Kecilkan Perut Demi Kesehatan !

May 27th, 2008 by amillavtr

Brubung daku beberapa bulan terakhir ini lagi tergila-gila sama yang namanya Fitness ; Makan makanan sehat (meaning only eat vegetables ; fish and drink NON fat milk), ada baiknya tulis artikel yang mudah-mudahan bisa berguna buat rekans lainnya disini… 

                                 Fitness

Kecilkan Perut Demi Kesehatan

  • Minum segelas air putih sebelum makan
  • Makanlah dengan piring datar
  • Jangan berbelanja selagi perut kosong

Lingkaran perut pada orang gemuk ternyata bisa menentukan risiko tinggi terjadinya kelainan metabolisme, yang bisa membawa akibat gangguan pembuluh darah seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Bagaimana memperkecil lingkaran perut lewat pengaturan makan, olahraga dan perubahan gaya hidup ?

Semenjak usia 20 tahun, metabolisme tubuh yang tadinya bersifat membangun (anabolisme) mulai berubah secara berangsur-angsur menjadi metabolisme yang mendatar, melambat dan akhirnya merombak (katabolisme) ketika memasuki usia senja. Metabolisme yang merombak menyebabkan penurunan massa otot dan tulang serta peningkatan timbunan lemak tubuh, khususnyadi sekitar alat tubuh seperti jantung , usus, ginjal dan DI BAWAH KULIT PERUT, itulah penyebab perut membuncit.

Metabolisme sudah mulai melambat pada usia 40 tahun. Saat itu otot dan organ tubuh mulai mengecil. Juga tubuh membutuhkan kalori lebih sedikit daripada sebelumnya. Jika remaja dalam masa pertumbuhan dapat melahap habis dua piring nasi dan puluhan tusuk sate, maka ada masa pelambatan metabolisme ini, orang mungkin hanya bisa makan satu piring nasi dan beberapa tusuk sate. Kegemukan terjadi jika : Pola makan tetap sama seperti pada usia remaja , tetapi kegiatan fisik sudah jauh menurun, sementara metabolisme-nya melambat.

Ketika melakukan diet sekaligus berolahraga, bobot badan sering tidak turun. Lho mengapa ?   (gw sempat ngalamin stress yang sama ketika mula-mula menjalankan program ini… hehe ). Dalam program diet dengan olahraga, mengecilnya lingkaran perut sebenarnya akan lebih dulu terjadi ketimbang turunnya bobot badan. Sebagai hasil dari olahraga-khususnya yang bersifat beban, baik berat (weight) maupun kecepatan (speed) –masa otot sering turut meningkat. Dengan begitu, sekali pun program penurunan bobot itu telah mengurangi jumlah lemak tubuh, bisa saja berat badan tetap sama atau bahkan naik karena peningkatan massa otot. Tanda yang lebih tepat yaitu mengecilnya lingkar perut ditandai dengan pakaian kendor di bagian perut.

Makan Secara Cerdik.

Ada asumsi umum, jika kita memasukkan lebih banyak kalori dari makanan ketimbang kalori yang dipakai tubuh maka makin banyak lemak atau gajih yang menumpuk. Celakanya , gajih sering menumpuk di bagian perut. Pertanyaannya, makanan saja yang banyak memberikan kalori dan menyebabkanpenumpukan gajih ?

Sebagian pakar berpendapat, lemak atau minyak merupakan unsur makanan yang memberikan kalori paling besar. Alasannya, pertama, 1 g lemak akan menyumbang 9 kalori (protein dan karbohidrat hanya memberikan 4 kalori). Kedua, lemak ternyata, justru menggunakan lebih sedikit kalori dalam proses metabolismenya. Untuk metabolisme protein diperlukan kalori sekitar 23 persen dari total kalori yang dihasilkan. Untuk karbohidrat dibutuhkan sekitar 6-7 persen, tetapi untuk metabolisme lemak hanya perlu 2-3 persen. Karena kalori yang dihasilkannya lebih tinggi, dan metabolismenya yang lebih sedikit memerlukan energi itulah maka lemak dianggap sebagai unsur makanan yang harus dikurangi jika kita hendak berdiet…! 

Untuk mengurangi makanan yang banyak mengandung lemak, biasakan diri melakukan beberapa hal pada saat makan. Pertama, biasakan minum air putih satu gelas sebelum makan. Dr Blackburn dari Harvard Medical School menyatakan. "Perasaan lapar sering merupakan manisfestasi rasa haus. Jika kita membiasakan diri minum air pada saat terasa ingin ngemil di luar saat makan, maka keinginan itu akan dapat dikurangi."  Jika menyukai sari buah, Anda dapat menggantikan air putih dengan buah rendah kalori yang diblender agar seratnya turut terkonsumsi. Pilihlah buah atau sayuran yang kalorinya rendah seperti tomat dan ketimun. Blenderan buah atau sayuran ini dapat diminum untuk menghilangkan perasaan ingin ngemil atau diminum sebelum makan. Selain itu, serat solubel (dapat larut) dalam blenderan akan mengurangi penyerapan lemak dari makanan di dalam usus.

Ketika memilih piring makan, usahakan mengambil piring datar (plate) dan bukan piring cekung (disc). Ambil sayuran dahulu untuk memenuhi piring, baru kemudian nasi dan yang terakhir lauk dan dagingnya. Jika ingin tambah, hanya sayuran yang boleh Anda ambil. Jangan lupa makanlah selalu di meja makan dan jangan makan di sembarang tempat, apalagi sambil menonton TV. Sebab makin seru acara TV makin banyak makanan atau camilan yang Anda habiskan. Selain memberikan kesempatan makanan untuk turun, kebiasaan berjalan-jalan sesudah makan akan membantu menghabiskan sebagian kalori dari makanan itu. Setiap 25 langkah Anda berjalan, satu kalori akan terpakai. Apalagi jika Anda menaiki tangga. Tentu saja semua ini harus dilakukan dengan santai karena perut Anda baru saja terisi.

Terus Olahraganya Apa ???

Olahraga yang tepat untuk membantu penurunan berat badan adalah kombinasi latihan beban dan aerobik. Latihan beban seminggu sekali dan aerobik 3-5 kali seminggu, bukan hanya membantu menurunkan berat tetapi juga akan mempertahankan berat yang sudah tercapai. Latihan beban dapat dilakukan menggunakan dumbell atau peralatan di pusat kebugaran jasmani. Untuk latihan beban mungkin diperlukan instruktur agar tidak terjadi penambahan massa otot berlebihan sehingga membuat bobot badan meningkat pesat .

Latihan aerobik dapat dilakukan sendiri. Bisa dengan berenang pelahan, jogging, bersepeda, lari, atau jalan cepat , dan senam aerobik. Ciri olahraga aerobik berupa keluarnya keringat tanpa rasa sesak napas, lelah dan mengantuk sesudah berolahraga. Sebaliknya, latihan aerobik harus membuat tubuh terasa lebih segar, tidak lapar , dan tidak mengantuk.  Pengecilan perut sebaiknya tidak dilakukan denga beban berlebihan. Latihan sit up dapat menjadi olahraga beban karena Anda harus mengangkat dua pertiga tubuh..!

Jika ingin mengurangi beban itu dapat dipakai alat khusus yang juga bisa mencegah sakit pinggang akibat sit up. Acapkali, mereka yang mencoba mengecilkan perut dengan sit up tanpa alat penyangga mendapatkan perut yang semakin besar kendati sebenarnya perut itu bukan membuncit tetapi semakin berotot dan kencang.  Untuk mengecilkan perut gerakan panggul yang ringan tetapi lama akan lebih efektif. Latihan dapat dilakukan dengan alat seperti permainan hullahoop atau piringan untuk latihan gerak panggul. Gerakan ini mungkin bisa disamakan dengan gerakan penari perut atau hula-hula yang memiliki perut relatif kecil.

Hal yang sama juga berlaku pada pengecilan paha dan tungkai. Jika menggunakan beban berat, mungkin paha dan tungkai Anda semakin besar dan berotot. Untuk mengecilkannya Anda dapat meniru gerakan pengendara sepeda di desa yang mengayuh sepedanya perlahan- lahan tetapi dalam waktu lama. Pengendara sepeda itu, umumnya memiliki paha dan tungkai lebih ramping dari pada pengemudi becak.

