Final kepagian (for me… )

June 18th, 2008 by amillavtr

Jerman VS Portugal

Bagi Anda pencinta rekor, yang melihat sepak bola sebagai konsistensi dan tradisi kejayaan, peganglah Jerman.   Dan Anda yang menggilai sepak bola menyerang tapi juga indah, jagokanlah Portugal. 

Pertandingan perdana perempat final Piala Eropa, Jumat dini hari nanti antara Jerman dan Portugal di St Jakob Park, Basel, Swiss, memang merupakan pertempuran berkarakter dunia. Jerman dengan tradisi kejayaannya, dikenal sebagai wakil sah Eropa. Sementara Portugal, yang pernah menjajah Brasil, secara kultur sepak bola memang "sangat Brasil". Apalagi, Portugal kini ditukangi Luiz-Felippe Scolari yang Brasil tulen.

Der Panzer Jerman dikenal sudah sangat tahu uratnya bola. Untuk Piala Eropa, Jerman telah tiga kali juara, tahun 1972, 1980, dan 1996 dengan dua kali menjadi runner-up tahun 1976 dan 1992.

Rekor itu menunjukkan, Jerman merupakan penguasa di Piala Eropa yang baru digelar 12 kali. Sementara Portugal paling tinggi hanya menjadi runner-up, di tahun 2004. Itu terjadi di kandang sendiri. Di final, Portugal ditekuk Yunani 0-1.

Secara statistik, Portugal memang tidak lebih baik dibanding Jerman. Pertemuan keduanya juga lebih banyak dimenangi Jerman. Dari 15 kali pertemuan, Jerman menang 7 kali, seri 5 kali, dan 3 kali kalah.

Pertemuan terakhir mereka di Piala Eropa adalah ketika Portugal menekuk Jerman 3-0 di tahap grup pada tahun 2000, namun Jerman membalas dengan kemenangan 3-1 dalam pertandingan memperebutkan tempat-ketiga di Piala Dunia 2006.
Tapi, lupakanlah statistik dulu. Menurut sejumlah analis, Portugal berada dalam grafik yang positif. Tim ini terus menunjukkan peningkatan prestasi. Empat tahun lalu, Portugal menjadi juara dua Piala Eropa, dua tahun kemudian Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan berhasil menjadi juara empat Piala Dunia meski harus kalah dari Jerman.

Selain grafik yang meningkat, Portugal juga semakin memperlihatkan sebagai kekuatan yang berbahaya. Dua kemenangan mereka, 2-0 saat melawan Turki dan 3-1 atas Rep Chek memperlihatkan agresivitas Portugal yang tinggi. Sementara kekalahan 0-2 dari Swiss pada pertandingan ketiga, dianggap tidak penting karena tidak memengaruhi posisi Portugal. Apalagi waktu itu Scolari menurunkan pemain lapis dua.

Kelebihan sekaligus kelemahan Portugal adalah faktor si bintang Ronaldo. Ketika Ronaldo diturunkan, maka inspirasi serangan akan lahir dari kakinya. Semantara saat pemain Manchester United ini diistirahatkan, maka pincanglah kekuatan Portugal. Kekalahan dari Swiss adalah contohnya.   

Melihat kekuatan keduanya, pertandingan antara Jerman dan Portugal, dipastikan menarik dan berpotensi menjadi pertarungan terbaik selama Euro kali ini. Banyak yang menduga pertemuan mereka akan menjadi "final kepagian".

Selama babak kualifikasi Piala Eropa, Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) menyimpan catatan menarik ihwal Jerman dan Portugal. Jerman merupakan tim yang paling produktif dengan mengoleksi 35 gol. Sementara Portugal membukukan rekor sebagai tim dengan tendangan ke arah gawang yang terbanyak. Ini artinya Portugal menjadi tim paling atraktif.

Pertemuan tim paling subur dengan tim paling agresif tentu menjadi tontonan menarik.

Jerman vs Portugal, St Jakob Park, Basel (Jumat 20 Juni 01.45 WIB @ RCTI)

Jerman juga dipastikan tidak akan didampingi pelatih Joachim Loew dari pinggir lapangan saat bertanding melawan Portugal di babak perempat final Piala Eropa 2008 karena   bersitegang pelatih Austria saat pertandingan lalu. 

Ketiadaan Joachim Loew di pinggir lapangan dalam memberikan instruksi kepada Jerman membuat pelatih Luiz Felipe Scolari meminta UEFA meninjau kembali keputusan tersebut.

Jerman akan menghadapi Portugal dalam babak perempatfinal Piala Eropa 2008. Namun, Loew terkena hukuman kartu merah pada saat laga terakhir babak penyisihan Grup B saat Tim Panser melawan Austria. Hal ini pelatih Jerman itu harus absen di laga berikutnya.

Jelang perempat final lawan Jerman,  gelandang serang Portugal, Cristiano Ronaldo sesumbar. Ronaldo yakin bakal membobol gawang kiper Jens Lehmann karena sudah tahu titik lemah mantan kiper Arsenal itu.

“Dia (Lehmann) mengenal diriku karena aku selalu mencetak gol ke gawangnya. Kami tahu titik lemah dia dan tim Jerman, kami akan mengeksploitasinya. Ini pertandingan yang amat penting. Tim yang bermain lebih baik, akan menang dan aku yakin tim kami yang akan menang,” tegas Ronaldo.

Ucapan CR7–julukan Ronaldo–ada benarnya. Pemain Manchester United itu sudah pernah memberi bukti kekalahan bagi Arsenal, klub yang dibela Lehmann hingga musim lalu. Di paruh kedua Premier League, Ronaldo sukses mencetak gol dari titik putih.

Di Piala Eropa kali ini, gawang Lehmann sudah dua kali bocor saat melawan Kroasia di pertandingan kedua penyisihan Grup B, Kamis (12/6). Turnamen ini boleh jadi merupakan laga terakhirnya di kancah internasional karena Lehmann sudah memberi tanda-tanda bakal pensiun. Musim depan, ia tidak lagi membela pasukan Emirates karena ia akan bergabung ke VfB Stuttgart dengan status free transfer musim panas ini. 

Namun, semua itu tidak lantas melunturkan kepiawaian kiper berusia 38 tahun tersebut. Lehmann masih kokoh di bawah mistar para Panser. Lagi pula, selama penyisihan grup, Ronaldo juga belum terbukti produktif di lini depan Portugal.    Pemain dengan jambul rambut model keliwir itu baru menciptakan satu gol ke gawang Republik Cheska saat Portugal menang dengan skor telak 3-1, Rabu lalu. 

A1 Race di Karawaci !!!

June 16th, 2008 by amillavtr

                   Nonton yuukkk……  

A1 IndonesiaBerita membanggakan datang dari ajang lomba balap A1 GP. Perhelatan balap antar negara-negara di dunia ini akan kembali di gelar di Indonesia. Tapi jangan terfikir untuk diadakan di Sirkuit Sentul seperti penyelenggaraan acara-acara balap yang lain. Balapan kali ini akan diadakan di sirkuit jalan raya yang akan segera dibangun di kawasan terpadu Lippo Karawaci, Tangerang, Banten.

Dalam pengumuman yang dilansir situs a1gp.com (9/6), Indonesia disebutkan menjadi tuan rumah seri ketiga yang jatuh pada tanggal 9 November 2008.              Dua seri sebelumnya berlangsung di Mugello, Italia (21 September) dan di Zandvoort, Belanda (5 Oktober). GP A1 musim 2008/2009 terdiri dari 11 seri dengan Inggris sebagai negara tuan rumah laga penutup.

Balapan A1 di Lippo Karawaci dipromotori oleh perusahaan asing. Penandatanganan kontrak antara GP A1 Internasional dan perusahaan promotor itu rencananya dilangsungkan di Lippo Karawaci pada Rabu (11/6).

Tim A1 Indonesia yang diperkuat pembalap Satrio Hermanto secara resmi tidak terlibat dalam penyelenggaraan balapan A1 di Karawaci. Ada pemisahan antara penyelenggara lomba dan pengelola tim.

                        

Meski begitu, menurut Direktur Komersial tim A1 Indonesia, Donny Sarwono, Selasa (10/6) dini hari, sejumlah anggota tim A1 Indonesia dimintai tolong untuk membantu promotor, terutama dalam urusan komersial.

Donny menceritakan, panjang sirkuit jalan raya di Lippo Karawaci direncanakan memiliki panjang 4,2 kilometer. Jalan raya di area itu bakal diperlebar dari ukuran sembilan meter menjadi 12 meter.

Donny menjelaskan, desain sirkuit jalan raya di Karawaci akan dikerjakan oleh Hermann Tilke, perancang sirkuit F1 yang terkemuka. Promotor menggunakan jasa Hermann Tilke karena mereka ingin jaminan sirkuit jalan raya yang dibuat nanti bebas dari berbagai masala h. Proses konstruksi akan dilakukan mulai bulan Juli jelas Donny.

GP A1 adalah kejuaraan balap mobil formula satu merek antar negara. Pada musim 2008/2009 yang merupakan musim keempat, GP A1 memakai mobil dan sasis buatan Ferrari.

Sirkuit Sentul dua kali menggelar balapan A1, yakni pada Februari 2006 (musim 2005/2006) dan bulan Oktober 2006 (musim 2006/2007). Pada musim 2007/2008, Indonesia absen dari kalender GP A1 meski pada saat itu pihak pengelola GP A1 Internasional sangat ingin kejuaraan itu kembali singgah di Tanah Air.

