyak yang menduga pertemuan mereka akan menjadi "final kepagian".
Selama babak kualifikasi Piala Eropa, Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) menyimpan catatan menarik ihwal Jerman dan Portugal. Jerman merupakan tim yang paling produktif dengan mengoleksi 35 gol. Sementara Portugal membukukan rekor sebagai tim dengan tendangan ke arah gawang yang terbanyak. Ini artinya Portugal menjadi tim paling atraktif.
Pertemuan tim paling subur dengan tim paling agresif tentu menjadi tontonan menarik.
Jerman vs Portugal, St Jakob Park, Basel (Jumat 20 Juni 01.45 WIB @ RCTI)
Jerman juga dipastikan tidak akan didampingi pelatih Joachim Loew dari pinggir lapangan saat bertanding melawan Portugal di babak perempat final Piala Eropa 2008 karena bersitegang pelatih Austria saat pertandingan lalu. 
Ketiadaan Joachim Loew di pinggir lapangan dalam memberikan instruksi kepada Jerman membuat pelatih Luiz Felipe Scolari meminta UEFA meninjau kembali keputusan tersebut.
Jerman akan menghadapi Portugal dalam babak perempatfinal Piala Eropa 2008. Namun, Loew terkena hukuman kartu merah pada saat laga terakhir babak penyisihan Grup B saat Tim Panser melawan Austria. Hal ini pelatih Jerman itu harus absen di laga berikutnya.
Jelang perempat final lawan Jerman, gelandang serang Portugal, Cristiano Ronaldo sesumbar. Ronaldo yakin bakal membobol gawang kiper Jens Lehmann karena sudah tahu titik lemah mantan kiper Arsenal itu.
“Dia (Lehmann) mengenal diriku karena aku selalu mencetak gol ke gawangnya. Kami tahu titik lemah dia dan tim Jerman, kami akan mengeksploitasinya. Ini pertandingan yang amat penting. Tim yang bermain lebih baik, akan menang dan aku yakin tim kami yang akan menang,” tegas Ronaldo.

Ucapan CR7–julukan Ronaldo–ada benarnya. Pemain Manchester United itu sudah pernah memberi bukti kekalahan bagi Arsenal, klub yang dibela Lehmann hingga musim lalu. Di paruh kedua Premier League, Ronaldo sukses mencetak gol dari titik putih.
Di Piala Eropa kali ini, gawang Lehmann sudah dua kali bocor saat melawan Kroasia di pertandingan kedua penyisihan Grup B, Kamis (12/6). Turnamen ini boleh jadi merupakan laga terakhirnya di kancah internasional karena Lehmann sudah memberi tanda-tanda bakal pensiun. Musim depan, ia tidak lagi membela pasukan Emirates karena ia akan bergabung ke VfB Stuttgart dengan status free transfer musim panas ini. 
Namun, semua itu tidak lantas melunturkan kepiawaian kiper berusia 38 tahun tersebut. Lehmann masih kokoh di bawah mistar para Panser. Lagi pula, selama penyisihan grup, Ronaldo juga belum terbukti produktif di lini depan Portugal.
Pemain dengan jambul rambut model keliwir itu baru menciptakan satu gol ke gawang Republik Cheska saat Portugal menang dengan skor telak 3-1, Rabu lalu.