Perubahan Perilaku

Perubahan perilaku sebenarnya merupakan hal pertama yang harus diupayakan dalam merampingkan tubuh dan mengecilkan perut. Selain perilaku sehat dalam pola makan dan latihan , beberapa perilaku juga harus tertanam dalam diri kita sehingga implementasinya terlaksana secara spontan dan otomatis. Khusus bagi kaum wanita, yang juga perlu diperhatikan adalah perilaku berbelanja dan memasak. Sebaiknya tidak berbelanja selagi perut kosong. Susunlah daftar belanjaan sesuai dengan kebutuhan. Jika ingin belanja makanan, datangi dahulu gerai buah dan sayuran. Gerai makanan instan harus Anda kunjungi paling akhir bila memang benar-benar memerlukannya. Khusus untuk makanan buatan pabrik, baca dan perhatikan keterangan gizi pada label kemasannya. Makanan rendah lemak umumnya mengandung kurang dari 5 g lemak atau minyak per saji (serving size). Jangan membeli camilan manis seperti cake, cookies, permen dan cokelat untuk ditaruh di meja makan.   Ganti saja dengan buah-buahan. 

Cara memasak paling baik untuk mengurangi jumlah kalori dalam makanan adalah merebus, menanak, memanggang atau memepes. Khusus untuk sayuran, Anda dapat menumisnya dengan sedikit minyak (misalnya setengah sedok makan minyak). Hindari minyak atau lemak hewan. Gunakan santan encer untuk memasak.  Menggoreng daging atau ikan dengan banyak minyak akan menimbulkan dua kerugian . Pertama, jumlah minyak yang terserap akan berlebihan, apalagi jika makanan itu dibungkus tepung. Kedua, penggorengan daging , ayam, ikan, telur dengan pemanasan tinggi dan penggunaan jelantah dapat mengubah minyak tak jenuh menjadi jenuh dan menghasilkan nitrosamin yang karsinogenik (penyebab kanker).

Perilaku sehat bisa terdapat dalam bentuk exercise, yang bisa berarti aktivitas sehari-hari di rumah dan di tempat kerja. Kegiatan seperti mencuci mobil , berkebun, membersihkan lantai, mencuci piring dapat dikerjakan sebagai bagian dari exercise, asalkan dilakukan dengan senang hati dan santai. Kegiatan yang dilakukan secara terpaksa akan berakibat stres yang memicu pengeluaran adrenalin. Yang tidak kalah penting, tanyakan pada diri sendiri apakah Anda memiliki perasaan cemas, depresi atau stres berlebihan. Semua keadaan ini dapat membuat Anda makan berlebihan sekalipun tak memerlukannya. Buat mengatasinya, mungkin Anda perlu berkonsultasi dengan psikolog sebelum memulai diet dan olahraga. Yang penting , jalankan semua program ini dengan santai dan jangan terpaku pada hasilnya. Penurunan berat sedikit demi sedikit akan memberikan hasil lebih permanen ketimbang penurunan drastis. 

BERAGAM KARBOHIDRAT, Lihat dari Serat, Glikemik, dan Kandungan Oksidannya

SEBELUM berdiet karbohidrat atau diet rendah karbohidrat, sebaiknya kita mengenal terlebih dulu macammacam pengelompokan karbohidrat. Dengan begitu, kita bisa memilih jenis makanan berkarbohidrat mana yang harus kita pantang dan mana yang justru harus kita santap.

Seperti diungkapkan sebelumnya, diet karbohidrat adalah dengan meningkatkan asupan karbohidrat kompleks dan menurunkan asupan karbohidrat sederhana atau simpleks.

Lalu, apa beda dari kedua jenis karbohidrat itu ? Karbohidrat simpleks adalah jenis karbohidrat yang memiliki kadar gula tinggi.  Karbohidrat ini kerap menjadi sebab-musabab naiknya berat badan seseorang.

Sedangkan karbohidrat kompleks adalah jenis karbohidrat yang terdiri dari protein dan serat. Nah, baik atau tidaknya karbohidrat ini ditentukan indeks glikemik. Semakin tinggi indeks glikemiknya, semakin cepat kadar gula darah seseorang meningkat. Akibatnya, makanan itu semakin merangsang seseorang untuk terus makan.

Penderita kencing manis (diabetes mellitus) tidak dianjurkan mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemik yang tinggi. Sebab, karbohidrat jenis ini akan menyebabkan produksi insulin menjadi berlebihan

Salah satu contoh yang termasuk karbohidrat simpleks dengan glikemik tinggi yakni kue tart. Karena, kalau seseorang makan kue tart, dia pasti ingin makan lagi… 

Adapun contoh jenis makanan karbohidrat kompleks dengan glikemik rendah adalah sayur-mayur.  Misalnya bayam. Memakannya orang akan cepat kenyang.

Usahakan juga mengonsumsi karbohidrat berserat tinggi. Karbohidrat kompleks identik dengan serat tinggi. Ingat, karbohidrat berserat tinggi tidak mudah diurai sehingga tidak memicu naiknya insulin dalam tubuh. Contoh buah dengan serat tinggi seperti apel, pir, dan jeruk. Sedangkan yang miskin serat, contohnya pisang, nangka, mangga, dan duren.

Selain itu, karbohidrat yang baik juga ditentukan kandungan antioksidannya. Antioksidan ini berfungsi menangkap radikal bebas dalam tubuh. Memang, radikal bebas memiliki fungsi mengubah makanan menjadi energi. Cuma, kelebihan radikal bebas dapat menurunkan mutu DNA.

Makanan yang mengandung karbohidrat dengan antioksidan paling baik atawa istimewa contohnya: bayam, brokoli, kembang kol, selada.

Setingkat di bawahnya adalah: terung, paprika, kol, kacang panjang, dan tomat. Kategori di bawahnya lagi yang masih mengandung antioksidan adalah jeruk peras, seledri, mentimun, anggur.

Good Luck for aLL of us …   

Cinta yang Berawal dari Internet Takkan Awet !!

May 25th, 2008 by amillavtr

Secara…  lagi banyak nehh jombloers dikantor yang mencoba ‘peruntungan’ mencari jodoh via Situs Perjodohan atau Yahoo messenger 

Terus terang gw tergerak, dan sempat melakukan beberapa "penyelidikan tidak ilmiah" terhadap kaum Adam yang biasa chatting di Y!M.   (Tentu saja) selama ‘penyelidikan’ berlangsung gw mengaku sebagai wanita jomblo berusia 25 tahun yang sedang mencari pacar, hahahaaa…. 

Hasilnya ??? sungguh mengerikan.  Ternyata mayoritas lelaki yang diajak chatting ujung-ujungnya hanya mencari  one night stand  belaka     Di awal-awal perkenalan begitu baik, bijak dan menyenangkan, makin kesana & makin berusaha mengenal ujung-ujungnya ngajak ngamar  juga….. Oalaaahhh sungguh mengerikan !

Bahkan parahnya ada yang sama sekali belum pernah ketemu atau melihat photo wajah kita sudah langsung ngajak ketemuan di sebuah kamar hotel   What a desperate man !  kalau yang diajak chatting berwajah jelek & bertubuh super gendut gw rasa manusia model gini tetap nggak perduli, yg penting perempuan !!  Jangan2 gw kirimin kambing dibedakin juga bakalan diembats sama tipe laki-laki menyedihkan model gini, hahahaaa….. 

Oleh sebab itu saran saya jangan coba-coba mencari peruntungan jodoh anda melalui internet.  Cari aja lelaki ‘beneran’ didunia nyata yang bisa kita langsung nilai kadar kebaikan atau perilakunya.  Mencari pasangan via internet ibarat memilih kucing dalam karung bo!  Bukannya dapat kucing persia malahan dapet kucing garong, hahaha….

Semoga bisa jadi bahaan renungan untuk para jombloers diluar sana….

                                     Dating150

Ini liputannya :

Situs perjodohan di internet memang kian menjamur. Tak sedikit pasangan yang akhirnya mengikat janji sehidup semati karena bertemu di kontak jodoh tersebut.

Namun, sebuah riset baru menyebutkan, cinta yang berawal dari situs perjodohan umumnya tak akan bertahan lama. Hal tersebut karena mereka berakhir dengan memilih seseorang dengan mengandalkan kata hati, tanpa bertatap muka dan mengenal langsung lawannya terlebih dahulu.