                        

Empat Tiket Tersisa, Siapa Dapat ???

June 14th, 2008 by amillavtr

               Euro

Empat tim sudah memastikan lolos dari fase grup untuk berlaga di babak perempatfinal. Praktis kini hanya ada empat tiket lagi tersisa. Ada 10 tim yang memperebutkannya, siapa yang dapat?

Empat tim yang sudah memastikan diri lolos itu adalah Portugal, Belanda, Spanyol, dan Kroasia. Keempatnya keluar sebagai juara grup setelah tampil sempurna pada dua laga di grup masing-masing meraih kemenangan.

Kini hanya ada empat tiket tersisa dan ada 10 tim yang memperebutkannya. Lalu, seperti apa skenario perebutan empat tiket itu? Berikut adalah rinciannya :

Grup A, yang memperebutkan: Turki dan Republik Ceko

Portugal keluar sebagai juara grup ini, sementara Swiss yang belum meraih satu poin-pun harus menerima nasib sebagai juru kunci. Perebutan jadi tinggal mengarah kepada Turki dan Republik Ceko. Kebetulan keduanya akan bertemu pada matchday terakhir. Keduanya sama-sama meraih satu kemenangan dan satu kekalahan serta setara dalam jumlah poin dan selisih gol. Adu penalti berpeluang jadi penentu siapa yang akan jadi pendamping Portugal.

Grup B, yang memperebutkan : Polandia, Jerman, dan Austria

Situasi di grup ini lebih rumit dibandingkan Grup A. Setelah Kroasia memastikan diri lolos sebagai juara grup, tiket akan diperebutkan oleh Jerman yang memiliki poin tiga, Polandia (1), dan Austria (1).

Jerman hanya membutuhkan hasil imbang ketika menghadapi Austria di partai terakhir karena meskipun Polandia menang, rekor head-to-head mereka masih kalah dari "Tim Panser. Jika Austria menang maka mereka bisa melaju ke perempatfinal. Itupun dengan syarat Polandia tidak menundukkan Kroasia dengan skor cukup besar (2-1, 3-1, atau seterusnya) selisih gol tersebut dihitung karena head-to-head Austria-Polandia sama, yakni 1-1.   No_1

Jika pada akhirnya Polandia dan Austria memiliki poin sama dan selisih gol mereka juga sama, maka peringkat mereka akan dinilai dari koefisien poin mereka pada kualifikasi Piala Dunia 2006 dan Piala Eropa 2008 (dinilai dari perolehan poin mereka per pertandingan). Untuk urusan yang terakhir ini, Polandia di atas angin. Nilai koefisien mereka adalah 2.167 dan Austria 1.500.

Grup C , yang memperebutkan: Italia, Prancis, dan Rumania

Siapa yang akan lolos dari grup ini akan ditentukan oleh laga antara Belanda melawan Rumania. Jika Rumania menang, maka mereka berhak untuk maju ke babak perempatfinal. Tetapi, jika Adrian Mutu cs. seri atau malah kalah, maka peluang akan jatuh ke tangan Italia atau Prancis yang akan saling ‘baku bunuh’ pada laga terakhir kemenangan adalah satu-satunya peluang Prancis lolos.

Jika Rumania kalah dan laga Italia vs Prancis berakhir imbang, maka Italia yang berpeluang paling besar lolos. Gli Azzurri saat ini memiliki rekor head-to-head paling bagus pada pertandingan yang melibatkan ketiganya Italia bisa bermain imbang 1-1 melawan Rumania, sementara Prancis hanya bisa 0-0, catatan memasukkan mereka lebih baik.  Th_no_1

Jika Rumania kalah dengan selisih satu, dua, atau tiga gol selain 0-3 dan pertandingan Italia vs Prancis berakhir 0-0, maka Rumania tetap lolos karena rekor gol memasukkan mereka jauh lebih baik dari Italia atau Prancis. Namun, jika Rumania kalah hingga 0-4 atau lebih dan Italia vs Prancis bermain imbang 0-0, maka Italia yang lolos karena punya selisih gol lebih baik dari Rumania. Kalau Rumania kalah 0-3 dan pertandingan Italia vs Prancis berakhir 0-0, Italia juga yang akan lolos karena punya koefisien lebih baik yakni 2.364 berbanding 2.250.

Grup D, yang memperebutkan: Rusia dan Swedia

Persaingan di grup ini tinggal memunculkan nama Rusia dan Swedia. Swedia untuk sementara unggul dalam jumlah selisih gol, jadi mereka hanya membutuhkan hasil imbang. Sedangkan syarat bagi Rusia cuma satu: mengalahkan Swedia.

Demikian sebagaimana dilansir situs resmi Euro 2008.   Th_angel_2

Say NO To Puyer (???)

June 13th, 2008 by amillavtr

SEMOGA BISA JADI MASUKAN YANG BERMANFAAT, KHUSUSNYA BUAT YG SUDAH PUNYA ANAK… 

                                       

Sabtu tanggal 3 Mei 2008, ada seminar kesehatan, dengan tema  ‘Seminar dan Diskusi Pakar :  Puyer, Quo Vadis ? ‘

Sepintas, nggak ada yang aneh sama judulnya.. kelihatannya cuma ‘oohh tentang puyer’.. Siapa sih nggak kenal puyer ? Dari jaman kita masih kecil, sampe sekarang kita punya anak, dokter kan sering meresepkan puyer buat kita. Jadi, kenapa musti dibuat seminar khusus ??  hmmm…    

Menilik para pembicara adalah :

1. Prof. Dr. dr. Rianto Setiabudi, Sp.FK (Departemen Farmakologi FKUI)

2. Dra. Ida Z. Hafiz, Apt. Msi (Departemen Farmasi FKUI)

3. Dr. Moh Shahjahan (WHO)

4. dr, Purnamawati S. Pujiarto, Sp.A(K), MMPed (Yayasan Orang Tua Peduli)

Kemudian ada diskusi yang diikuti para panelis dari YLKI, IDI Jakarta, Pembicara, Majelis Kode Etik Kedokteran, Dirjen Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan Depkes.

Jelas ini seminar penting !!   
Pesertanya lumayan banyak, ada dari mahasiswa FKUI, dokter2, apoteker2, dan juga masyarakat awam. Pesertanya sekitar 300 orang. Makin penasaran, hal yang begitu biasa di seminarkan, dengan dihadiri para ahli pula ??

Dari seminar ini, lumayan bikin terhenyak dengan penjelasan dari Prof Rianto. Sebenarnya sudah tau sih, puyer itu polifarmasi, yang akan meningkatkan efek samping obat, yang dosisnya jadi nggak jelas, yang meningkatkan risiko interaksi obat, dLL.

Tapi penjelasan Prof. Rianto lebih membuka mata terhadap risiko puyer yang nggak main-main.   Apa aja sih risiko pemberian puyer itu :

1. Menurunnya kestabilan obat - kenapa ?
karena obat-obatan yang dicampur tersebut punya kemungkinan berinteraksi satu sama lain.

2. Bisa jadi obatnya sudah rusak sebelum mencapai sasaran krn proses penggerusan. Ada obat yang sedemikian rupa dibuat, karena obat tersebut akan hancur oleh asam lambung. Karena misalnya, obat itu ditujukan untuk infeksi saluran pernapasan atas, maka obat tersebut harus dibuat sehingga terlindung dari asam lambung. Nah, kalo digerus jadi puyer, ya obat itu akan segera hancur kena asam lambung. Lebih buruk, obat itu bisa jadi malah akan melukai lambung.

3. Dosis yang berlebihan - dokter kan nggak mungkin apal sama setiap merek obat. Jadi akan ada kemungkinan dokter meresepkan 2 merek obat yang berbeda, namun kandungan aktifnya sama.

4. Sulitnya mendeteksi obat mana yang menimbulkan efek samping - karena berbagai obat digerus jadi satu (Prof. Rianto menyebutkan, ada dokter yang meresepkan sampai 57 obat dalam 1 puyer !!! ), dan terjadi reaksi efek samping terhadap pasien, akan sulit untuk melacak obat mana yang menimbulkan reaksi, lha wong obatnya dicampur semua…

5. Kesalahan dalam peracikan obat - bisa jadi tulisan dokter bisa jadi nggak kebaca sama apoteker, sehingga bisa membuat salah peracikan (Prof. Rianto mencontohkan pasien asma diberi obat diabetes karena apoteker salah baca tulisan dokter. Alhasil pasien seketika pingsan, dan saat sadar, fungsi otaknya sudah tidak bisa kembali seperti semula). 

6. Pembuatan puyer dengan cara digerus atau diblender, sehingga akan ada sisa obat yg menempel di alatnya. Berarti, puyer yang diberikan ke pasien, dosisnya sudah berubah - jadi.. kalo yang diresepin itu AB, tetap akan ada kemungkinan resistensi dong yha, kan dosisnya sudah di bawah dari yang diresepin dokter ?

7. Proses pembuatan obat itu kan harus steril, istilahnya harus dibuat dalam ruangan yang jumlah kumannya sudah disterilkan (istilah kerennya sterile room) - lha waktu proses pembuatan puyer di apotek… hmmm di dalam sterile room kah ? Apotekernya pake sarung tangan kah ? Sisa obat lain yang sebelumnya digerus, sudah dibersihkan dengan benarkah ? Kalau itu semua jawabannya tidak (atau salah satu aja jawabannya tidak), it means, obat yang digerus sudah tercemar…   

Yang paling mengerikan : ada obat yang sengaja dibuat slow release, artinya dalam 1 tablet yang diminum, itu akan larut sedikit demi sedikit di dalam tubuh. Kalo sudah digerus jadi puyer, obat itu akan seketika larut. Kebayang kan , berarti akan ada efek dumping… mampukah tubuh kita menahan efek itu ? Sementara, yang biasa dikasih puyer kan bayi dan anak-anak… mampukah tubuh kecil mereka menahan efek ini.. ?? 

Lebih terhenyak lagi, saat Dr. Moh Shahjahan dari WHO menceritakan bawa untuk Asian Region, cuma Indonesia yang masih pakai puyer. (WTH ??)  Even Bangladesh , yang miskin itu, sudah lama meninggalkan puyer, karena dinilai terlalu banyak risks-nya ketimbang benefitnya.  Ck ck k ….

Sayangnya, dari seminar tersebut, para dokter sendiri masih pro dan kontra mengenai puyer. Kebanyakan yang pro puyer, hanya menyoroti soal murah dan mudah ( kan pasien kecil susah minum obat)… tapi kalo sudah membahayakan jiwa… masihkah bisa berlindung  di balik alasan2 tersebut ?? 

So far, yang bisa dilakukan hanyalah menyadari konsumen yang bijak. Bukan dokter yang akan menanggung efek sampingnya… tapi anak-anak kita.. jadi bijaklah dalam memutuskan apapun yang harus diminum oleh anak. 

dr. Purnamawati menyarankan:

1. tanya diagnosa dalam bahasa medis,
setiap kali kita berkunjung ke dokter (ternyata radang tenggorokan itu bukan diagnosa, tapi gejala…. *hiks*), dan biasakan supaya kita bisa browsing di internet mengenai penyakit tersebut.

2. tiap kali diberi obat (atau resep) tanyakan nama obatnya, kegunaan obat tersebut, dan efek sampingnya.  Usahakan, sebelum ditebus, browsing dulu di internet, supaya kita benar2 tahu apa kandungan aktif dari obat tersebut dan apa efek sampingnya.

Selama kita masih bisa ke dokter, dan dokter masih sempet nulis resep, artinya keadaan belum emergency. Jadi sempatkan untuk browsing dan/atau cari 2nd opinion. Kalo keadaan emergency, pasti dokter gak akan nulis resep, tapi akan segera merujuk ke RS,  bukan ? Memang a Lil bit ribet, tapi sungguh bermanfaat !  

Semoga, berawal dari seminar ini, dunia kesehatan Indonesia bisa lebih berbenah diri, demi anak-anak Indonesia, anak-anak kita ….   

BTW, Dr. Kartono Muhammad (mantan Ketua IDI) ketika dimintakan pendapatnya mengenai puyer, beliau menjawab sbb :

Kebijakan dokter untuk memberikan obat bentuk puyer memang sekarang mendapat kritikan keras oleh para pakar farmakologi. Dengan alasan-alasan seperti yang ananda kutip dari seminar itu. Seminar khusus itu agaknya untuk mengingatkan baik dokter maupun awam untuk tidak gegabah dengan puyer.

Jaman dulu, puyer diperlukan untuk memudahkan memakannya. Satu bungkus isinya sudah bermacam-macam. Terutama untuk anak-anak.. Sekarang puyer tidak direkomendasikan lagi. Toh sudah banyak obat yang sudah siap telan tanpa perlu diracik lagi. Juga kebiasaan polifarmasi (memberi obat bermacam-macam untuk satu macam penyakit) tidak dianggap cara terapi yang baik. Selain meningkatkan harga yang harus dibayar pasien, terbuka kemungkinan efek samping, interaksi obat, dsb.  Wassalam.

               

SO, AS A PARENT … THE CHOICE IS YOURS !

Lima Hari Pelarian Munarman dari Kejaran Polisi…

June 12th, 2008 by amillavtr

Ke Mana-Mana Bawa Tas Isi Kaus-Sabun Mandi.  Jadi buron polisi hingga ke Jawa Timur, Munarman malah mengaku tidak pernah bersembunyi. Panglima Komando Laskar Islam itu tetap tinggal di Jakarta. Bahkan, dia masih bisa ikut demo di depan Istana Merdeka. Apa saja kegiatannya selama lima hari buron ???   

HALAMAN gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Rabu  (11/6) siang tampak ramai. Puluhan wartawan berjaga-jaga di halaman. Di ruangan, Munarman, salah seorang buron paling dicari yang menyerahkan diri secara suka rela pada malam sebelumnya, menjalani pemeriksaan.

Meski disebut sebagai panglima Komando Laskar Islam di bawah Front Pembela Islam (FPI) yang selama ini dikenal galak, sore itu Munarman masih mengenakan baju yang dipakai sejak menyerahkan diri. Yakni, kaus Polo bergaris-garis berwarna cerah dan celana gelap. Tak ada satu pun atribut FPI yang menempel. Rambutnya pun disisir rapi seperti biasanya.

Wajahnya tampak cerah. Padahal, sore itu juga dia segera menghuni sel di Direktorat Narkoba Blok D, satu gedung dengan Ketua FPI (FPI) Habib Rizieq Shihab yang ditahan beberapa hari sebelumnya.

"Wah, apo kabar ?" sapa Munarman dengan dialek Palembang, Sumatera Selatan, tempat kelahirannya. Saat itu mantan ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) tidak sendirian. Dia ditemani sang istri, Anna Noviana, 37, yang hamil enam bulan, dan kedua anaknya, Rio Mohamad Al-Fares, 11, dan Rinaldo Mohamad Montazeri, 9.   

Senada dengan sang ibu yang berjilbab putih, kedua anak Munarman juga memakai baju koko dan kopiah haji. Bukan hanya itu. Sejumlah advokat di antara lebih 60 pembelanya ikut menemani. Mereka, antara lain, Syamsul Bahri Radjam SH, Nazori Doak Achmad SH, Lukmanul Hakim SH, Unggul Cipta SH, Eka Rahendra SH, Zen Smith SH, Eti Gustina SH (direktur LBH Palembang), Sri Lestari Kadaria SH, dan Aprili Firdaus SH.

Munarman mengakui, sejak ada insiden FPI dengan Aliansi Kebangsaan dan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) dia pernah berencana ke Palembang. Namun, setelah membaca koran dan nonton televisi bahwa namanya masuk dalam DPO (daftar pencarian orang) Polri, dia mengurungkan niat itu.   

"Saya cuma menunggu waktu yang tepat untuk menyerahkan diri. Saya bukan pengecut. Saya akan menyerahkan diri setelah SKB (surat keputusan bersama) pembubaran Ahmadiyah diteken. Tapi, saya minta SKB itu dilanjutkan menjadi Keppres," kata lulusan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya itu.

Meski tak pulang ke rumah di Jakarta, mantan pengurus LBH Aceh, koordinator Kontras (Komisi Orang Hilang dan Korban Kekerasan) Aceh, kepala operasional LBH Palembang, sekretaris Walhi (Wahana Lingkungan Hidup) Sumsel, dan anggota komisi penyelidik pelanggaran HAM Trisakti, Semanggi I dan Semanggi II tersebut mengaku tidak pergi ke mana-mana.

Munarman "lari" dari hotel, mal, hingga tempat keramaian di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Bahkan, dia masih sempat bergabung saat ada demonstrasi di depan Istana Presiden dan Mapolda Metro Jaya yang melibatkan ribuan anggota FPI, FBR, serta sejumlah elemen hingga memacetkan sejumlah ruas jalan ibu kota Senin 9/6 lalu.   

Kok bisa tidak ketahuan polisi ? "Saya baca (Alquran) Surat Yaasin ayat 9. Surat itu saya baca beberapa kali," kata pria kelahiran 16 September 1968 itu. Munarman lalu mengucapkan bunyi ayat 9 surat itu: Waja’alnaa mimbaini aidihim saddau wa min kholfihim saddan fa aghsainahum fahum laa yubshiruun. Artinya, Dan Kami (Allah) jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.   

Munarman mengaku tersenyum ketika membaca koran dan nonton siaran televisi yang memberitakan dirinya tewas di Batujajar, Jawa Barat. Juga penyisiran yang dilakukan aparat dan sebuah organisasi di Jawa Timur, serta sejumlah daerah lain.

Saat ditanya dampak penyerbuan FPI kepada massa AKKBB yang membuat dia masuk tahanan, Munarman mengaku bisa menerima. "Ya, ndak apa-apa. Yang penting Islam tidak dinodai, dan saya minta Ahmadiyah betul-betul dibubarkan. Saya juga ingin mengklarifikasi, seolah-olah orang yang saya pegang di Monas 1 Juni itu saya cekik, padahal dia itu yang saya lindungi," katanya.

"Demi Allah, demi Rasul, Ustad Habib Rizieq tidak ada di tempat ketika terjadi peristiwa Monas. Jadi, bebaskan Habib Rizieq. Biarlah saya yang mempertanggungjawabkan ini," tambahnya.

Melihat istrinya yang hamil enam bulan, Munarman tak begitu yakin bisa menyaksikan kelahiran anak ketiganya yang diperkirakan pada September mendatang. Tapi, dia sangat yakin istrinya kuat menghadapi semua itu. "Biarlah, insya Allah tidak apa-apa. Saya yakin Allah akan menjaganya," ujar Munarman sambil menoleh kepada sang istri.