Umumnya, para wanita lebih sering salah memilih karena sisi emosionalnya lebih berjalan dari logikanya. Demikian menurut riset terbaru yang digagas oleh sebuah universitas di Australia.

"Padahal Anda tidak bisa mengharapkan segala sesuatunya sama di dunia nyata seperti di dunia maya," tutur ketua riset, Matthew Bambling dari Queensland University of Technology seperti dikutip detikINET dari Reuters, Senin (26/5/2008).

Lebih lanjut diungkapkan, wanita lebih mudah terbuai oleh sekedar omongan atau rayuan dari lawan bicaranya, bahkan hanya melalui email atau chatting saja.

"Hanya karena laki-laki pandai merangkai kata di e-mail, bukan berarti mereka adalah teman hidup yang ideal untuk Anda," tandas Bambling.

Menurut riset, tak sedikit para wanita dan lelaki single yang kecanduan berkutat di situs perjodohan. Padahal, belum tentu semua informasi yang diungkapkan mereka benar adanya.

"Tak mungkin mereka menuliskan, saya duda pemabuk yang telah lima kali menikah dan mencari pasangan hidup, pilihlah saya" tutur Bambling.

Menurut periset, ada baiknya para pencari jodoh tidak terlalu lama terbuai dengan hubungannya di internet. Sebaiknya, setelah beberapa kali kontak di internet, langsung saja bertatap muka untuk meyakinkan diri, apakah dia benar-benar untuk Anda.   

David Cook wins “American Idol”

May 22nd, 2008 by amillavtr

Ngelihat David menangis semalam di lagu terakhirnya, gw jadi ikutan nangis. Byangkan, cowok se-macho dia ternyata disaat tertekan seperti itu ujung2nya bakalan nangis juga…   Th_angel_1

I Love You David Cook !!!!!!!!

Rocker David Cook won the coveted title of "American Idol" on Wednesday, dealing an unexpected but decisive defeat to a silken-voiced teenager, also named David, on the most popular U.S. television show.

Cook

Cook, 25, who was tending bar and playing in a band before he auditioned for the singing competition, stood back to applaud rival David Archuleta, 17, and then bent over crying after host Ryan Seacrest said he had won by 12 million votes.

2davids

"This is amazing. Thank you," said the Blue Springs, Missouri, native, who in addition to being crowned this year’s "Idol" will receive a recording contract.

It has produced mega-stars from both winners and losers, including Kelly Clarkson, Carrie Underwood and Chris Daughtry

This season, however, average audiences on the show have slipped from just over 30 million viewers last year to roughly 28 million this year, the second straight year of declines.

Nevertheless, the dueling Davids garnered a record 97.5 million votes between them, smashing the previous record by 23 million. The contest was decided by a telephone and text-messaging vote in which Cook received 56 percent to Archuleta’s 44 percent.

Throughout this year’s months-long competition, Cook wowed both the show’s viewers and judges with updated, rock versions of pop classics like Lionel Richie’s "Hello" and Michael Jackson’s "Billie Jean."

On Tuesday night’s show, however, the judges said the babyfaced Archuleta had outperformed Cook with his pitch-perfect renditions of John Lennon’s "Imagine" and Elton John’s "Don’t Let the Sun Go Down on Me."

Acid-tongued judge Simon Cowell criticized Cook for choosing a song he had never performed before during his last chance to woo voters and called the evening "a knockout" by Archuleta. Cook sang Collective Soul’s "The World I Know" instead of reprising one of his best-loved performances of the season, as Archuleta did with "Imagine."

SIMON APOLOGIZES (brengsek kau Simon !!! hahahaaa)

But just before Seacrest announced the results on Wednesday, Cowell – in an unusual move for him — apologized for his comments from the previous evening.  Laugh_1

"I went back home to watch it, it wasn’t quite so clear cut as we called it," Cowell said, adding to Cook: "I will take this opportunity to apologize because I think I was verging on disrespectful with you. I don’t think you deserved that."

Backstage, Cook said he didn’t think Cowell’s comments warranted an apology, though he was happy to receive it.

"An apology from Simon is a pretty rare gem," he said, adding that he had not expected to win the "Idol" title.

Also backstage, a giddy Archuleta was effusive in his praise of Cook.

"He’s like my big brother," Archuleta said. "I have looked up to him since the beginning of this. I just feel so honored to be standing next to Cook."

About 100,000 people auditioned for this year’s "American Idol," which puts contestants through auditions and performances that showcase musical genres from musical theater to country to pop.

"Idol" has also become a coveted forum for established artists to be seen. Wednesday night’s star-studded show at the Nokia Theatre in downtown Los Angeles included performances by George Michael, Donna Summer, Seal, Underwood and Bryan Adams

The "Davids" duel is the first time two male contestants have competed for the "Idol" title since Ruben Studdard defeated Clay Aiken in the show’s second season in 2003.

However, a showdown between the two was widely anticipated as neither ever landed among the show’s bottom three vote-getters on the weekly broadcasts in which contestants are whittled down before one is sent home.

Under Cowell’s deal with Fox, he has the rights to sign the winning singer and runner-up from each "Idol" contest to a recording contract with his label, Sony BMG, a partnership between Sony Corp and Bertelsmann.   

Anak UI, anyone ???

May 22nd, 2008 by amillavtr

Dapet info dari Mas Adhie M. Massardi.  Is it true ??    kok gue jadi ‘ngenes’ membacanya (apabila memang benar begitu kejadiannya… ).  No wonder mahasiswa sekarang nyaris gak ada riaknya ditengah keterpurukan kondisi ekonomi saat ini.  Apakah karena zaman sekarang hanya anak-anak orang mampu saja yang bisa kuliah ? sehingga para Mahasiswa tidak merasa mengalami yang namanya kondisi perekonomian sekarang yang sedang sulit ?  Wallahu Alam…. 

Atau mungkin mereka ‘kapok’ dengan Reformasi ? alias takut disalahin lagi oleh masyarakat karena ‘berkat’ mahasiswa menjatuhkan Rezim Orba kondisi Indonesia sekarang malahan makin terpuruk ??  Cuma mereka yang bisa menjawab ….   

‘SKANDAL’ 100 TAHUN PERAYAAN HARKITNAS

Perayaan 100 Tahun Kebangkitan Nasional di Stadion Senayan, Selasa malam, 20 Mei 2008 sebenarnya bisa dibilang spektakuler. Maklum, dibiayai dengan belasan milyar rupiah.

Tapi sebagian (besar) masyarakat menontonnya dengan perasaan yang hambar. Karena digelar di tengah kepanikan rakyat menghadapi mahalnya harga kebutuhan hidup dan ancaman dinaikkannya harga BBM oleh SBY. Apalagi pada hari yang sama, seorang suami yang didera kemiskinan membunuh istrinya hanya gara-gara sepotong ayam goreng. 

Puluhan ribu mahasiswa yang diboyong ke stadion dibayar 100 ribu per orang, via rektor masing-masing universitas. Mahasiswa Universitas Indonesia yang selama ini dipandang steril dari bayar-bayaran, untuk acara 20 Mei yang dihadiri Presiden dan Wapres, ternyata (5 ribu mahasiswanya) bisa digiring rektornya, dengan ongkos dari panitia, konon, 100 ribu rupiah per kepala. Ini aneh… !

Kalau berita ini benar-benar begitu, ini akan menjadi bencana besar bagi UI yang bergengsi itu.

Semoga hari ini bukan merupakan hari kejatuhan pamor UI. 

DPD VS DPR @ MAHKAMAH KONSTITUSI

May 15th, 2008 by amillavtr

Berikut ‘intisari’ Sidang Lanjutan yang menghadirkan saksi-saksi ahli baik dari Pihak DPD ; DPR maupun dari Pihak Pemerintah.  Sidang Judicial Review lanjutan ini sendiri berlangsung pada hari Selasa / 13 Mei 2008 @ R. Sidang Utama Mahkamah Konstitusi. 

Walau kakak-ku tertjinta menjadi Tim Kuasa Hukum ‘Pihak Lawan’    aku tetap berpegang pada pepatah :  sɛm pər ˈfаɪ =  "Always faithful to the Corps" dan am  still (and will)  proud to be part of DPD (walau sering dipandang sebelah mata oleh "Saudara Tua" di Gedung sebelah, hahahaaaa….)   