Ditanya soal siapa yang mengubah dirinya (dari aktivis pembela keadilan dan HAM) menjadi aktivis Islam "garis keras", Munarman semula hanya tertawa. Termasuk ketika ditanya apakah "tokoh" yang mengubahnya itu Ustad Abu Bakar Ba’asyir yang ikut menjenguknya di Mapolda.

"Saya belajar Alquran sejak SMP. Saya memang bukan dari pesantren, tapi terus memperdalam ajaran Islam dan Alquran," kata alumnus SD dan SMP Xaverius I, SMA Negeri 2 Palembang itu.

Selama dalam pelarian, Munarman mengaku tidak sempat membawa pakaian dari rumah. Karena itu, dia membelinya di mal. "Saya beli, lihat mereknya, ayo lihat. Ini ada kaus empat stel, kaus dalam juga ada, perlengkapan mandi. Ini hanya dalam satu tas ini," katanya sambil memperlihatkan tas merek hipermarket Giant yang dibawa selama pelarian.

Munarman juga mendapat dukungan "pembela" dari kampung halaman. Eti Gustina SH, direktur LBH Palembang, tiba Selasa pagi di Jakarta bersama enam rekannya. Mereka adalah Sri Lestari Kadaria (advokat yang juga ketua Walhi Sumsel), Aprili Firdaus Sakamta, Bambang Herianto, Gabriel H. Fuady, dan Inggaris Nugroho.

Soal LBH Palembang mendukung Munarman -bertolak belakang dengan induk organisasinya, YLBHI, yang mendukung AAKBB-, Eti menegaskan tidak ada larangan mengenai siapa yang bisa didampingi LBH. "Bapak Munarman mempunyai hak-hak selaku tersangka serta mendapat jaminan dan perlindungan dari negara," katanya.

Seperti sang suami, Anna Noviana mengaku rela ayah kedua anaknya ditahan demi tegaknya Islam. "Ya, tidak apa-apa. Bagi saya kepentingan umat dan masyarakat banyak lebih diutamakan. Ini perjuangan. Dia sangat tegar dan hebat," kata Anna ramah. 

Kendati usia kandungan anak ketiganya sudah enam bulan, Anna tak mau menyerah. "Insya Allah sudah siap. Ini perjuangan demi tegakkan Islam. Tentang kasus hukum yang dihadapi, saya yakin dengannya. Apalagi, dia dibantu rekan-rekannya yang jumlahnya sangat banyak," katanya.

Anak sulung Munarman, Rio Mohamad Al-Fares, terlihat tegar melihat ayahnya ditahan. Rio menjawab ramah saat diminta memperkenalkan diri. "Saya kelas lima SD, Kak. Kalau adik kelas tiga," katanya.

May God Bless You & your entire family, Man.  Keep fighting for what you believe… 

June 11th, 2008 by amillavtr

Sungguh miris rasanya membaca berita dibawah ini.  Gimana Korupsi mau diberantas di negeri ini kalau para aparat Hukum-nya ternyata semua pemain ???  Duuuh Gusti negeriku…..  

———————————————————————————

Jika membaca berita-berita sidang Artalyta Suryani, terdakwa suap Rp 6 miliar, respons Anda kemungkinan besar adalah seperti lagu Project Pop: leng, geleng, geleng, kayak ayam lagi jereng… 

Bagaimana tidak geleng-geleng, wong Artalyta dengan mudahnya bisa menelepon jajaran Jaksa Agung Muda, jabatan setelah Jaksa Agung. Pembicaraan Artalyta sukses disadap oleh KPK dan diperdengarkan dalam sidang Rabu (11/6/2008) kemarin. 

Rekaman yang paling bikin geleng-geleng kepala adalah percakapan Artalyta dengan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara TUN (Jamdatun) Untung Udji Santoso, beberapa jam setelah jaksa Urip Tri Gunawan dibekuk KPK di rumah Sjamsul Nursalim di Jl Hang Lekir, Jakarta Selatan. 

Dalam rekaman itu, Untung berusaha mengatur skenario agar Artalyta nantinya ditangkap aparat Kejaksaan saja, jangan sampai diciduk aparat KPK. Jika ditangkap Kejaksaan, tentu nasib Artalyta lebih baik.

Untung (U): Saya kira you di rumah saja. Nanti you ditangkep kejaksaan

Artalyta (A): Hah ?

U: Ditangkep oleh jekso. Mau diskenariokan gitu lho..

A: Hah? Kenapa-kenapa Mas?

U: Mau diskenariokan begitu. Namun, neng endi iki (di mana ini–red)?

A: Nggak, udah aman. Ini nomor lain. Aku di dalem rumah.

U: Nanti biar saja, kamu nanti yang ngambil kejaksaan

A: Ho oh

U: Si Urip (Jaksa Urip Tri Gunawan-red) dicekal KPK. Awakmu (Kamu) di kejaksaan.

Syukurlah, skenario ini tak menjadi nyata. Aparat kejaksaan kalah cepat bertindak dibanding aparat KPK. Artalyta pun ditangkap KPK menemani jaksa Urip. 

Untung dan Artalyta juga mengatur skenario lainnya, agar ‘bos’ mereka tetap aman. "Jadi bagaimana ini menyelamatkan itu semua, orang-orang kita ?" tanya Artalyta yang panik pada Untung.

"Jadi gimana ? Ini

kan

mesti ngamanin bos kita semua," tanya Artalyta lagi.

Artalyta juga sempat menelepon Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kemas Yahya Rahman, yang telah dicopot dari jabatannya dan kini dikandangkan sebagai staf ahli Jaksa Agung.

Berikut percakapan keduanya, sehari setelah Kejagung menghentikan penyidikan BLBI II dengan obligor Sjamsul Nursalim :

Artalyta (A): Ya, siap.

Kemas (K): Sudah dengar pernyataan saya ? Hehehe.

A: Good, very good.

K: Jadi tugas saya sudah selesai.

A: Siap, tinggal…

K: Sudah jelas itu gamblang. Tidak ada permasalahan lagi.

A: Bagus itu.

K: Tapi saya dicaci maki.

Dalam komunikasi Artalyta dengan kedua petinggi Kejagung itu, juga disebut-sebut nama Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Wisnu Subroto.

Indonesia Corruption Watch (ICW) menegaskan, berdasar rekaman itu sudah cukup bagi KPK untuk memeriksa Untung Udji maupun Kemas Yahya Rahman.

"Akrab banget, sama saja antara Untung (Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Untung Udji Santoso-red) dengan Artalyta. Artinya KPK juga periksa Kemas Yahya, itu jadi pintu masuk," ujar koordinator bidang hukum dan monitoring peradilan ICW Emerson Juntho.

Ayo KPK, kamu bisa !  We’re aLL Indonesian people  behind your back !!

Rekaman Telepon Artalyta-Jamdatun

Artalyta : Ini Kan Mesti Ngamanin Bos Kita Semua

Beberapa jam setelah jaksa Urip Tri Gunawan tertangkap tangan menerima suap pada 2 Maret 2008, sang penyuap, Artalyta Suryani, langsung panik. Dia lalu menelepon Jamdatun Untung Udji Santoso, berkonsultasi cara mengelak sehingga mengamankan ‘bos kita semua’.

Hal itu terungkap dalam rekaman telepon Artalyta saat menghubungi Untung, yang diputar ulang jaksa penuntut umum Sarjono Turin di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (11/6/2008).

Berikut dialog Artalyta-Untung:

Untung (U): Memang dikasih berapa duit?

Artalyta (A): 660 ribu dolar.

U: 4 M (miliar)?

A: 6 M (miliar).

U: Lailahailallah! 

A: Jadi bagaimana ini menyelamatkan itu semua, orang-orang kita ?

U: Nggak iso ngelak kalau 6 M. Gila.

A: Jadi gimana?

U: Tak pikir enam atus juto (enam ratus juta-Red) gitu.

A: nggak, itu banyak. Gimana ?

U: Itu untuk siapa?

A: Ah, ya udahlah. Sekarang kita jalan keluarnya gimana ?

U: Adu biyung gimana?

A: Heh.

U: Sek…sek (sebentar). Kalau kayak gitu, susah itu.

A: Aku kena lho, Mas, kayak gini.

U: Lha iya.

A: Aku bilang kan ajudanku.

U: Ajudan kok duite samono gede ne. Soko ngendi? Ngarang ae. Yo wes. (Ajudan kok uangnya begitu banyak. Dari mana? Ngarang aja. Ya sudah–red). Gimananya caranya hubungi Antasari.

A: Ya, coba Sampeyan telepon dulu.

U: Udah, mati teleponnya.

A: Mati? Dicari. Suruh nyari dong. Feri (note : Direktur Penuntutan KPK Feri Wibisono) suruh nyari. 

U: Feri juga nggak ngangkat.

A: Jadi gimana ? Ini kan mesti ngamanin bos kita semua.

U: (terdiam lama)

A: Aku jawabnya apa ya ? Sekarang anakku kan masuk lewat belakang. Dia pegang juga. Dia masuk (tiba-tiba terinterupsi, Artalyta seperti menyuruh seseorang di rumahnya melakukan sesuatu).

U: Usahakan cepat you keluar. Nyari Antasari deh.

A: Ya, di mana dia rumahnya ?

U: Di anu, di BSD. Waduh, tapi saya tidak tahu juga rumahnya. Tapi jangan, jangan ke rumahnya. Ketemu di mana, di hotel atau di mana gitu deh.

A: Ya, aku kan udah mau dibawa. Sampeyanlah yang kejar, yang nyari dia, Mas. Kan nggak kentara kalau sampeyan.

U: Ya, iya. Tapi teleponnya aku gak ngerti rumahnya (suara Untung terdengar gelagapan). Teleponnya gak diangkat, aku sudah minta Wisnu (Note : Jamintel Wisnu Subroto).

A: Sekarang susulin.

U: Tak telepon dulu.

A: Sekarang sampeyan susulin, gerilya sama Wisnu.

U: Aku udah telepon Wisnu, demi Allah ini —>   (ini bandit, ngomong kok pake bawa-bawa nama Tuhan ???    )

A: Kata Wisnu apa ?

U: Aku sudah dibuka teleponnya. Aku juga nggak buka. Kamu punya nomor lainnya nggak ? nggak punya, lah gimana? (Untung menirukan perkataan Wisnu padanya ke Artalyta)

A: Sekarang aku kan mau dibawa. Supaya keterangannya sama gimana ? Nanti kan kena gimana ? Kan jangan sampai kena semua.

U: Kenapa sih kok bingung gini ? Aduh, gawean ae.

A: Makane. Makanya, aku dari luar Jakarta, dia (Note : jaksa Urip) maksa (ambil uang US$ 660 ribu) hari ini.

U: Uhhh, kacau kabeh. (menghela nafas)

Rekaman ini merupakan lanjutan hasil penyadapan KPK yang telah dibuka di muka sidang tanggal 2 Juni 2008 lalu. Usai mendengarkan rekaman ini, Ketua majelis hakim Mansyurdin Chaniago menanyakan kebenaran suara ini pada Artalyta. Dan Artalyta membenarkan suara perempuan yang berdialog dengan Untung adalah suaranya.   

Argghh !!! Damn U Lewis !!@#@! (Kimi gagal mendulang point)

June 10th, 2008 by amillavtr
Kimi Raikkonen Kesal, Hamilton dan Rosberg Dapat Hukuman

Balapan GP F1 Kanada yang berlangsung selama 70 lap diwarnai tabrakan beruntun Ferrari, McLaren dan Williams di pitlane pada lap-20 hendak masuk lintasan. Kejadian bermula dari jebol mesin mobil di alami pembalap Adrian Sutil di lap-15 sebelum tikungan ketiga. kendaraan sulit didorong ke depan.

Mau tak mau, safety car ke luar di lap 18, sementara pintu pitlane masih dinyatakan tertutup. Namun pembalap Honda, Jenson Button memasukkan mobilnya ke pit.

Baru lap-19 pintu pit dibuka dan empat pembalap terdepan Hamilton (McLaren), Kubica (BMW-Sauber), Kimi Raikkonen (Ferrari) dan Alonso (Renault) sama-sama masuk pit. Usai ganti ban dan isi bahan bakar, Kubica lebih dulu meninggalkan pitnya diikuti Kimi.

Namun menjelang ke luar mulut pitlane, posisi mobil Kubica dan Kimi sejajar. Kedua mobil berhenti karena lampu merah menyala. Dari belakang, Hamilton menyeruduk Ferrari diikuti Nico Rosberg (Williams) juga tak dapat menghindar ikut menyeruduk McLaren. Ketiga pembalap gagal melanjutkan lomba.

"Semua orang bisa bikin kesalahan, saya juga melakukannya di Monaco dua pekan lalu. Tapi kesalahan itu terjadi saat melesat dengan kecepatan 200 km/jam, sangat masuk akal. Bukan ketika lampu merah menyala," kesal Kimi yang ke luar dari mobil langsung menunjuk ke muka Hamilton melewati pembalap McLaren itu.    Sebetulnya, tambah Kimi, ia punya peluang untuk memenangkan lomba.

Stefano Domenicali menilai insiden itu tercatat sebagai kesalahan serius dari Hamilton."Saya pikir, harus ada sanksi terhadap pembalapnya."

Sementara dari kubu McLaren coba menjelaskan duduk persoalan sebenarnya. "Ketika hendak ke luar pitlane, saya melihat dua mobil saling berdesakan untuk mengambil alih posisi terdepan," jelas Hamilton. Ia tidak ingin menngambil kesempatan dari kekusutan di depan itu dengan melakukan gerakan yang membahayakan dan melesat denngan normal. "Tapi, mendadak keduanya berhenti dan saya tak bisa menghindar," bela Hamilton. 

Setelah dilakukan investigasi oleh FIA, Hamilton dan Nico Rosberg dinyatakan salah. Pembalap McLaren dan Williams itu dikenakan sanki penurunan 10 grid posisi start.

McLaren Terima Hukuman Hamilton

Tim McLaren sendiri pada hari Senin (9/6) menyatakan menerima hukuman yang diterima pembalapnya, Lewis Hamilton yang dinyatakan bersalah menabrak pembalap Ferrari, Kimi Raikkonen.

Hamilton menabrak mobil Raikkonen dalam GP Kanada yang berlangsung Minggu (8/6). Keduanya kemudian gagal melanjutkan lomba. Raikkonen tengah menunggu sinyal lampu merah, saat Hamilton menabraknya dari belakang.

Peristiwa yang memalukan ini menyebabkan Hamilton dijatuhi hukuman penurunan 10 posisi dari start awal pada GP Perancis yang akan berlangsung di sirkuit Magny-Cours, dua pekan mendatang.

"Keputusan ini berat, namun kami harus menerimanya," kata eksekutif kepala tim McLaren, Martin Whitmarsh. "Ini hukuman berat karena tugas Lewis di Magny-Cours akan menjadi semakin berat. Namun kami merasa adil karena kami tidak menentang bahwa dialah penyebab peristiwa tersebut."

Raikkonen yang juga merupakan mantan pembalap tim McLaren mengecam perbuatan Hamilton sebagai tindakan bodoh. 

Media massa Inggris bahkan meledek tindakan Hamilton sebagai perbuatan kekanak-kanakan. Mereka menyinggung kasus saat Hamilton meledek ayahnya yang menabrakkan mobil Porsche seharga 330 ribu pound di dekat rumah mereka di Inggris. "Kalau lampu merah, kami harus berhenti….nak!" tulis The Sun. 

Whitmarsh mengakui hukuman penurunan 10 peringkat ini akan sangat berpengaruh pada peluang Hamilton di Perancis. "Kami belum memutuskan, namun tampaknya ia akan memacu kendaraan dari awal untuk memperkecil jarak," kata Whitmarsh.

Kubica Dan Heidfeld Finish 1-2



Kubica raih point tertinggi pertamanya. Pembalap tim BMW-Sauber, Robert Kubica dan Nick Heidfeld berhasil memenangkan balapan GP F1 Kanada di sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal Senin dini hari dengan menyentuh finish 1-2. Kubica (Polandia) unggul 16,4 detik dari rekan setimnya asal Jerman. Tempat ketiga direbut pembalap senior dari tim Red Bull, David Coulthard.

Keberhasilan Kubica ditentukan akibat insiden di lap ke-19 di mulut keluar pit. Kimi yang sejajar dengan Kubica hendak ke luar pit berhenti karena lampu merah menyala. Namun Ferrari Kimi ditabrak Hamilton diikuti Nico Rosberg yang menyeruduk McLaren.

"Saya sangat senang bisa memenangkan lomba untuyk pertama kali buat saya dan juga tim BMW-Sauber. Ini juga buat negeri saya, Polandia dan semua penggemar," jelas Kubica saay konferensi pers. Lomba menempuh 70 lap ini, dinilai terberat buat dirinya. Saat start saya berada di sisi lintasan yang kotor, lalu Kimi coba menekan saya. "Beruntung saya bisa menjaga dia tetap di belakang saya."

Tak kalah bahagia juga rekan setim Kubica, Heidfeld. Ia mengaku melakukan start yang jelek dan berada di belakang Rubens Barrichello. "Beruntung saya bisa mengambil alih posisi bahkan mencatat lap tercepat," ungkap pembalap asal Jerman itu. 

Keberhasilan Heidfeld finish kedua, berkat strategi tim. Ia diinstruksikan untuk membawa bahan bakar penuh, dengan asumsi sekali melakukan pitstop. Kemudian menggunakan ban kompon soft. Ternyata taktik tim berhasil menempatkan Heidfeld finish kedua.

"Hasil yang fantastis dan sulit diungkapkan dengan kata-kata," jelas Dr. Mario Theissen, direktur BMW Motorsport. Hari ini, lanjut Mario semuanya bekerja dengan sempurna, mulai dari pembalap, mekanik dan mobil tidak mengalami sesuatu apapun.

Be Patient Any Longer …

June 7th, 2008 by amillavtr

Hal yang paling aku ingat ketika ngobrol dengan Dr. Pramitha adalah saat dia bilang ke orang tua pasien lainnya "kalau mau belajar sabar silahkan tanya ke Mami-nya Sonia bagaimana caranya…".  Saat itu aku cuma senyum aja mendengarnya. 