AHLI DPD KLAIM SYARAT DOMISILI DAN NON-PARTAI POLITIK DALAM KONSTITUSI

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersikukuh, penghapusan syarat domisili dan non-partai politik dari Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau UU Pemilu tidak bertentangan dengan Undnag-Undang Dasar 1945. Bahkan sangat sesuai dengan prinsip semua orang mempunyai kedudukan sama di hadapan hukum dan pemerintahan.

Sementara Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menilai, DPR saat ini sudah “pintar”. Dalam mengakali undang-undang, DPR tidak secara langsung berhadapan dengan konstitusi tetapi bermain kata-kata. 

Pernyataan tersebut mengemuka dalam sidang lanjutan uji materiil UU 10/2008 di Sidang Pleno Mahkamah Konstitusi (MK) yang dipimpin Ketua MK Jimly Asshiddiqie, Selasa (13/5) di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Perwakilan sekaligus kuasa hukum DPR, Pataniari Siahaan dan Lukman Hakim Syaefuddin, menyinggung legal standing para pemohon. Menurut Pataniari, permohonan DPD secara kelembagaan tak relevan dengan legal standing yang mengacu pada Pasal 22C ayat (1) dan Pasal 22E ayat (4) UUD 1945.

“Yang dipersoalkan pemohon dalam UU Pemilu adalah persyaratan untuk menjadi anggota DPD. Pasal 12 dan Pasal 67 UU Pemilu mengatur syarat keanggotaan DPD. Artinya, lembaga DPD (yang baru) belum terbentuk. Itu tak ada kaitannya,” ujarnya.

Pataniari juga menyebutkan, tidak adanya syarat domisili dan larangan orang partai politik menjadi anggota DPD merupakan perwujudan asas kesamaan kedudukan di hadapan hukum dan pemerintahan yang diatur konstitusi. Yang dimaksudnya adalah Pasal 27 ayat (1) UUD 1945.

“Setiap orang bisa mencalonkan diri menjadi anggota DPD. Tak peduli ia termasuk orang partai politik atau bukan, berada di domisili daerah yang akan diwakilinya atau tidak, asal pencalonan itu atas nama diri sendiri, bukan atas nama partai politik,” tegasnya.

Selain itu, tambah Pataniari, konstitusi tidak mengharuskan calon anggota DPD berdomisili di daerah yang akan diwakilinya. Karena konstitusi sendiri memberikan hak konstitusional sama kepada setiap orang sepanjang mencalonkan diri sebagai perseorangan.

Lukman juga memberikan pembelaan. “Dalam UUD 1945 semua berhak menjadi anggota DPD atas nama sendiri juga mewakili provinsi, jadi tidak perlu dipertegas lagi dalam UU,” katanya. Pasal yang dihapus dari UU Pemilu tidak menunjuk langsung kepada anggota DPD secara personal, melainkan secara institusi.

Karena itu yang berhak mengajukan keberatan adalah DPD bukan anggotanya.”Saya bingung. Di sini (pemohon) ada anggota DPD, ada LSM (lembaga swadaya masyarakat), ada yayasan. Kenapa tidak dijadikan warga negara biasa saja agar lebih mengena,” imbuhnya.

Menanggapi pendapat kuasa hukum DPR itu, penasihat hukum pemohon Bambang Widjojanto mengatakan, pasal-pasal yang dimohonkan adalah permainan frase DPR, tapi substansinya tetap, partai politik ingin menguasai DPD.

Ia menilai penggunaan pasal hak asasi manusia oleh DPR terlalu umum. DPR tidak bisa “nembak” ke Pasal 27 UUD 1945 karena yang dipersoalkan pemohon hanya kewenangan DPD. Seharusnya DPR merujuk ke Pasal 22C ayat (1) dan Pasal 22E ayat (4).

Menurutnya, setiap orang bisa saja menggunakan pasal itu. Tetapi harus dilihat relevansinya.

Bambang juga mengatakan, dalam mengakali UU, DPR tidak lagi secara langsung berhadapan dengan konstitusi namun sudah bermain kata-kata. “Pasal-pasal yang kita mohonkan adalah permainan frase, tapi substansinya tetap. Partai politik ingin menguasai DPD. DPR sudah pintar, tidak vis a vis dengan konstitusi,” katanya dalam sidang.

Setelah rehat sekitar satu setengah jam, sidang perkara uji materi UU Pemilu dilanjutkan kembali. Usai mendengarkan DPR, giliran para ahli menyampaikan keterangannya.

DPD, selaku pemohon, mendatangkan tiga ahli dan satu saksi yang ikut terlibat dalam pembahasan UU Pemilu. Tiga ahli itu adalah pakar hukum tata negara dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) John Pieris, pakar ilmu dari Universitas Indonesia (UI) politik Arbi Sanit, dan pakar politik pemerintahan dari The Indonesian Institute (TII) Cecep Effendi. Sedangkan saksi adalah mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Departemen Dalam Negeri (Depdagri) Progo Nurdjaman. Pemerintah menghadirkan dua ahli, yakni Syafri Nugraha dan Zudan Arif Faturullah.

Sesuai dengan keahliannya, John berbicara mengenai konstitusi. Mantan anggota Komisi Konstitusi (KK) ini menilai penghilangan syarat domisili dan larangan pengurus partai politik menjadi anggota DPD telah menabrak konstitusi. Ia mengungkapkan kedua item sebenarnya diatur konstitusi, berdasarkan penafsirannya.

Ia mengutip Pasal 22C ayat (1) UUD 1945 yang berbunyi “Anggota Dewan Perwakilan Daerah dipilih dari setiap provinsi melalui pemilihan umum”. Ia menyoroti frase “dipilih dari setiap provinsi” yang menunjuk kepada syarat domisili. “Jadi setiap orang yang ingin menjadi anggota DPD, harus berdomisili dari provinsi yang akan diwakilinya,” tafsirnya.

John memandang dari sudut etimologis. Menurutnya, definisi provinsi sangat dekat dengan pengertian ruang, asal, tempat tinggal, dan domisili. Penafsiran akan berubah bila kata “dari” diubah menjadi “di”. “Kalau frasenya berbunyi “dipilih di setiap provinsi”, maka tak perlu berdomisili di daerah yang diwakilinya,” tegasnya.

Mendengar penafsiran yang dikemukakan oleh ahli ini, anggota Komisi III DPR yang menjadi anggota kuasa hukum DPR Lukman Hakim Saefuddin mengatakan, “Itu kan hanya tafsir dari pemohon (ahli pemohon) saja,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa makna frase itu sebenarnya sederhana. “Maknanya adalah setiap provinsi harus punya wakil di DPD. Tak ada provinsi yang tak terwakili,” tambahnya.

Non-Partisan

Tak hanya domisili, John juga berbicara mengenai sifat DPD yang non-partisan. Orang partai politik dilarang berkiprah di DPD. UU Pemilu memang tak mengatur hal itu. Non-partisan dinyatakan John terdapat dalam Pasal 22E ayat (4) UUD 1945 yang berbunyi “Peserta pemilihan umum untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Daerah adalah perseorangan”. Ia membandingkan dengan Pasal 22E ayat (3) UUD 1945 yang berbunyi “Peserta pemilihan umum untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah partai politik”.

Menurutnya, pembagian tersebut sudah jelas. DPD untuk perseorangan, sedangkan DPR dan DPRD untuk orang partai politik. Karenanya, ia sangat menyayangkan tak adanya larangan orang partai politik berkiprah di DPD dalam UU Pemilu, padahal dalam UU Pemilu sebelumnya (UU12/2003) larangan itu jelas dinyatakan.

Hakim Maruarar Siahaan menyindir keterangan kuasa hukum DPR yang mengatakan hilangnya syarat domisili dan larangan orang partai politik berkiprah di DPD merupakan perwujudan persamaan kedudukan di hadapan hukum dan pemerintahan. “Kalau seperti itu, apa bisa perseorangan mencalonkan diri sebagai anggota DPR ?” tanyanya.    (kumaha atuuh Pak hakim, emang gak baca UU Pemilu 2008 Pasal 7 : Peserta Pemilu untuk memilih anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota adalah partai politik.  )

Sedangkan hakim A Mukhtie Fadjar menilai penggunaan kata non-partisan tak tepat. Ia mengingatkan bahwa larangan untuk berkiprah di DPD dalam UU Pemilu yang lama hanya untuk pengurus partai politik saja. Anggota partai politik tidak dilarang. “Mungkin sampai saat ini, masih ada anggota DPD yang jadi anggota partai politik,” ujarnya.