2 minggu terakhir ini kesabaran aku kaya’nya lagi diuji kembali sama Yang Diatas.  Sonia sakit lagi dan walau ketika check-up terakhir ke Dr. ALi Umar beliau bilang ada masalah dibalik kulit (eks colostomy hole) di sisi perut sebelah kanan Sonia.  Harus dilakukan operasi bila memang nantinya akan membahayakan.  Bukan operasi besar, tapi sejenis plastic surgery untuk menguras luka & kotoran dibalik permukaan kulit Sonia agar semua infeksi yang dikhawatirkan sedang menyerang dia bisa hilang…   Tapi 2 hari terakhir aku ngerasa ada yang ‘lain’.  Aku bisa mencium ada sedikit ‘bahaya’ yang mengintai & setiap perasaan itu ingin aku buang, biasanya aku cuma bisa nangis diam-diam didalam kamarku.  Aku hindari sebisa mungkin Sonia melihat aku nangis & tertekan…. 

Kemarin sambil  menangis saat curhat dengan sahabatku Amel aku berkata "gue capek banget deh mak, gue nyaris gak tahan harus hidup dalam kondisi was-was seperti ini terus…"   Tapi di mobil sepanjang jalan pulang kerumah aku menyesali kata-kata tersebut.  Tidak seharusnya sebagai seorang Ibu aku berkata seperti itu, sungguh tidak pantas kata-kata itu keluar dari mulutku … 

Anak adalah pemberian dan anugerah terindah dari Tuhan.  Dan kita sebagai manusia harus menerima itu semua secara bulat 100% apapun bentuk pemberian Tuhan tersebut kepada kita.  Amanah yang harus kita jaga baik-baik sampai ajal menjemput kita. Mau dia sehat, sakit-sakitan, bandel, nyusahin, atau apapun, kita harus terima kenyataan dia adalah belahan jiwa kita… 

Menambah panjang waktu untuk belajar bersabar aku rasa nggak ada salahnya, tokh selama ini mungkin aku terlampau mengumbar emosi… gak sabaran menghadapi pekerjaan dan cenderung gampang ngamuk kalau ada yang nggak beres dikantor atau dirumah…

Walau jauh didasar hati aku sering bertanya kepada-Nya "kenapa sih harus anakku terus yang engkau beri rasa sakit ini ? kenapa Engkau tidak menghukum aku saja ? kenapa bukan aku yang Engkau beri penyakit ini ?"   

Tapi sahabatku Benny bilang "Piek, elo merasakan sakit seperti ini aja sudah merupakan cobaan berat.  Bahkan dimata gue, rasa sakit yang elo rasakan jauuh lebih mendalam sakitnya  dibandingkan apa yang Nia rasakan saat divonis sakit. Jangan pernah anggap itu suatu hukuman dari Tuhan, anggap aja itu ujian supaya disaat ‘Lulus’ nanti elo bener-bener jadi orang yang hebat …" 

Benny mungkin bener juga.   Kaya’nya jauh lebih menyakitkan apa yang aku rasakan karena secara fisik & psikis aku jauh lebih menderita mendapat cobaan seperti ini.  Menyaksikan belahan jiwa kita, orang yang paling kita cintai didunia menderita, adalah bentuk cobaan paling berat yang harus kita lalui.

Dulu aku bisa menjadi orang paling tabah seperti Dr. Mitha katakan… kenapa sekarang tidak ??  Come On Milla… you CAN through this ….  

Kenaikan Tarif Tol Bukti Ketidakpedulian…

May 30th, 2008 by amillavtr

Pagi - pagi paling enak baca koran sambil ngopi…  nahhh, itu adalah ‘ritual harian’ daku sehari-hari baik itu dikantor atau dirumah atau lagi tugas kemana kek, pokoknya wajib !

Terus ’surga dunia sesaat’ itu-pun dirusak oleh celoteh seorang teman yang ngomel-ngomel gara-gara tarif tol Jakarta - Cikampek naik mulai malam tadi, dan untuk dia yang bermobil dari Rp. 10.000,- menjadi Rp. 11.500,- (jarak terjauh).

"kenaikan Rp. 1.000 x 2 (pp) =  Rp. 2.000,- buat gue signifikan benget tuh mak.  Coba loe kali’in 22 hari kerja sebulan, pengeluaran bulanan gue harus nambah Rp. 44.000,- / bulan."

Aku agak terkesima, dan karena temanku itu tipe orang yang selalu mencatat pengeluarannya dengan ketat (secara) dia masih punya kredit KPR di Bank    no wonder duit 44.000 perak /bulan sungguh meaningfuLL bagi-nya.  Dan itu yang bikin aku heran, kenapa para pembuat kebijakan di negara ini nggak mikir apa ?  pemakai ruas jalan Tol Jakarta - Cikampek itu siapa ?  warga Bekasi, Cibubur, Cikarang.  Apa mereka semuanya warga sangat mampu ? bahkan rasanya gak perlu IQ tinggi untuk tau alasan mereka untuk tinggal disana bukannya di Jakarta karena harga rumas & tanah masih murah dan terjangkau.

Teman tadi (masih) juga ngomel2 "gila apa, emang Dep. PU gak tau kalo gue tinggal didaerah pinggiran karena gaji gue pas-pasan ? nggak mampu beli rumah didalam kota ?  Kalo gue jutawan mahh gue juga udah milih tinggal di Kebayoran, Menteng, PI atau Cempaka Putih (sambil sikit melotot padaku…    )  bukannya malahan di daerah pinggiran…. "

Ruas jalan tol Jakarta - Cikampek adalah ruas ‘paling gemuk’ dari segi pemasukan bagi Jasamarga selaku pengelola dibandingkan ruas tol lainnya.  Bayangkan, bisa 500 ribu mobil/hari melintasi jalur ini !!!   Teman yang kebetulan malam nanti berangkat barengan sama aku ke Bandung langsung "nyap-nyap"…  "waduuuh, kita ntar kebagian kena kenaikan tarif tol baru nih Mill".  Aku sih cuma bisa angguk-anggukin kepala aja, pusing ahhh mikirin hal-hal kaya’ gini terus…      Jangan-jangan benar nih apa pesan teman mahasiswa di IPB yang bilang "Pemerintah kaya’nya lagi membunuh rakyat pelan-pelan nih mbak"  apa iya ? silahkan menilai sendiri ….

Eeh, pass bangeth Editorial di Harian Suara Karya yang aku baca juga menyuarakan ‘jeritan’ kebanyakan Warga Jakarta - Bekasi dan sekitarnya seputar kenaikan tarif tol yang mereka anggap rada nggak manusiawi disaat masyarakat sedang kesusahan akibat naiknya harga BBM beberapa hari lalu.   Ya ampuuunnn….   ada apa sih dengan para Pemimpin di negeri ini ?????????

==============================================================================

         DI SAAT sebagian besar masyarakat Indonesia sedang coba menata diri, khususnya menyangkut pengeluaran dibanding pendapatan, terkait dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tiba-tiba tanpa basa-basi pemerintah-dalam hal ini Departemen Pekerjaan Umum (PU)-memutuskan menaikkan tarif jalan bebas hambatan (tol) ruas Jakarta - Cikampek. Kenaikan itu dipatok 12,43 persen dan diberlakukan sejak pukul 00.00 WIB, Jumat (30/5) tadi pagi. Dan, dalam waktu dekat akan menyusul kenaikan tarif tol dari dan menuju Bandara, Jalan Tol Sediyatmo.     ( padahaL banjir mulu !!@#@!&&^%$ ).

Meski banyak protes dan kritik dari berbagai lapisan masyarakat, pemerintah sepertinya teguh pada keputusannya. Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, merupakan senjata ampuh bagi pemeritnah dan operator menaikkan tarif jalan tol. Undang-undang tersebut membuat pemerintah memiliki kekuatan lebih untuk menaikkan tarif tol tahun demi tahun, meski ditentang rakyat dan tak mendapat persetujuan dari DPR.

Pemerintah atas dorongan operator jalan tol bagai memiliki kekuatan tanpa tanding. Meski bukan rahasia umum lagi bahwa pelayanan yang diberikan para operator terhadap pengguna jalan tol jauh dari memadai, namun mereka sepertinya tak peduli, bahkan seolah-olah menantang; "ini adalah lahan bisnis milik kami, jika tak suka silakan cari jalan lain".   

Dugaan di atas tak mengada-ada. Lihat saja, meski kondisi jalan tol setiap harinya diwarnai kemacetan, mobil derek liar bebas memeras pengemudi yang kendaraannya mogok, pungli oleh oknum polisi, bercampur dengan pedagang asongan, bahkan tak jarang pencoleng dan perampok pun bebas berkeliaran di ruas tertentu, pengelola jalan tol tak sungkan menaikkan tarif. Terkadang jalan tol malah hilang ditelan banjir.

Karena itu tak berlebihan bila masyarakat selalu mengeluhkan kondisi jalan tol. Bahkan bukan mengada-ada pula bila Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai keputusan menaikkan tarif tol seperti yang diberlakukan Jumat (30/5) pukul 00.00 WIB dini hari tadi sebagai kebijakan yang tidak tepat.  Pantas pula YLKI menyalahkan DPR terkait dengan kenaikan itu, karena DPR sepertinya tak berupaya memperjuangkan keberatan rakyat atas kenaikan tarif tol tersebut.   

Di tengah kondisi ekonomi yang makin berat, kenaikan tarif tol tak lebih merupakan akal-akalan operator jalan tol yang didukung habis oleh Departemen PU. Dengan cara itu mereka menambah beban rakyat, mengeruk keuntungan sebesar-besarnya di tengah penderitaan rakyat. Operator jalan tol tak peduli dengan kualitas jalan tol itu sendiri, dan mereka tak pernah peduli menaikkan tarif tol berarti menambah beban masyarakat dalam hal biaya transportasi yang sudah jauh di atas ambang batas kewajaran. 