Kesaksian “Orang” Pemerintah

Sidang juga mendengarkan kesaksian mantan Sekjen Depdagri. Progo yang dihadirkan DPD pernah terlibat pada pembahasan UU 12/2003 (UU Pemilu lama) dan UU 10/2008 (UU Pemilu baru) sebagai wakil Pemerintah.

Progo menceritakan sengitnya perdebatan ketika membahas UU 12/2003. Kala itu, pihak Pemerintah harus meyakinkan DPR agar mencantumkan syarat domisili dan larangan bagi pengurus partai politik. Akhirnya, Pasal 63 UU 12/2003 mencantumkan persyaratan itu.

Sayangnya, keberhasilan Progo tak terulang pada pembahasan UU 10/2008. Syarat yang memang tercantum dalam draft rancangan undang-undang (RUU) versi Pemerintah tak ketahuan rimbanya. “Persyaratan itu bukan hilang, tapi tak muncul lagi,” candanya.

Atas kesaksian tersebut, Lukman mengatakan, UU Pemilu baru merupakan produk DPR bersama Pemerintah. Kalau Pemerintah tak setuju, hak veto bisa digunakan. UUD 1945 memang menyatakan UU merupakan hasil kesepakatan bersama antara DPR dan Pemerintah.

“Tapi kan akhir pembahasan Pemerintah tak mempersoalkan itu. Memang Mendagri (Menteri Dalam Negeri) katanya akan menggunakan hak veto. Tapi ternyata dia tetap menyetujui,” pungkas Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) DPR ini. 

Negara Gagal

May 15th, 2008 by amillavtr

Apa yang disebut dengan negara gagal ? Definisi dapat bermacam-macam dan orang dapat berdebat mengenai hal itu tanpa henti. Jadi, lebih baik disebutkan beberapa kriteria atau ciri khas yang banyak disepakati di dunia ini mengenai apa yang disebut sebagai negara gagal. Yang terpenting adalah hal-hal berikut ini.   

·         Terasa tidak ada lagi jaminan keamanan: orang merasa tidak aman dan tidak nyaman dan ingin mengungsi ke negeri orang. Kasus perusakan tempat-tempat ibadah merupakan salah satu hal yang khas bagi negara gagal.

·         Pemerintah seakan-akan tidak lagi dapat menyediakan kebutuhan pokok, seperti pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, penyediaan bahan kebutuhan pokok (Indonesia: gas dan minyak tanah seperti yang terjadi belakangan ini). Infrastruktur menjadi semakin tak keruan dan tidak efektif lagi.

·         Korupsi merajalela dan justru dilakukan oleh lembaga yang sebenarnya mempunyai tugas pokok melindungi rakyat, masyarakat, dan negara terhadap gangguan korupsi itu, seperti DPR, DPRD, Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, kepolisian, dan anggota kabinet. Di negara-negara gagal sebenarnya justru negara itu bersekongkol dengan para preman, mafia, dan teroris.

·         Bentrokan-bentrokan horizontal di antara kelompok etnisitas yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Hal itu menunjukkan ketidakberdayaan aparat negara.

·         Kehilangan kepercayaan masyarakat yang merata dan menyeluruh.

Apakah Indonesia sudah menjadi negara gagal ? Tidak! (Atau belum) setidak-tidaknya, tetapi Indonesia menuju dengan cepat ke arah itu.

Di dunia ini sudah didaftar beberapa negara gagal, Indonesia belum termasuk. ( ???  IMHO, negara kita sudah masuk negara gagal, at least dimata Rakyatnya sendiri….) Namun, jika dibiarkan terus tanpa ada tindakan drastis untuk mencegahnya, hal itu akan menjadi kenyataan. Beberapa orang ahli atau beberapa lembaga internasional sudah mulai menyebut-nyebut bahwa Indonesia sudah harus sangat waspada dan berhati-hati. Berusahalah sekuat tenaga agar Indonesia tak jatuh menjadi negara gagal.

Resep untuk

Indonesia

Pertama

,

Indonesia

sudah harus mempunyai pemimpin baru: seorang pemimpin yang tegas, jelas, dan keras, di mana perlu kejam, tetapi adil. Sosok pemimpin seperti ini berani bertindak dan berani mempertanggungjawab

kan

tindakannya tanpa banyak cingcong.

Kedua, melihat keadaan yang semrawut dan kaotis di sekeliling kita, sebenarnya pada saat ini sudah harus ada sense of emergency and sense of urgency. Bahkan, negara

Indonesia

ini sudah harus berada dalam keadaan darurat. Jadi, pemerintah yang mencoba menegakkan benang yang sudah basah ini sudah harus memerintah dengan dekret.

Ketiga, mulai membenahi perekonomian nasional. Ini berarti, langkah perekonomian nasional yang tidak dihalangi oleh kesenjangan aturan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Masalah otonomi Indonesia kini merupakan struktur federal yang sangat kacau, suatu bom waktu yang ditinggalkan Orde Baru.

Keempat, hentikan korupsi besar-besaran dari pusat hingga daerah, dari yang tertinggi hingga ke yang terendah. Bila perlu, terapkan hukuman mati. Di Indonesia, orang berkorupsi karena yakin bahwa dia akan lolos asal saja cukup duit untuk menyogok para hakim dan lain-lain. Jadi, persyaratannya korupsi itu harus besar.

Kelima, hentikan pertikaian horizontal antarkelompok, antarkampung; pertikaian sewaktu menonton pertandingan sepak bola: antarpenonton, antara penonton dan pemain, mengejar dan memukuli wasit, melempar batu; pertikaian antarsuku, antarmahasiswa yang saling lempar batu; melempar batu ke gedung- gedung yang dibangun dengan uang rakyat; dan hentikan main hakim sendiri.

Kita ini manusia biasa. Hidup rakyat sudah sedemikian berat dan keadaan Indonesia ini sudah sedemikian terpuruk, janganlah kita perburuk keadaan dengan tindakan-tindakan yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Tugas para pejabat Indonesia sudah sedemikian berat dan sukar. Jangan ditambah lagi dengan tindakan yang tidak perlu. Bangsa dan negara sudah demikian miskin, janganlah merusak kantor, pagar-pagar kantor atau sekolah, gedung sekolah atau gedung yang dibangun dengan darah rakyat.

Keenam, embuskan kembali semangat juang yang pernah kita miliki dan bangkitkan kembali patriotisme dengan definisi dan nilai-nilai baru sesuai dengan panggilan zaman atau Zeitgeist. Inilah saat bagi kita semua di ma- na-mana untuk memetakan 100 tahun berikutnya bagi Kebangkitan Nasional yang kedua.

Kita butuh apa yang disebut Umwertung aller Werten (perombakan semua tata nilai) dan suatu Umwertung von Grund aus (perombakan menyeluruh dari akar- akarnya). Mari kita bangun masyarakat berbasiskan pengetahuan karena abad ke-21 ini sarat dengan pengetahuan dan teknologi. Kita harus berubah secara menyeluruh: sikap hidup, cara hidup, gaya hidup, pola pikir, dan mindset kita.

Secara keseluruhan bangsa Indonesia sangat membutuhkan suatu perubahan budaya ke budaya teknologi dengan masyarakat berbasiskan pengetahuan. Cara lain tidak ada !

====================================================================

Tulisan diatas dibuat berdasarkan kajian yang mendalam dan intisari hasil pemikiran salah satu Putra terbaik & kebanggaan bangsa Indonesia yaitu Professor M. T. Zen.   Beliau adalah Guru Besar ITB dibidang Geologi ; Geofisika dan aneka Geo-Geo lainnya    pokoknya beliau adalah sosok yang pinter abisss dan (kadang) suka bikin malu gue dkk. yang muda-muda   secara… di usia beliau yang sudah pinisepuh, beliau masih sangat bersemangat memikirkan nasib Bangsa ini.  Sangat idealis dan sangat perduli pada kondisi Bangsa yang sedang amburadul ini.

Sekarang yang dibutuhkan pemimpin Tertinggi di Negara ini adalah KEBERANIAN, yang mana hal itu tidak ada dan tidak adanya wibawa seorang Presiden dimata bawahan atau rakyatnya…. 

IMHO, negara kita sudah gagaL mensejahterakan rakyatnya.  Nggak bisa nyediain pendidikan murah… gak bisa nyediain sembako murah… *paling menggelikan* sebagai negara penghasil minyak tapi tidak bisa menyediakan BBM murah, bahkan cenderung semakin menurunkan produksi dan menaikkan harga IN THE NAME OF "demi kemakmuran & kesejahteraan rakyat"  (???)

Orang paling b3go-pun tau nggak ada tuh namanya kebijakan naikkin harga bakalan nantinya berimbas pada kesejahteraan rakyat.  Duuuhh…  setelah 3.5 abad dijajah Belanda kok nasib bangsa ini semakin terpuruk karena sekarang yang menjajah adalah Para pemimpinnya sendiri.

Please God save our soul….

Wanita Sebagai Gratifikasi ???

April 24th, 2008 by amillavtr

Gara-gara kasus tertangkapnya Al Amin Nur Nasution *suami pedangdoet Kristina* yang kebetulan ajuga Anggota DPR RI, komplek tempat kami bekerja menjadi heboh.  Yang bikin heboh jadi dobel karena *konon* saat tertangkap tangan, selain menerima uang AL AMin juga disinyalir menerima ‘gratifikasi’ lainnya berupa seorang wanita PSK    gimana nggak gempar ini seantero Komplek Parlemen ???

Nah, belakangan kasusnya makin rumit dan simpang siur, hingga gak jelas siapa benar siapa salah.  AL Amin ujung-ujungnya mau memperadilkan KPK karena uang yang ada di mobilnya (ternyata) bukan uang suap, melainkan uang hasil pinjaman dari temannya sesama Anggota Dewan buat merenovasi pagar rumahnya.  Nahh, Si ceweq (yang mula-mula dituduh sebagai PSK & dijadikan ‘Gratifikasi’ oleh Setda Bintan buat Bang Al Amin) beberapa hari lalu bikin Pers Conference & mengklarifikasi bahwa dirinya adalah ‘Mahasiswi Biasa’, sama sekali bukan PSK untuk Gratifikasi atau (yang sekarang diubah lagi oleh Mass Media julukannya) sebagai "ayam kampus"…      Perempuan yang ditangkap bersama Al Amin ini disebut-sebut menjadi ‘bonus’ demi memuluskan alih status hutan lindung di Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Dan terbukti setelah nyaris 2 minggu kasus penyuapan ini nggak begitu marak lagi diberitakan media, malahan kasus si "Ayam Kampus" ini-lah yang lebih ramai menghiasi Media Massa Nasional. 

Sebenarnya apakah itu Gratifikasi  ?  Sesuai UU No. 20 tahun 2001, Gratifikasi adalah: pemberian dalam arti luas, yang meliputi pemberian uang, barang, rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya.  Sesuai Pasal 12 b ayat 1 UU No. 20/2001 tersebut,  setiap gratifikasi kepada Pegawai Negeri atau pejabat negara / anggota Dewan dianggap suap.      Dalam UU Tindak Pidana Korupsi-pun masalah gratifikasi telah diatur.

Namun masalah perempuan dalam kasus Al Amin ini, kita tentunya tidak mau berspekulasi apakah masuk gratifikasi atau tidak.  Namun seorang teman yang lama bekerja di negara tetangga Malaysia mengatakan "Perempuan itu dianggap bentuk Gratifikasi lho Mil di Malaysia, kenapa di indonesia tidak ?? please dehh bangsa ini gak perlu berkedok & menyanggah hal tersebut dibalik nama norma-norma adat & agama.  Bulsh*t itu semua Mak. Semua Gossip Jalanan yang dibilang SLANK bener kok, banyak pejabat dapet gratifikasi berupa PSK (selain uang) saat kunjungan meninjau proyek ke daerah.  Tinggal mental pejabatnya aja, mau menerima atau menolak… " 

Pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia  Bung Rudi Satrio mengatakan gratifikasi tidak melulu berupa uang. UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, (kata dia) gratifikasi itu adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya. "Kalau perempuan itu adalah pekerja seks komersial, kan tetap saja dibayar. Jadi walaupun dalam bentuk manusia sekalipun ya sama saja, tetap gratifikasi," ujar Rudi Satrio.  Pas gw tanya kalo perempuan itu enggak mau dibayar tapi melakukannya dengan kerelaan hati  *asal bisa di-bobo’i Anggota DPR*  itu namanya apa ? bisa bebas dari Pasal tuduhan Gratifikasi donk ??  Nahh, doi cuma nyengir dan bilang "itu mahh namanya Simbiosis Mutualisme, dodol !! pertanyaan kok kaya’ gitu…"   

Seorang teman yang merupakan Aktivis di Forum Perempuan Parlemen *dan feminis tulen*   terus terang menyatakan pendapatnya bahwa dia merasa sangat terhina dengan adanya usulan memasukkan Wanita sebagai salah satu klausul unsur Gratifikasi.

"kita ini manusia Mill, bukan barang atau kado.  Kurang ajar sekali kaum lelaki memasukkan kita sebagai salah satu "benda" hadiah dalam pasal gratifikasi"  —>  dengan muka kaya’ gini 

Aku sambil nyengir bilang ke dia "as a matter of fact Jeung, gue termasuk salah satu orang yang menyetujui agar wanita dimasukkan sebagai salah satu unsur Gratifikasi."

Dan sebelum kena damprat rekan tersebut *yang mendadak melotot & masang muka pengen ngebantai gw…*  aku langsung nerusin  "TAPI… usulan gue klausulnya jangan cuma Wanita, tapi ditulis sebagai MANUSIA.  Sebab PSK, hari genee… gak cuma wanita doank.  There’s a lot of Gigolo out there, yang siap ‘ditawarkan’ pada para pejabat yang kebetulan berjenis kelamin wanita  (atau pejabat laki-laki yang ‘emang demennya ama laki-laki juga), ahahahaaa….     Nggak usahlah kita menutup mata, banyak Pejabat atau Boss-Boss cewek yang doyan disodori Gigolo Guanteng sebagai ‘hadiah pembuka’ selain uang.  Dan banyak juga Pejabat laki-laki yang udah bosan ‘bermain-main’ dengan wanita, akhirnya minta Gratifikasi berujud Lelaki Brondonk… 

Nahh, sekarang semuanya kita serahkan kepada Bapak/Ibu terhormat yang duduk di Bangku DPR.  Apakah mereka pada akhirnya mau menempatkan MANUSIA  (please deh, jangan sebut Wanita doank sebagai bentuk Gratifikasi) sebagai salah satu unsur bentuk Gratifikasi atau kekeuh dengan kalimat yang sudah ada sekarang ?  Sebab kalau tidak dituliskan secara gamblang di UU maka kedepannya akan menjadi bias.  Apalagi Orang Indonesia, tau sendiri deh betapa pintarnya membolak-balikkan kalimat pada UU jika pada suatu hari ditangkap aparat Kejaksaan atau KPK.  Bisa aja bila suatu hari nanti ada Pejabat tertangkap tangan sedang bersama wanita yang merupakan ‘hadiah’ dari Kepala Daerah manaaa gitu… eh dia ngelesh dengan alasan ‘ini cuma teman saya kok.  kami melakukannya suka sama suka, gak ada unsur pembayaran uang jasanya" dll-dsb-nya.  Nahh lho, gimana ??? 

Oleh sebab itu daku sangat mendukung usulan agar MANUSIA (ingat, bukan cuma WANITA ! karena PSK juga ada yang laki-laki)  dimasukkan sebagai unsur Gratifikasi bagi PNS atau Pejabat Negara.     Bentuk penyuapan sudah saatnya untuk diatur lebih detil lagi.  Sebab kalau tidak Bangsa ini mau dikemanain lagi bila pejabatnya selain bermental maling & korup, terus pezina pula ??  May God forgive all of our sins…. 

9 Tips Hemat Uang !

April 17th, 2008 by amillavtr

Bikin Theori kaya’ gini emang paling gampang….  tapi pada praktekknya ??? ampyuuunnn…. 

Mengontrol keinginan adalah salah satu modal utama untuk punya tabungan. Ikuti tips berikut ini agar tak perlu lagi pusing akibat gaji "menguap" sebelum akhir bulan.