Dikaitkan dengan kondisi sekarang, sepertinya operator jalan tol dan Departemen PU secara sadar sangat tidak peduli dengan keadaan masyarakat. Bukti ketidakpedulian operator dan Departemen PU terhadap layanan mereka serta kondisi masyarakat yang sedang kesulitan, dibungkus dengan undang-undang. Atas nama undang-undang mereka tak mau peduli apakah dengan menaikkan tarif tol beban masyarakat akan makin berat atau tidak.

Karenanya, sudah saatnya DPR benar-benar berperan, betul-betul berjuang demi rakyat. Waktunya UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol direvisi. Undang-undang yang disahkan di era kepemimpinan Presiden Megawati itu harus diubah, menghentikan kesewenang-wenangan operator jalan tol dan pemerintah dalam menjepit masyarakat.

Tidak seharusnya kebijakan soal kenaikan tarif dimasukkan ke dalam UU, sementara di sisi lain pengelola jalan tol itu sendiri tak peduli dengan kondisi keamanan dan kenyamanan pengguna. Keputusan menaikkan tarif tol tak ada kaitannya dengan upaya mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya. Apalagi jika kondisi angkutan umum masih tetap amburadul seperti sekarang.

Kapitalisasi tol yang dilakukan pemerintah sudah sangat jauh melenceng dari amanat konstitusi. Kenaikan tarif tol hanya dipandang dari sisi hak, tapi tak mengindahkan tanggung jawab terhadap konsumen. Pengelola dan penguasa bagai tak peduli bahwa di banyak negara fasilitas jalan tol-setelah lama dioperasikan-akhirnya digratiskan karena biaya pembangunannya telah tertutupi. Di Indonesia memang lain, tarif tol dibuat semahal mungkin.   

BBM : Marlboro, Gizi & Nurani Tergadai

May 27th, 2008 by amillavtr

Aih, elok nian tulisan Bang Iwan Pilliang ini.   Semoga nurani anda bisa tergugah sebagaimana yang saya rasakan pasca membaca email berikut ….  

DI BEBERAPA pojok jalan, perempatan, tempat strategis kini, ada papan iklan (billboard) besar iklan Marlboro. Ada grafis rona kuning, oranye kecoklatan. Tagline-nya: Marlboro Dengan Kretek Terbaik Indonesia, Persembahan Sampoerna. Ada gambar beberapa butir cengkeh kering. Tampaknya cengkeh yang tidak keriput, keras berisi. Cengkeh pilihan.

Setiap melihat iklan itu, saya lantas teringat masa kecil dulu. Sepulang sekolah, kami mengikatkan kain sarung di bagian bawah ke lingkaran perut, bagian atas ke leher. Maka jadilah semacam kantung di gendongan. Lalu kami memanjat pohon-pohon cengkeh. Melekat dalam ingatan, bagaimana, petes, suara tampuk cengkeh dipisahkan dari ujung-ujung ranting.

Tak membutuhkan waktu lama. Tumpukan cengkeh laksana anak Kangguru mengelayut di gendongan perut, harus ditumpahkan ke keranjang pengumpul. Kami berlari lagi memanjat pohon, begitu seterusnya. Aroma cengkeh, wangi menyengat.

Pekerjaan berikutnya, memupur; memisahkan butiran cengkeh dari tampuknya yang masih hijau. Setelah itu kami menjemur di hamparan tikar pandan. Seingat saya, jika matahari bersinar terik, maka perlu sekitar lima hari mengeringkan cengkeh, lalu tetap dianginkan, diulang penjemuran, sehingga mendapatkan warna coklat kehitam-hitaman, kekeringan yang baik.

Untuk menguji cengkeh dengan kekeringan yang oke punya itu , orang kampung berkiat, cukup mengambil sebutir sampel, lalu mematahkannya. Jika patah, tidak meliuk, nah, itulah cengkeh terbaik. Kala itu, saya hanya paham bahwa cengkeh sebagai bumbu sop nenek memasak. Dijual ke pasaran katanya buat obat, kosmetik, dijual ke seberang lautan.

Melihat iklan Marlboro di hati saya bergelora dua. Pertama, bangga juga rasanya, bahwa Philip Morris, produsen Marlboro menyebut kata Indonesia di iklannya. Ada kata terbaik pula. Kendati hal itu tidak terlepas menjadi bagian pengembangan strategis dari mengambil Sampoerna sebagai asset.

                     Marlboro

Kedua, rasa keprihatinan mendalam bahwa jumlah perokok di Indonesia kian hari kian meningkat. Dan lebih celaka, perempuan perokok kini dominan. Iming-iming membuat perempuan kian dihargai merokok, kemasan rokok berasa mint, dari berbagai produsen, kini dibuat kotak segi empat laksana kemasan gincu bibir.

Promosinya pun menggila. Kian banyak gadis-gadis semampai ber-rok pendek menjajakan rokok ke berbagai tempat. Ketika dua pekan lalu usai shalat Jumat di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, ketika menyantap sate Padang, di kawasan parkir yang padat, dua gadis cantik merayu-rayu membeli rokoknya. Bila Anda perokok, plus rayuan genit, sebagai lelaki kebanykan, pastilah tak tahan akhirnya merogoh kocek. Untung saya tak paham apa enak rasa rokok. Setiap mencoba, hanya pahit di rasa.

Di sebuah café di Plaza Senayan, Jakarta, belakangan saya amati, memang gadis-gadis cantik, ibu-ibu muda menjadikan rokok kini sebagai laku gaul, juga “gengsi”. Trend baru! Ini bertolak belakang dari pesan dan citra perempuan yang diajarkan nenek saya dulu. Kata nenek saya, perempuan merokok, maaf, itu lonte.   Jika kalimat itu dipakai kini, para gadis nan cantik-cantik aduhai itu pastilah mengatakan saya kolot, kuno.

Setiap ada pemulung yang lewat di depan rumah, saya selalu bertanya, berapa uang membeli rokok sehari; rata-rata mereka menjawab dari kisaran Rp 6 ribu sampai Rp 18 ribu perhari. Padahal penghasilan rata-rata perhari mereka Rp 30 ribu. Bila dibelanjakan rokok lebih separuhnya, menjadi tidak logis lagi. 

Begitulah rokok, memang membuat orang tak “normal”. Jika normal, dan sangat paham bahwa ratusan racun, hinga radio aktif yang menambun di rokok, tetap saja diisap. Bahkan di bawah billboard iklan rokok, gede-gede ditulis, Rokok menganggu kesehatan, mengakibatkan kanker serangan jantung, dan seterusnya. Tetapi perokok toh tetap bertambah.

Karenanya saya lebih tepat menyebut rokok sebagai candu. Dan rokok itu, dalam sebuah riset narkoba di kalangan remaja yang dilakukan oleh sebuah NGO di Jakarta Selatan, menyebutkan sebagai jendela masuk narkoba: 98 % pemakai narkoba adalah perokok. Indikasi naiknya pengkonsumsi narkoba di Indonesia dalam dua tahun terkhir menggila. Indonesia sudah masuk ke dalam tiga besar pemakai narkoba dunia.

Bila kita belajar dari sejarah Cina - perang candu - dua daerahnya menjadi tergadai; Hongkong dan Makao. Sehingga bukan berlebihanlah bila saya mengatakan, bila negara maju kini yang lebih beradab telah mampu mengurangi masayarakatnya mengepulkan rokok, kita sebaliknya bertambah, lebih drastis narkoba menggila.

Pada tulisan berjudul Bandar Bandara, 16 Maret 2008 Anda akan dapat membaca bagaimana narkoba memang gampang beredar, kendati di pintu masuk diskotik itu ada oknum aparat berbaju preman.

Sehingga, bukanlah suatu yang omong kosong, bila bangsa ini menjadi bengak - - tiga kali di atas bodoh - - baik karena lakunya sendiri, maupun ulah laku industri, mungkin pula strategi peguasaan pasar serta asset yang dijalankan berbagai business intelligent yang berkepentingan terhadap Indonesia.

Di saat harga BBM sudah naik kini, menghentikan merokok, bagi kalangan marjinal, sebuah solusi jitu. Uang rokok bisa untuk membeli susu anak, meningkatkan gizi anak.

SEPEKAN lalu saya bertemu dengan seorang ahli gizi. Ia bilang, jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) belum naik, maka diperlukan dana setidaknya Rp 1,25 juta/bulan untuk memenuhi gizi balita mendekati baik. Dana itu untuk membeli makanan sehat, bergizi, mendekati empat sehat lima sempurna, termasuk untuk membeli buah macam pisang dan susu. Dengan diumumkannya kenaikan BBM mencapai 30% oleh pemerintah tadi malam, maka perlu tambahan sekitar Rp 375 ribu lagi - - artinya angka menyehatkan gizi sesosok balita menjadi Rp 1,625 juta/orang/perbulan .

Bagaimana gizi balita dan anak-anak akan membaik, fakta di lapangan, daya beli kalangan menengah ke bawah justeru mengalami penurunan tajam. Upah Minimum Regional (UMR), yang di Jakarta di kisaran Rp 800 ribu, menjadi angka yang tak dapat memenuhi kadar minimum gizi sesosok anak-anak.