1. Buat daftar pengeluaran Anda setiap bulan. 
Yang termasuk dalam hal ini adalah dana untuk cicilan atau sewa rumah, listrik, air, telepon, kebutuhan sehari-hari untuk makan dan baju, ongkos transportasi, jalan-jalan dan nonton ke bioskop. Agar lebih mudah, Anda bisa membuatnya di komputer. Jumlahkan seluruh pengeluaran Anda. Tulis jumlah pemasukan Anda setiap bulan, lalu kurangi dengan jumlah pengeluaran.

2. Periksa daftar dan cari pengeluaran yang bisa Anda pangkas. 

Misalnya, bila biasanya Anda makan di luar saat di kantor, cobalah membawa bekal makan siang dari rumah. Anda akan terkejut melihat uang yang berhasil Anda simpan karena melakukan hal ini.

3. Bayar dulu semua tagihan, setelah itu sisihkan uang untuk disimpan. 
Dengan menyisihkan lebih dulu, pengeluaran akan lebih terkontrol dan Anda tidak panik saat mendadak membutuh uang. Selain menyimpan dalam bentuk tunai, simpan tabungan dalam bentuk yang tidak gampang diutak-atik. Misalnya, asuransi, deposito atau reksadana.

4. Kurangi jadwal menonton di bioskop. 
Kalau Anda biasa menonton film di bioskop setiap minggu, kurangi jadwalnya menjadi 1-2 kali per bulan. Sebelum pergi nonton atau jalan-jalan, makan terlebih dulu di rumah. Anda bisa menghemat uang lumayan besar, apalagi bila pergi bersama keluarga.

5. Beli baju di toko yang memberikan diskon atau tunggu saat sale tiba. 
Batasi pembelian baju, cukup 2-3 bulan sekali. Toh, Anda tidak membutuhkan baju baru setiap bulan.

6. Sebisa mungkin, hindari penggunaan kartu kredit.   
Kecuali, Anda bisa membayar seluruh tagihannya sekaligus saat jatuh tempo. Tak perlu jadi kolektor kartu kredit, dan gunakan kartu ini hanya saat darurat. Gunakan kartu debet, jadi Anda hanya membelanjakan uang sebatas kemampuan Anda.

7. Taati bujet yang sudah Anda buat setiap bulan.   
Sehingga, Anda bisa terus menabung. Awalnya mungkin sulit, tapi Anda akan merasakan manfaatnya bila sudah terbiasa.

8. Minta pasangan untuk menjadi pengawas Anda.
  (buat yang jomblo : minta bantuan Nyokap)

Agar pengelolaan keuangan ini berjalan lancar, sebaiknya kedua belah pihak punya visi dan misi yang sama. Kalau belum sama, diskusikan hal ini bersama pasangan.

9. Ajari anak Anda untuk menabung sejak dini.    

ALIENS BUILT THE PYRAMIDS (???)

March 18th, 2008 by amillavtr

Ketika mendapat "kiriman" journal (yang sama sekali gw ragu mau dipertanggung-jawabkan secara scientist apa enggak )      mengenai juduL topik diatas oleh salah seorang teman sesama pecinta The X-Files… haha.  Tapi mau nggak mau hal ini lumayan ‘menggelitik ‘keingintahuan gw selama ini.  Apa Bangsa Mesir memang sehebat itu ??  kalau memang iya pada dikemanain itu semua ilmu-ilmu arsitektur yang maha hebat dan maha dahsyat ini ??  Kenapa Bangsa Mesir yang sekarang sama sekali tidak mendapat turunan kecerdasan dan kehebatan seperti Nenek Moyangnya ini ???  Dan kenapa hingga detik ini sama sekali tidak ditemukan jurnal atau peninggalan apapun dari ilmu pembuatan pyramid atau Sphinx ini ??     No wonder para kaum pecinta Aliens    akhirnya lebih mempercayai tulisan dibawah ini dibandingkan tulisan para arkeolog yang mempercayai Bangsa Mesir-lah yang membangun Pyramid atau Sphinx.   The choose is yours… 

You know those big stone structures out in Egypt?  The ones  which were supposedly built to house the remains of dead pharaohs???  The ones you thought were built by the Egyptians?
Well, you are wrong!
THEY WERE BUILT BY ALIENS!
Let’s take a look at some undeniable evidence…

First, look at this diagram:

The pyramid is highlighted in red, and its two diagonals are extended beyond the end of the pyramid to the north-east and north-west.  The mass of squiggly lines above the pyramid is the Delta of the Nile River, and, as you can see the two diagonals encase the Nile neatly and entirely.  IS THAT A COINCIDENCE???

Yes,  I’m sure that the way the Egyptians did this was to have someone walk hundreds of miles to the end of the delta and hold a really, really long piece of string while someone walked all the way back to the site of the pyramid.  Then,  those two people stood there while two more people repeated the process on the other side of the Pyramid.  Just so that they could build a big building in such a way that its diagonals lie on those two lines.
NOW THAT IS LIKELY????

Here is what really happened: A couple of aliens, flying high enough over the earth to be able to see where the Nile Delta’s origin is, easily saw what orientation the pyramid would need to be in order to have its diagonals  lie on those two lines.

Second piece of evidence:   
The big dark shape on the upper left of this diagram is the great pyramid.  If you look at the compass rose in the bottom right, you can see that the pyramid is lined up exactly with the magnetic North Pole,  a difference of only 16 minutes, or some absurdly small number like that (there are 60 minutes in one degree).  COINCIDENCE?   How could the Egyptians possibly have built their pyramid facing the exact magnetic North Pole without even having a compass?  FYI, a compass was not invented for a few thousand years after the ancient Egyptians were long gone?  IS THAT LIKELY????

This is how it really worked:  Those aliens, abundant in their knowledge and drowning in technology, came along and using their compasses,  they landed on earth and found the actual magnetic north and south poles.  THEN THEY BUILT THE PYRAMIDS!

Now look at this:
This is a photograph of the Great Pyramid of Giza, and its neighbor, as seen from the Sphinx, on the evening of the summer solstice.  As you can see,  the sun is setting in the exact center of the two pyramids.  COINCIDENCE???

For the Egyptians to be able to do this, they must have known the day of the summer solstice, and they therefore,  must have known the exact length of the year, or 365.25;  once again, a fact not discovered until long after the Egyptians were gone.   HOW LIKELY IS THAT???

The real story goes like this:   Those meddling aliens, in all of their infinite wisdom, saw the earth upon entering the solar system, and by calculating the size of its revolutions around the sun,  the velocity it was at which it traveled and the angle of its axis of rotation,  they were able to easily calculate the longest day of the year or the length of the year.
THEN BUILT THE PYRAMIDS!

Here is another photo: 
This is a photograph taken on the day of the winter solstice from the entrance of the Great Pyramid.  The Big shape silhouetted in the middle of the photograph is the Sphinx.  Since this is only a photograph,  and not a movie,  you can’t get the full effect.   But even in the photo, you can see that the sun is tracing around the Sphinx’s head.  In actuality,  the sun rises exactly at the left side of the base of the Sphinx’s head.   Then it traces it all the way around until it sets on the right side of the Sphinx’s head.  COINCIDENCE???

Had the Egyptians done this,   since this occurs only on the day of the winter solstice,  they would have had to have known the exact length of a year.  IS THAT LIKELY???

It’s those aliens,  who after finding the length of the year,  found the shortest day of the year, and then built their Sphinx and Pyramid accordingly.

Consider this:
This above image is a diagram of the stars of the Belt of Orion.  Now look at the diagram of the pyramids below.

Though this fact is not as remarkable, the positioning of the three Pyramids of Giza are exactly aligned with the position of the three stars in the belt of Orion, both in position and in size.  While it is possible,  it would create many difficulties for the Egyptians in terms of measuring huge distances.  Not only this,  but in fact,  at the time that the pyramids were supposedly built (about 3000 BC), the stars that make up the Belt of Orion were not exactly at the correct angle to match up with the pyramids.   If the location of the stars is traced back over thousands of years,  the time at which the belt is exactly aligned with the pyramids is in fact 10,500 BC.  A time when there were supposedly no civilized   humans living on the earth.  Another fact to support this is,  if you consider the Sphinx,  a lion with a human head and then look at the size of the body,  you can see that the body is perfectly proportioned for the head of a lion,  not the human head.   This human head  looks tiny and silly sitting on top of the body.  This is because the Sphinx was actually built in 10,500 BC,  around the same time as the pyramids,  with a real head of a lion.  Evidence to support this is that there are signs of water erosion all over the Sphinx.  The last time that there was any water nearby, aside from the Nile is around 10,000 BC.  Also,  the constellation of Leo the Lion (thus closely related to the Sphinx), was in fact rising directly behind the sun in 10,500 BC.

Are they saying that the Egyptians built their pyramids to be in the exact shape of Orion’s Belt,  but purposely aligned them differently from what was actually in the sky?  That after they built the Sphinx, they purposely made the head look small and funny?  Then, they broke their backs carrying water from the Nile just so that they could put water erosion lines all over the body?????

In fact,  no Egyptian did it at all.  The aliens, with their plethora of wisdom,  came down in the year 10,500 BC and built the Pyramids and the Sphinx.  They built it with a head of a lion to match the Belt of Orion, as well as the constellation of Leo.  Thousands of years later, Ramses, the egomaniacal dictator-pharaoh of Egypt,  decided that he didn’t like having the head of a lion on top of the statue in his land.  So,  he had a head in his own likeness constructed instead.  But the Egyptians, not being very skilled at huge masonry, built the head somewhat too small.

Why is it that the great Pyramids of Giza,  built in 3,000, are perfect, and still standing as tall as the day they were built?  (Aside from the capstone and the polished stones, which were stripped by humans in the building of Cairo)  The other Pyramids, which were supposedly built about 500 years later, all have shoddy masonry, and are crumbling down.  An example of this is the famous ‘bent’ pyramid,  which  started out with the sides being built at one angle,  then suddenly shifts in the middle to a shallower angle.  This is because the angle at which it was started  was much too steep for it to stand when finished.   It is  because the Egyptian pharaohs saw the great pyramids standing on their land and decided that they wanted pyramids of their own.  But they found that it was much harder to do than was expected and ended up building silly looking structures that don’t even come close to comparing with the magnitude of elegance emanating from the great pyramids.

Other startling evidence: 

If you take the perimeter of the pyramid and divide it by two times the height,  you get a number that is exactly equivalent to the number pi (3.14159…) up to the fifteenth digit.  The chances of this phenomenon happening by sheer chance is remarkably small.  Did the ancient Egyptians know what the number pi was?  Not likely,  seeing as it was a number not calculated accurately to the fourth digit until the 6th century,  and the pyramids calculate it to the fifteenth.

What about the fact that even though the sides of the base of the pyramid are some 757 feet long,  it still forms an almost perfect square?  Every angle in the base is exactly 90 degrees.   In fact,  the sides have a difference in length of something like two centimeters, which is an incredibly small amount.

What about the fact that although the Egyptians kept very careful records about everything they ever did;  every king they had,  every war they fought,  and every structure they built, there were no records of them ever having built the pyramids ? 

What about the fact that the Egyptians had not even invented the wheel yet,  but the blocks that they had to carry to build the pyramids weighed about 2 tons each? 4,000 lbs.?  What did they do… use cement?   In fact, they used so much stone, that if you took all of the stone they used and cut it into 1 foot square blocks, it would extend 2/3 of the way around the earth!!!

If you take the line of longitude that the pyramid lies on and the latitude that the pyramid lies on,  31 degrees north by 31 degrees west (the fact that they are the same number is a coincidence???)  they are the two lines that cover the most combined land area in the world. In essence, the pyramid is the center of all of the land mass of the whole earth!!!!

How about the fact that a  group of modern scientists  attempted to build a pyramid out next to the real one using modern technologies, and after something like 100 days, succeeded in building one about 1/40 of the size of the real one ????

Did you know that the height of the pyramid (481 feet) is almost exactly 1/1,000,000,000 of the distance from the earth to the sun (480.6 billion feet)?

What about all of that fungi that was found in King Tutu’s chamber?   Fungi which has never before been seen on earth?  What about the Pharaoh’s curse ?????   

You decide, who built the Pyramids ?????  

si Mbakyu….

March 10th, 2008 by amillavtr

Jeung Inggried Dwiwedhaswary dari Harian Kompas membuat tulisan tentang seseorang yang tak asing lagi buat aku      Bukan tentang pejabat tinggi negara dan bukan pula salah satu Anggota Dewan yang biasa baku-sapa dalam keseharian kerjaanku.

Tapi tentang si Mbak Wasniah, yang kaya’nya kalau loe kerja di Komplek Parlemen Senayan … gak bakalan deh Luput melihat dia lagi "ngejogrok" dengan dagangannya di pojokan antara Gedung Setjen DPD dan Gedung Setjen DPR…   Frekuensi kita beli dagangan dia-pun hanya kadang-kadang, karena kebetulan gw gak suka makanan manisss.  Tapi ‘berkat’ membaca tulisan dibawah kaya’nya gw berubah pikiran nehh & pengennya beli makanan dia tiap hari buat bantu… 

Kami yang biasanya melewati dia sambil sedikit melempar senyum mau gak mau jadi menengok sepenuhnya gara-gara membaca tulisan yg meliput aktivitas ‘beLiau’ tersebut…     Masuk Koran nihh yeee si mbak’e !!   

Makanan Rakyat di Gedung Wakil Rakyat

Di Pasar - pasar tradisional Jakarta memang masih sesekali ditemui makanan tradisional khas rakyat, seperti sawut, tiwul, ataupun cenil. Begitu pun di sejumlah rumah makan yang menyediakan menu makanan Jawa atau food cort-nya pusat belanja.

Akan tetapi, jarang lho ditemukan makanan rakyat itu dijual oleh pedagang yang mangkal di tempat-tempat umum. Nah, di antara yang sedikit itu, adalah Wasniah (29), pedagang makanan rakyat yang mangkal di trotoar jalan masuk halaman Sekretariat Jenderal DPR RI, tepatnya di seberang kantin DPR.

Sudah dua tahun Wasniah setiap hari mangkal di Gedung Dewan. Bermodal sebuah keranjang plastik biru dan hijau yang menjadi tempat dagangannya. Satu menjadi wadah makanan, satu lagi menjadi tempat gula merah cair dan puluhan box plastik berikut biting (potongan lidi untuk menusuk makanan).

Warna-warni makanan yang dijual Wasniah. Ada ketan hitam, sawut (makanan dari singkong yang diparut), tiwul, cenil merah putih, getuk, dan lupis. Aneka makanan itu ia kemas apik dalam sebuah box plastik transparan.

Dua tahun sudah, Wasniah mengadu nasib di gedung tempat para Anggota Dewan bertugas. "Saya belajar dari ibu di kampung, baru dua tahun dagang ini di DPR. Lumayan juga, biarpun pada berdasi gitu, masih doyan makanan desa kaya gini," ujar Wasniah polos, Senin (10/3).

Wanita asal Indramayu ini memilih berdagang di DPR, karena berpikiran bahwa para anggota dewan termasuk golongan mampu. Mengeluarkan uang Rp 2.500 untuk sebungkus aneka makanan itu, pasti tidak menyulitkan. Itu kata Wasniah.

"Sehari saya bisa bawa pulang Rp 150.000, modal Rp 90.000. Lumayanlah, buat makan dan nabung," tutur ibu dua anak ini. Suami Wasniah bekerja sebagai supir taksi, yang penghasilannya tak menentu setiap harinya. Maka, dengan berjualan makanan tradisional itu, Wasniah membantu keuangan keluarga dalam perantauannya di Jakarta.

Setiap hari, pukul 02.30 Wasniah telah mulai meramu makanan-makanan itu. Pukul 07.00 ia sudah standby di DPR. Jam 11.00, dipastikan barang dagangannya sudah ludes terjual. "Biasanya saya masak tiwul dua kilo, sawut dua kilo, ketan item 2,5 liter, lupis seliter. Habis semua kok setiap hari. Alhamdulillah," kata perantau asal Indramayu, Jawa Barat ini.

Lokasi berdagang Wasniah memang cukup strategis. Di jalur lalu lintas utama orang yang akan memasuki gedung dewan. Apalagi, kehadirannya memberi alternatif lain. Makanan rakyat, dengan harga yang lebih merakyat jika dibandingkan harga makanan di kantin yang ada di Gedung Wakil Rakyat itu….