Akibat yang terjadi, makanan yang kian terjangkau oleh mereka adalah mie instant yang di pasaran berharga Rp 1.000/bungkus. Bila dalam sehari, sesosok anak mendapatkan makanan mie instant dua bungkus sehari, bisa Anda bayangkan gizi apa yang masuk ke dalam tubuh balita, ke dalam tubuh anak-anak, generasi penerus bangsa.

Sudah sejak lama mie instant terindikasi mengandung racun berbahaya. Proses mem-booster gandum menjadi mie, mengeraskan kembali melalui pemanasan tingi, memberi bahan kimia yang mengandung unsur lilin - - agar mie tidak lengket di saat direbus - - plus bahan kimia penyedap rasa, menabalkan kenyataan bahwa mie instan jika dimakan terus-terusan memang menjadi tidak menyehatkan. Saya misalnya, memaksa anak-anak agar memakan sebungkus sekali sebulan saja. Kami di rumah memang seakan berkelahi melawan ransangan rasa bumbu penyedap di mie instan plus iklannya yang menggelora.

Iklan sebuah produk mie instan yang digarap dengan baik, dinyanyikan berdendang berbau nasionalis yang enak dilantunkan dan ditayangkan di program prime time di di televisi di harga spot iklan Rp 20-an juta lebih per spot per 30 detik, memperkuat keyakinan bahwa di dalam industri, di dalam bisnis, nurani memang tidak dikenal lagi. Nurani menjadi seakan tergadai di mana-mana.

Hati nurani hanya seakan-akan cuma perlu mengisi bak sampah kumuh, bau, yang tidak perlu pula diurus, tidak perlu dilirik. Hujan, panas, kelembapan seakan dibiarkan membuatnya punah, rapuh, busuk sendirinya menjadi tanah. Demikian pulalah analogi sikap kita berbangsa memperlakukan gizi balita, kanak-kanak. Sejarah ke depan akan mencatat di semua lini berbangsa kini memberi andil besar mengakibatkan berkurangnya gizi generasi, generasi bangsa ini!

Gizi yang rendah jelas membuat generasi ke depan lemah kemampuan kesehatan fisiknya. Kelemahan fisik berkorelasi kepada kecerdasan otak, kemampuan nalar dan pikir yang cekak.

Dengan lain kata, yang tidak terpikirkan oleh pemerintah dalam menaikkan harga BBM adalah, menghancurkan kesempatan generasi meningkatkan gizinya menjadi sirna.

Jika demikian logika pikir, memang tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa pemerintah kehilangan akal pikir, kehilangan budinya sebagai pemimpin bangsa. Yang ada di dalam benak mereka, ekonomi harus diselamatkan. Saya heran penjabaran ekonomi yang mana: ekonomi kelas makro, yang berorientasi pasar modal, yang hanya berorientasi membela kepentingan multinanasional company (MNC) dalam menempatkan Indonesia semata sebagai pasar?

Bila indikasi membela MNC, banyak MNC di negeri ini seakan “dikeroyok” dalam menjalankan proyek; mulai dari urusan pengadaan mobil, penyewaan rumah, pengadaan ransum makanan, jasa iklan, dan seterusnya diperebutkan oleh orang-orang Indonesia yang beredar di kalangan elit, yang kekayaannya lebih untuk tujuh turunan.

Sehingga terkadang menyalahkan MNC “merampok” negeri ini, bukan pula sebuah kata tepat. Toh yang “menyamun” adalah bangsa sendiri.

Kehilangan budi aparat itu tercermin pula dari laku mengelola dana bantuan tunai langsung (BLT). Biaya mengurus penyaluran BLT mencapai Rp 800 miliar. Dana sebesar itu dibagi ke beberapa Departemen, mulai dari Bappenas, Kominfo, Setneg, Sosial dan seterusnya. Dari sebagian dana itulah yang dipakai pula oleh para pejabat itu untuk berbunyi, menampang, melalui iklan layanan masyarakat, yang memparadekan diri mereka sendiri di televisi. Mereka tampil seakan memberi petuah, seakan berpihak kepada warga kebanyakan. Saya tak paham laku apa judul yang tepat diberikan terhadap pengusa yang demikian? Mungkin Anda bisa membantu menjawabnya!

SUDAH menjadi rahasia umum, bahwa sebuah situs Presiden SBY, kini telah ditutup, berganti bertuliskan under construction. Sebelumnya di situs resmi Presiden SBY itu ada artikel mengaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan BBM, karena masih ada solusi lainnya. Setelah ada iklan Wiranto di koran-koran yang mempersoalkan janji itu, situs situ berubah judul dan seorang Andi Malarangeng - - yang juga nampang tampil di iklan layanan masyarakat dengan uang iklan dari uang rakyat - - membantah habis sinyalemen itu di berita televisi.

Untungnya media menguasai ruang dan waktu. Media on line kini tak bisa lagi cuma dilirik sebelah mata. Setidaknya adalah Drajat Wibowo, anggota Komisi XI DPR yang telah sempat mencetak berita ihwal SBY tidak akan menaikkan BBM itu, sebagai sebuah bukti, bahwa pemerintah memang menelan ludahnya sendiri.

Bila menempatkan diri sebagai pemerintah, dalam keadaan seperti hari ini, memang dilingkupi oleh para menteri yang pro ke neoliberalisme. Budiono Gubernur Bank Indonesia, Sri Mulyani, Menteri Keuangan, jelas orientasinya berpihak ke penerusan paham yang digariskan oleh Washington Consensus - - yang sudah sejak lama ditinggal beberapa negara Amerika Latin, karena tidak terbukti memulihkan eknomi.   

Hingga hari ini indikasi korupsi, sesuai dengan audit yang dilakuklan BPK pada 2006 terhadap cost recovery (biaya yang dipikul kembali oleh negara) eksplorasi migas yang ditemukan sebesar Rp 18,07 triliun, tidak jelas tindak lanjutnya. Padahal melalui penemuan ini pemerintah punya senjata untuk merenegiosiasakan pola pembagian keuantungannya dengan perusahan migas asing di negeri ini. Agaknya, karena “elit” mengeroyok mereka dengan berbagai kepentingan, termasuk komisi, maka sulit pemimpin itu memperjuangkan kepentingan rakyatnya.

Sumber pendapatan negara lainnya, terutama pajak juga terindikasi mengalami kebocoran tinggi.

Naif memang setiap ada masalah kenaikan harga BBM dunia, negeri yang kaya dengan sumber daya alam, sumber energi alam ini, seakan harus mengikis lagi tulang belulang rakyatnya sendiri.

Kikisan tulang itu dijadikan bubur yang harus disantap lagi oleh manusia, rakyatnya - - karena daging pelapis tulang pun sudah seakan sirna. Kira-kira begitulah perumpamaan tepat yang dapat saya lukiskan.

Maka saya sepaham dengan kalimat Sultan Jogya, Hamengkubuwono X, “Alasan menaikkan BBM oleh penguasa, sangat tidak logis.”

Saya lalu tertawa, mendengar kabar bahwa Menteri Negara BUMN, Sofjan Djalil tanggal 31 Mei 2008 mendatang akan menggalakkan kegiatan bersepeda ke sekolah. Saya indikasikan dana eventnya,diperoleh dari bagian biaya BLT yang Rp 800 miliar itu.

Bagus!

Tetapi langkah signifikan lain, macam, pemimpin memberi contoh hidup sederhana, tak kunjung ada.

Kenyataan sebaliknya, mereka di trias politika kian berfoya-foya.

Sofjan Djalil, yang bagi kami di Persatuan Pelajar Islam (PII) di Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, yang mengenal menyapanya dengan Pak James (singkatan jaga mesjid), menjadi heran bahwa kini ingin menjual PT Krakatau Steel ke Mittal. Ia tampak pula menselebriti, merencanakan event-event PR yang tak lagi membumi, di tengah kepahitan hidup menjadi-jadi.

Sebaliknya jika Pak James mungkin bertanya, “Apa yang kamu buat untuk negeri ini?”

Selemah-lemahnya iman, mendoakan pemimpinnya berubah pikiran, berubah menjadi pro rakyat.

Sedangkan saya tak hanya berdoa diam. Saya mencoba menuliskan tulisan tajam, coba deh baca kumpulan Tajuk ini. Beberapa pihak sudah mulai mengancam-ancam. Dan bagi saya yang sudah sering diancam, baik melalui telepon, saya hanya ingin mengatakan, alamat saya jelas, ada di blog di internet, mudah menelusuri saya. Saya juga tak punya pistol. Ke mana-mana seorang diri, tidak punya body guard.

Alhamdulillah, Puji Tuhan, ada pembaca tulisan-tulisan saya ini yang mengajak dalam waktu tak lama lagi membuat warung-warung murah di keramaian Jakarta, dengan makanan sehat. Paling tidak itulah yang paling minim bisa. Selain terus berupaya, mengembangkan industri konten dan aplikasi yang sesungguhnya menjanjikan bagi negeri ini. Industri yang tak ada venture capital-nya di negeri ini. Toh pebankan yang bagian MNC itu hanya berkredit kartu kredit, KPR, mobil dan motor.

Toh ekonomi kita, hanya Ekonomi Mengayuh Sepeda. Baca deh ekonomi mengayuh sepeda tulisan 3 Mei 2008 lalu. Jadi bukan anak sekolah bersepeda sekolah: ekonomi kita-pun mengayuh sepeda!